Judul : Minggu Pagi di Victoria Park
Tahun : 2010
Sutradara : Lola Amaria
Produser : Sabrang Mowo Damar Panuluh (Noe Letto) dan Dewi Umaya Rahman
Durasi : 97 menit


Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri menyumbang lebih dari 6,5 milyar USD pada 2009. Tapi nyatanya kehidupan mereka tidak sehebat sebutan yang disematkan, pahlawan devisa. Hidup jauh dari Indonesia, menjadi warga negara kelas dua, dan kurangnya pengetahuan soal legal dan finansial memaksa negara untuk lebih hadir mendampingi mereka. Barangkali itu pesan yang ingin disampaikan film ini.

Sebagian orang yang mengadu nasib menjadi pekerja kasar di luar negeri berhasil. Mereka rutin mengirim uang untuk keluarganya di kampung, membelikan sawah orang tuanya, lalu setelah beberapa tahun pulang membawa tabungan untuk modal usaha. Tapi tidak begitu yang dialami oleh Sekar, seorang TKW yang 'hilang' hingga sang kakak, Mayang terpaksa berangkat ke Hong Kong untuk bekerja sambil mencari adiknya.

Film ini menyajikan drama tentang dua orang kakak beradik ini. Semua orang berusaha membantu. Tapi tidak ada yang tahu apa yang terjadi antara Mayang dan Sekar di masa lalu.

"Semua orang punya masalah, bukan cuma kamu", bentak Sari, seorang TKW lainnya, kepada Mayang. Ya, film ini bukan cuma menjual cerita kakak beradik itu. Tapi juga sebuah dokumenter kehidupan wanita-wanita Indonesia yang bekerja di Hong Kong. Film ini mempresentasikan bahwa ada sebagian dari mereka yang teraniaya, fisik maupun psikis. Ada penderitaan di balik kemajuan dan gedung-gedung megah Hong Kong.

Baca juga : Pengalaman di HK, nemu masjid dan ibu-ibu Indonesia jualan rendang dan gorengan

Hampir semua bagian film ini gambarnya diambil di Hong Kong, tidak artificial sama sekali, seperti kehidupan TKW yang sebenarnya. Selain itu para pemeran TKW menjalankan tugasnya dengan baik mulai dari cara ngomong yang medok, cara berpakaian, dan guyonannya yang Indonesia/Jawa banget. Tokoh-tokoh utamanya pasti dilatih untuk berbicara ala orang Jawa, sementara sebagian pemeran pembantu hingga cameo mungkin asli TKW.

Alasan saya baru nonton film ini adalah karena baru tahu ini produsernya Sabrang MDP, orang yang menurut saya pemikirannya menarik. Film ini sendiri, saya menduga idenya datang dari bapaknya, Cak Nun (Emha Ainun Najib) yang sering berkunjung ke Hong Kong dan beberapa negara lain untuk menemui orang-orang Indonesia di sana, terutama golongan pekerja dan mahasiswa.

Saya baru nonton dan langsung menulis ini, biar nggak kelewat momennya, Minggu pagi. Semoga tulisan ini bermanfaat, minimal menjadikan yang membaca kalau belum nonton jadi ingin nonton. Semoga semakin banyak film sejenis ini, potret realitas sekaligus drama berkelas bukan cinta-cintaan yang gampang ditebak.


Chandra.


Collatz conjecture adalah sebuah thought experiment matematika yang lumayan terkenal. Sederhana aja kok, sebuah deret bilangan. Aturannya kita pilih angka pertama berupa bilangan bulat positif berapapun. Lalu angka kedua, ketiga, keempat, dst dihitung dengan aturan ini :

- jika bilangan sebelumnya genap, bilangan yang baru adalah bilangan sebelumnya dibagi 2
- jika bilangan sebelumnya ganjil, bilangan yang baru adalah bilangan sebelumnya kali 3 tambah 1

Uniknya, berapapun angka yang diambil di awal, endingnya selalu angka 1. Kita lanjut ke contoh aja biar gak pusing. Misal kita ambil bilangan awal 6
6 genap, bagi 2 jadi 3
3 ganjil, kali 3 tambah 1 jadi 10
10 genap, bagi 2 jadi 5
5 ganjil, kali 3 tambah 1 jadi 16
16 genap, bagi 2 jadi 8
8 genap, bagi 2 jadi 4
4 genap, bagi 2 jadi 2
2 genap, bagi 2 jadi 1 (satu)

Jadi deret untuk 6 adalah : 6,3,10,5,16,8,4,2,1

Dengan cara yang sama, untuk 9 : 9, 28,14,7,22,11,34,17,52,26,13,40,20,10,5,16,8,4,2,1

Menggunakan simulasi komputer, pola ini sudah dites hingga orde 7 triliyun dan masih cocok, semua kembali ke 1. Sampai saat ini matematikawan masih belum menemukan penjelasan untuk fenomena ini, belum ada persamaan matematisnya. Tapi di sisi lain belum juga ditemukan titik salahnya karena untuk semua bilangan bulat positif pola ini terpenuhi. Amazing.

Collatz conjecture masih menjadi salah satu kasus matematika paling rumit di dunia saat ini.

So what ? Nothing, ambil hikmahnya aja..
Siapapun kita, dimanapun kita memulai, berproseslah terus, asalkan tidak berhenti berusaha, ujung-ujungnya adalah Allah, Yang Maha Esa. Maka selayaknyalah apapun yang kita lakukan mengandung unsur lillah.

Mungkin saja jalannya berliku, memutar, atau malah tampak menjauh dari tujuan. Tapi Collatz conjecture bahkan menakdirkan bahwa 27 harus melalui 9232 sebelum sampai ke 1. Semua akan ketemu pada waktunya.

Ramadhan Mubarak!

Chandra


pict : mathematica.stackexchange.com


Lima tahun yang lalu saya pindah dari Jogja ke Bandung. As you know, untuk kuliah. Waktu itu berat badan saya 55 kg dengan tinggi 174 cm. So skinny, right ?

Empat tahun kemudian, ketika lulus kuliah berat saya 70 kg dengan tinggi tetap. Dalam empat tahun berat badan naik 15 kg. Body mass index (BMI = BB/TB^2) naik dari 18.16 menjadi 23.12. Untuk ilustrasinya, lihat foto berikut

2012, waktu SMA

2017, lulus kuliah

Kenalan-kenalan di Bandung yang mengikuti perkembangan saya dari hari ke hari sih biasa saja. Tapi orang lama yang jarang saya temui sejak 5 tahun yang lalu impresi pertama yang dikatakan pasti bahwa saya tambah lemu.

Kenaikan berat badan paling drastis adalah waktu tingkat 2 dan 3. Waktu itu tugas-tugas kuliah di ITB memaksa kami sebagai mahasiswa untuk sering begadang. Saya telat tahu kalau begadang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan, tahu-tahu sudah nambah. Waktu yang tersita juga mengurangi kesempatan melakukan aktivitas fisik, walaupun untuk ini saya akui ada unsur malas hehe

Faktor ketiga adalah makanan. Saya yang sebelumnya tidak pernah punya masalah dengan kelebihan berat badan tidak terbiasa memerhatikan asupan makanan. Apa yang bisa dimakan, makan aja.

Tahun 2017 adalah pertama kalinya saya concern terhadap berat badan. Jangan naik lagi di atas 70 kg. Tahun 2018 untuk pertama kalinya juga saya concern terhadap makanan. Tapi ada sedikit masalah.

Ahli gizi, atau minimal mahasiswa gizi mungkin tahu kandungan zat-zat gizi dalam berbagai jenis makanan. Tahu kalau makanan A kalorinya sekian, B sekian, C sekian. Bisa ngukur kandungan gula pada makanan dan tahu berapa yang dibutuhkan seseorang. Tapi bagaimana dengan orang awam ?

Untuk orang biasa, aware sama kandungan gula pada kemasan minuman aja sudah syukur. Itupun kayaknya belum banyak yang melakukan. Informasi nilai gizi masih lebih banyak hanya sebagai hiasan. Hayo ada yang tahu sebotol teh pucuk berapa gram gulanya ?

Mungkin setidaknya kita paham lah bahwa junk food itu nggak baik, menyebabkan obesitas. Kita juga tahu bahwa dalam sehari harus ada asupan sayur/buah, protein dari ikan atau daging yang kalau bisa rendah lemak. Nasi ? kalau bisa jangan banyak-banyak.

Orang yang serius mengatur makanan (karena alasan kesehatan misalnya, atas perintah dokter) mungkin lebih dalam menghitung kalori, gula, dan zat lain yang masuk ke tubuh. Tapi untuk yang (alhamdulillah) masih normal, mengatur makanan untuk menunjang aktivitas dan biar nggak gampang ambruk kayaknya terlalu melelahkan kalau harus sampai itung-itungan angka...

Maaf ya, mungkin sayanya saja yang malah pusing kalau lihat ada orang itung-itungan gizi wkwk

Katanya pernah diteliti bahwa junk food punya efek lebih buruk pada orang yang sedang stres daripada orang happy. Artinya kondisi psikologis juga penting, bukan hanya soal apa yang dimakan. Jadi jangan sampai malah stres karena pengaturan makan. Nggak boleh makan inilah, itulah. Menurutku pengetahuan kualitatif tentang apa yang boleh dan tidak boleh dimakan cukup lah. Jangan memaksa diri. Nafsu makan itu juga nikmat, tanya sama orang tua yang anaknya susah makan.

Fokus saya saat ini adalah mempertahankan berat badan di angka 70 tanpa medication atau diet ekstrem. Gradually menambah aktivitas fisik dengan beberapa olahraga, makan tidak lebih dari 3 kali sehari, fast food dikurangi karena banyak yang lebih sehat tapi sama enak dan lebih murah tapi sekali kali boleh lah.

Sebentar lagi kita masuk Ramadhan. Tujuannya ibadah tapi kalau dijalani dengan benar semoga menyehatkan terutama dalam urusan pengaturan BB. Pengurangan makan tanpa merasa tersiksa :)

Sebagai penutup, ada sebuah cerita. Saya ada teman yang bekerja di pertambangan batu bara di Bontang. Karena termpatnya terisolir, makanan sudah diberikan 3 kali sehari tanpa perlu jajan. Sebenarnya makanannya enak, sehat juga. Selalu ada nasi, lauk (daging/ayam/ikan), sayur, buah, dan minuman. Tapi lama-lama dia bosan. Karena sudah disediakan, dia tidak punya kuasa untuk memilih mau makan apa. Tersiksa juga lho lama-lama. Kemerdekaan memilih makanan itu juga penting. Merdeka!

Kalau ada yang punya tips mengatur makanan yang lebih benar, tolong ajaris saya...








Judul : Keluarga Cemara 2
Penulis : Arswendo Atmowiloto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2017 (Desember, cetakan kedua)
Jml Halaman : 341


Minggu siang yang agak longgar dan saya iseng jalan-jalan ke toko buku. Tanpa sengaja melihat buku Keluarga Cemara 2. Saya baru tahu kalau Keluarga Cemara ada buku keduanya. Akhirnya sampai browsing dan ternyata memang ada, cetakan pertama tahun 2013. Buku yang pertama saya baca sekitar dua tahun yang lalu dan bagus. Bagaimana dengan yang ini ?

Keluarga Cemara 2 masih soal keluarga Abah, Ema, Euis, Ara, dan Agil. Keluarga yang dulunya pengusaha kaya di Jakarta lalu bangkrut karena dicurangi lalu mengasingkan diri ke pedesaan Tasikmalaya. Bagi keluarga ini hanya kejujuran yang bisa menyelamatkan hidup mereka. Ceritanya sangat menyentuh, tentang keluarga dari golongan yang dianggap rendah pada society yang melihat segala sesuatu berdasarkan kepemilikan.

Sebuah kutipan (kredit Arswendo) :

Melalui pembantunya, Tante Pressier akhirnya memberi gantu rugi. Memberikan uang lima ratus rupiah. Euis menggeleng.
"Habis, apa dicetak lagi kalau sudah terbakar?"
"Saya tidak mau."
"O, kamu minta yang baru, ya? Yang dari toko ?
"Tidak. Saya minta tiga ratus lima puluh rupiah."
"Ambil saja semuanya. Saya tidak peduli sisanya."
"Tidak. Saya mau harga sewaktu tempat minum plastik itu saya beli.", ucap Euis.
Keangkuhan Tante Pressier terjotos di pusatnya. Untuk pertama kalinya Tante Pressier merasa dikalahkan oleh seorang anak kecil. Dalam hal yang selalu dibanggakan : uang!

Sudah terbayang bukunya seperti apa ?

Keluarga Cemara 2 adalah kompilasi dari tiga cerita : Tempat Minum Plastik dari Toko, Becak Emak, dan Bunga Pengantin. Sayangnya, kompilasi ini seperti terlalu dipaksakan. Masih oke kalau misalnya ceritanya tidak berhubungan. Tapi di buku ini ada banyak sekali perbedaan fundamental antara bagian 1 dengan bagian 2-3nya. Sekilas saja bisa dilihat font-nya berbeda, format penulisan judul juga berbeda, impresi cerita berbeda, tapi yang parah adalah perbedaan penggunaan kata Ema (bagian 1) dan Emak (bagian 2-3). Rasanya seperti bagian 1 adalah lanjutan dari buku pertama yang tertinggal sedangkan 2-3 adalah kisah yang lain walaupun masih soal keluarga ini.

Kalau dibandingkan buku pertama masih lebih menyenangkan yang pertama untuk dibaca. Tapi itu lebih karena faktor ketidaksinkronan di atas, kalau mutu ceritanya sih setara. Kalau dulu sempat nonton serial Keluarga Cemara di TV pasti sulit untuk tidak membaca buku Keluarga Cemara (1). Dan ketika sudah membaca yang pertama, sulit untuk mengelak dari yang kedua.

Lagi kurang bersyukur ? baca ini. Lagi iri dengan keberhasilan orang lain ? baca ini. Buku ini sangat menampar. Orang yang lebih sulit hidupnya daripada rata-rata kita ternyata lebih pandai bersyukur.

Saya kemarin nemu buku ini di Toga Mas Bandung, tapi harusnya juga tersedia di toko buku besar lain. Kalau mau pinjam punya saya nggak masalah juga sih, silakan kontak. Selamat membaca!



Judul : Kenny
Tahun : 2017
Sutradara : Steward Sugg
Cast : himself!


Kenneth Mathieson Dalglish a.k.a Kenny Dalglish adalah pemain paling penting Liverpool pada era keemasan di dekade 80an. Periode tahun 1978 sampai 1990 Liverpool memenangkan 8 gelar Liga Inggris, 3 European Cup, 2 FA Cup, 4 League Cup, 5 Charity Shield, dan 1 UEFA Super Cup. Sayang, terakhir Liverpool juara Liga Inggris adalah tahun 1990, dengan Kenny Dalglish sebagai pelatih dimana musim itu juga menjadi musim terakhirnya.

Kenny Dalglish juga menjadi saksi terjadinya dua tragedi besar dalam sepakbola yaitu peristiwa Heysel dan Hillsborough. Tragedi Heysel (di Belgia) terjadi pada final European Cup 1985 antara Liverpool melawan Juventus. Hal buruknya bukan Liverpool kalah 1-0 oleh penalti Platini tapi karena ada 39 orang kehilangan nyawanya di stadion itu. Liverpool dilarang bermain di Eropa selama beberapa tahun setelahnya.

Tragedi Hillsborough terjadi sekitar 4 tahun setelahnya di Sheffield, Inggris pada pertandingan semifinal FA Cup 1989 antara Liverpool melawan Nottingham Forest. Pada peristiwa itu total 96 nyawa melayang. Sampai saat ini peristiwa ini terus diperingati tiap tahun dan untuk mengenang jasa suporter yang meninggal pada jersey Liverpool disematkan angka 96. Sampai saat ini penyelesaian kasus ini belum juga tuntas.

Prestasi dan tragedi adalah dua sisi yang di-highlight oleh film Kenny (2017, IMDb 7.3/10) garapan Steward Sugg. Film ini bercerita tentang karier Kenny Dalglish sebagai pemain, pemain merangkap pelatih, dan pelatih. Pada tahun 1985 sehari setelah tragedi Heysel Dalglish ditunjuk menggantikan Joe Fagan sebagai pelatih. Saat itu kontraknya sebagai pemain masih berjalan. Alhasil dia menjadi pelatih tim sekaligus pemain di lapangan - dan menyumbangkan banyak gelar hingga musim 1989-1990. A king for a reason.

Sejak bergabung dengan Liverpool pada 1977 Kenny Dalglish langsung menjadi pemain penting. Dia disebut oleh rekan setimnya kala itu sebagai pemain yang jenius. Barnes dan Ian Rush adalah partner sekaligus junior yang banyak muncul pada film ini menyampaikan pujiannya. Oh ya, film Kenny lebih seperti dokumenter ya, bukan biografi dimana Dalglish diperankan oleh orang lain lalu diskenariokan mengulangi kejadian-kejadian lampau. Bagi orang yang tidak mengikuti Liverpool selama ini mungkin akan merasa bosan menontonnya, tapi bagi Kopites (sebutan untuk fans Liverpool) film ini sangat menggugah. Meski begitu, banyak spirit soal semangat, pengorbanan, dan kebangkitan yang bisa menjadi pelajaran bagi semua orang.

On the field

Dalglish bercerita di film ini soal detail-detail peristiwa yang selama ini tidak ditulis oleh media. Itulah sebabnya film ini sangat layak tonton. Dikombinasikan dengan footage-footage dari masa lampau, film memberikan gambaran jelas, menarik, dan mendebarkan tentang masa kejayaan Liverpool.

Biografi adalah salah satu genre film favorit saya. Tapi film ini berbeda dari yang lainnya karena selain berasal dari kisah nyata, tokohnya sendiri yang menuturkan dan tampil. Rasanya tidak banyak film seperti ini. 

Biasanya yang menarik dari film biografi adalah di akhir film ada penjelasan mengenai orang yang diceritakan, misalnya 

"Ini adalah foto Ginsberg ketika ditemukan (sambil menampilkan foto) . . . 12 tahun kemudian Ginsberg kembali ke sungai di Hutan Amazon yang nyaris merenggut nyawanya", film Jungle (2017)

Ngerti lah ya maksudnya, banyak film memberikan penjelasan seperti ini di akhir sebagai penutup. Tapi film Kenny sudah soal Kenny itu sendiri, apa yang ditampilkan adalah literally apa yang terjadi, jadi tidak penting memberikan catatan seperti itu. 

However, kekuatan film ini tetap ada peda endingnya. Bukan penjelasan melainkan rangkaian footage dan foto yang disusun untuk meringkas karier dan jasa seorang Kenny Dalglish bagi Liverpool yang panjang itu. Tentu dengan diiringi lagu kebanggan You'll Never Walk Alone. One of the best movie ending!!

Welcome...

Oktober 2017 Liverpool memberikan penghargaan kepada King Kenny dengan menamai salah satu sisi stadion Anfield dengan nama "Kenny Dalglish Stand". What an accomplishment...

Kenny Dalglish Stand

All round the field of Anfield Road
Where once we watch the King Kenny play
Stevie Heighway on the wing
We have dreams and songs to sing
'Bout the glory round the field of Anfield Road






Saya lupa baca dimana, tapi ada yang bilang kegagapan belanja online di Indonesia saat ini sudah jauh menurun dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Kabar gembira. Menurut saya e-commerce akan berkembang tahun-tahun ke depan. Kenapa ? karena motif ekonomi. Orang ingin mendapat barang sebagus mungkin dengan harga tertentu atau mendapat harga terendah untuk kualitas barang tertentu. Gampangnya, secara umum belanja online lebih murah. Itu alasan paling simpel dan masuk ke semua orang.

Tanpa promo dan program sale pun, harga-harga barang yang dijual di internet biasanya dibawah harga pasaran. Alasannya karena biaya operasional yang harus dikeluarkan penjual lebih sedikit. Penjual tidak harus punya/sewa kios, tidak perlu banyak pegawai, dan untuk skala tertentu tidak ada pajak sama sekali. Nggak tahu ya kalau nanti pemerintah mengenakan pajak untuk e-commerce...

Tapi memang belanja online punya kelemahan yaitu rentan penipuan. Tidak adanya tatap muka antara penjual dan pembeli serta terbatasnya akses pembeli untuk mengecek barang membuka peluang oknum-oknum nakal untuk bermain. Mungkin orang-orang yang masih ragu belanja online itu sebagian besar sebabnya karena pernah kena tipu.

Atas dasar pemahaman itu saya coba untuk sejujur mungkin selama 6 bulan terakhir berjualan online. Alhamdulillah belum ada keluhan karena faktor barang tidak sesuai atau semacamnya. Bahwa pernah ada barang rusak di tangan kurir ekspedisi itu iya, tapi itupun bisa diselesaikan baik-baik.

Sebagai orang yang sudah merasakan manfaat e-commerce saya mau memberikan beberapa info untuk kawan-kawan yang masih khawatir belanja online.

Pertama, ada banyak marketplace di Indonesia (lebih banyak lagi kalau memasukkan yang skala internasional seperti eBay dan Aliexpress). Kalau yang populer di Indonesia diantaranya Tokopedia, Shopee, Bukalapak, OLX, Lazada, dll. Sebaiknya memang kita tahu karakteristik masing-masing marketplace itu. Misalnya Tokopedia saat ini masih menjadi pasar paling ramai jadi kemungkinan varian barang yang dijual disana lebih lengkap. Tapi Shopee punya lebih banyak promo gratis ongkir kalau ingin lebih hemat. Lain kasus kalau ingin cari barang second misal motor bekas lebih cocok buka OLX. Info-info seperti ini bisa diketahui dari forum-forum di internet atau merasakan sendiri dengan berbelanja disana. Silakaaan..

Kedua, tentang oknum pedagang tidak jujur. Di setiap marketplace pasti ada penjual yang memanfaatkan lubang nir tatap muka tadi untuk berbuat jahat. Tapi percayalah itu hanya oknum, lebih banyak penjual yang jujur. Jangan sampai karena satu pengalaman buruk belanja di salah satu marketplace lalu membenci semua penjual di marketplace itu (saya pernah ketemu kasus begini). Saya punya beberapa tips untuk membedakan penjual yang jujur dari yang tidak. Di poin selanjutnya ya.

Ketiga, tips membedakan penjual jujur dan tidak jujur. Yang paling penting untuk dilakukan adalah melihat review/feedback/ulasan di laman penjual yang bersangkutan. Orang-orang yang pernah membeli dari toko tersebut biasanya akan meninggalkan review berupa penilaian atas layanan, kualitas barang, kesesuaian, dll. Konsepnya persis seperti rating bintang di Gojek/Grab. Coba perhatikan review dari pembeli sebelumnya. Semakin banyak review positifnya maka InsyaAllah penjual tersebut bisa dipercaya. Bahkan sama-sama jujur pun dengan review ini bisa dilihat mana penjual yang responnya cepat mana yang lambat, mana yang packingnya rapi mana yang tidak, dan masih banyak lagi.

Keempat, membayar belanjaan online itu tidak susah, banyak caranya. Kalau kamu sudah punya saldo di marketplace yang digunakan misal Saldo Tokopedia atau Buka Dompet, maka kamu bisa langsung mengambil dana dari sana. Kalaupun tidak, pembayaran bisa dilakukan melakui transfer ATM, Indomaret, kartu kredit, dll. Dan yang paling penting soal bayar membayar, uang yang kamu transfer nggak akan masuk ke saldo penjual kalau barang belum kamu konfirmasi diterima dalam keadaan baik, jadi santai aja. Worst case-nya, kalau barang nggak diterima uang itu akan dikembalikan 100% tanpa potongan.

Kelima, berjualan online itu gampang. Kamu nggak perlu mengeluarkan banyak modal karena membuka toko di marketplace sepenuhnya gratis. Yang perlu disiapkan hanya barang yang akan dijual. Ketika sudah jalan, nggak perlu takut waktumu tersita untuk mengurus toko online. Saya selama ini menjalankan toko online sambil bekerja full-time dan oke oke saja. Saya menunggu orderan masuk lalu mengirim barang pagi hari sekalian berangkat dan malam hari sepulang kantor. Sebagai bonusnya, alhamdulillah hasil berjualan online itu cukup bahkan lebih untuk menutup daily expenses.

Kalau ditanya belanja online yes or no tentu saya jawab yes karena sudah merasakan sendiri manfaatnya. Saya ingin mengajak yang masih ragu, yok cobain belanja di internet. E-Commerce adalah efek tak terpisahkan dari berkembangnya dunia digital. Belanja online adalah aktivitas ekonominya netizen.

Kita ini kan hidup di dua dunia, nyata dan maya. Kita belajar di sekolah tapi juga suka cari video DIY (Do It Yourself) di YouTube. Kita ngobrol di warung kopi tapi juga rame di twitter. Kita jalan-jalan ke berbagai tempat tapi nyimpen kenangannya di Instagram. Jadi belanja online pun simply hanya belanja di supermarket yang di-maya-kan.

Semua riset mengatakan bahwa dari tahun ke tahun nilai transaksi e-commerce meningkat. Ayok yang ngaku netizen milenial yang melek internet jangan sampai ketinggalan arus ini. Belanja online itu mudah, murah, dan aman :)


Regards,
Chandra


gambar : www.e-spincorp.com









Akhir-akhir ini mencuat istilah ownerless era di kalangan generasi milenial terutama di perkotaan. Kira-kira artinya adalah tidak terlalu penting lagi untuk memiliki semua hal, yang penting bisa merasakan manfaatnya.

Gojek, Grab, dan Uber telah menggerus urgensi untuk memiliki kendaraan sendiri. Kini dengan sangat mudah orang dapat pergi dari satu tempat ke tempat lain bermodal smartphone dan koneksi internet. Spotify dan Joox menjadikan kita tidak perlu menyimpan file MP3 di komputer seperti jaman Winamp dulu. Platform buku dan komik digital memungkinakn untuk membaca konten tanpa harus membeli dan mimiliki buku fisik.

Kemajuan teknologi (digital) membantu banyak aktivitas manusia dengan menjadikannya semakin efisien. Sharing economy membuat milenial tidak perlu memiliki beberapa jenis barang untuk bisa memanfaatkan nilai gunanya. Tapi perkembangan ini menimbulkan kekhawatiran. Kemudahan untuk menggunakan tanpa harus memiliki diduga membuat milenial malas untuk membeli properti, kendaraan, dll.

Dua puluh tahun yang lalu transportasi umum belum sebaik sekarang. Saat itu tempat tinggal kontrak/apartemen juga masih sulit dicari. Yang lebih jelas lagi, teknologi digital dan internet belum booming seperti sekarang. Akibatnya, generasi orang tua kita mau tidak mau harus mengusahakan untuk punya tempat tinggal dan kendaraan.

Tapi sekarang itu bukan lagi prioritas karena toh kita masih bisa wira-wiri naik mobil dengan taksi online yang harganya terjangkau. Untuk tempat tinggal ada banyak kos, rumah kontrakan, atau apartemen yang nyaman ditempati.

Beberapa waktu yang lalu tirto.id sempat merilis bahwa banyak milenial membelanjakan tabungannya untuk traveling demi mendapatkan experience dan foto untuk feed social media instead of investasi. Makan di restoran ala-ala dan gadget juga menjadi chanel pengeluaran. Ngeksis or die pokoknya. Akibatnya, kata tirto.id, mayoritas milenial (urban) tabungannya kurang dari 13 juta.

Kekhawatiran yang kemudian muncul adalah bagaimana jika nanti anak-anak milenial ini jadi tidak punya aset sama sekali ? Jaman sekarang perubahan sosial dan ekonomi bisa terjadi sangat tiba-tiba, bagaimana kalau kita-kita ini tidak siap ?

Beruntung ada media dan orang-orang yang mengangkat isu ownerless era ini. Kita jadi sadar dan bisa bercermin soal pengelolaan uang. Saya belum lama lulus kuliah, tapi selama ini saya sudah menyaksikan orang yang menderita dikejar-kejar tagihan kartu kredit, ada yang tidak bisa meneruskan kredit mobilnya sehingga terpaksa menawarkan over kredit di grup jual beli, atau ada orang yang hedon di tanggal muda tapi jadi pendiam di akhir bulan.

Baik buruk dan jalan apa yang dipilih terserah pada pribadi masing-masing. Saya juga tidak merasa sepenuhnya benar. Alangkah senangnya kalau ada teman yang bisa diajak sharing soal fenomena ini. Tapi untuk saat ini saya bersyukur masih bisa mempertahankan gaya hidup ala mahasiswa saat sudah bekerja hehe..

Sebagai penutup, "rejeki itu urusannya berkah-berkahan"


Chandra

gambar : money.usnews.com


Walaupun tidak banyak di-highlight oleh media massa, tapi tahun lalu perubahan peraturan mengenai mobil hybrid telah diketok palu. Selama ini mobil hybrid belum begitu populer di Indonesia karena harganya yang mahal. Akibatnya antusiasme konsumen tidak begitu tinggi sehingga ATPM juga malas memasukkan mobil jenis ini ke Indonesia. Mengapa mahal ? Jawabannya adalah karena pajak.

Mobil hybrid adalah mobil yang berada diantara mobil bermesin bensin/diesel (konvensional) dengan mobil listrik. Jadi mobil-mobil ini menggunakan dua mesin sekaligus, yaitu konvensional dan listrik. Dulu, peraturan di Indonesia mengatakan bahwa mobil hybrid dihitung memiliki dua buah mesin sehingga pajaknya melambung. Namun beruntung saat ini peraturan sudah diubah dimana mesin listrik tidak lagi dianggap sebagai mesin tambahan jadi pajaknya setara dengan mobil mesin konvensional.

Kebijakan ini memberikan angin segar bagi produsen-produsen mobil terutama pabrikan Jepang. Mereka melihat ada peluang di pasar mobil hybrid karena kesadaran yang mulai meningkat di masyarakat perkotaan Indonesia soal polusi dan lingkungan. Sementara itu, mengingat mayoritas pasokan listrik Indonesia masih dari bahan fosil, menjual mobil full listrik di sini bukanlah ide yang sempurna.

Sistem mobil listrik bermacam-macam walaupun secara umum yang masuk kategori ini adalah mobil bermesin ganda yang tadi sudah dijelaskan. Tapi secara konfigurasi ada beberapa jenis, ada yang bisa di-charge menggunakan listrik rumah ada yang tidak, ada yang mesin bensin dan listrik bekerja sama namun ada juga yang dirangkai seri seperti Nissan Note e-Power dimana mesin bensin hanya mengisi baterai, lalu baterai lah yang menggerakkan motor listrik.

Tahun 2018 ini bisa jadi tahun dimulainya era mobil hybrid di Indonesia karena kemungkinan akan ada banyak mobil hybrid yang masuk. Kita akan bahas beberapa diantaranya :


1. Nissan Note e-Power

Pada tahun 2018 ini Nissan Note e-Power kemungkinan akan benar-benar masuk ke Indonesia karena unitnya sudah mulai diuji di sini. Yang mengejutkan dari mobil ini adalah pada tahun 2017 lalu Nissan Note menjadi mobil paling laris di Jepang, mengalahkan Toyota Prius. Sebagai mobil hybrid, tentu dia sangat efisien. Klaim dari pabrikannya, mobil ini bisa mencatatkan konsumsi bbm sebesar 37 km/liter, setara dengan motor bebek 125 cc wkwk. Mobil ini dulu basisnya dari Grand Livina, jadi harganya mungkin tidak beda jauh, kemungkinan mobil ini akan dijual di harga kurang dari 300 juta.

Nissan Note e-Power   |   image : carmudi


2. Nissan X-Trail Facelift

Masih dari Nissan, dari baca-baca beberapa sumber kabarnya X-Trail hybrid akan masuk ke Indonesia sekalian melakukan facelift untuk menyaingi Honda CRV. Sebenarnya X-Train versi hybrid sudah ada sebelumnya, namun harganya mahal karena alasan peraturan pajak itu tadi. Tahun ini kemungkinan masuk model facelift-nya yang bermesin hybrid dengan harga lebih murah.

Nissan X-Trail Hybrid   |   image : Nissan


3. Honda HR-V Facelift

Honda HR-V sudah menjamur di jalanan Indonesia tapi tahun ini kemungkinan akan masuk versi faceliftnya. HR-V baru akan berubah dari sisi desain maupun performa. Secara desain mobil ini akan lebih dinamis untuk mengimbangi Toyota C-HR. Lebih jauh, performa mobil ini akan meningkat karena mesin 1.8 CVT yang selama ini dipakai akan digantikan mesin hybrid dengan transmisi dual clutch yang lebih powerful.

HR-V / Vezel Facelift   |   image : kabaroto


4. Toyota C-HR

Ini adalah mobil yang akan segera masuk ke pasar Indonesia. Walapun belum tentu yang masuk versi hybrid karena mobil ini punya beberapa varian mesin yaitu 2000 cc bensin, 1200 cc turbo, dan 1800 cc hybrid. Semoga saja versi hybrid termasuk yang dijual di Indonesia untuk memanaskan persaingan di segmen ini.

Toyota C-HR   |   image : Autonetmagz


5. Toyota Sienta Hybrid

Saya lupa lihat dimana, tapi ada yang pernah upload foto Sienta hybrid sedang dites di jalanan Jakarta. Biasanya tes semacam ini adalah tanda bahwa mobil akan segera bisa dipesan oleh konsumen. Kita tunggu saja.

Toyota Sienta versi Hybrid   |   image : otonity

6. Toyota Prius

Nah ini adalah mobil yang juga laris di Jepang. Mobil ini kemungkinan akan masuk lagi ke Indonesia setelah perubahan regulasi pajak tadi. Prius sangat menggoda secara desain karena berbeda dengan Toyota-Toyota lainnya. Prius adalah mobil pertama yang menggunakan platform Toyota New Global Architecture (TNGA), platform yang akan digunakan oleh Avanza baru yang bocoran desainnya sangat keren.

Toyota Prius   |    image : Carmudi


Beberapa contoh diatas adalah mobil-mobil hybrid yang kemungkinan akan masuk ke Indonesia pada 2018. Tingkat kemungkinannya beda-beda ya, karena ada yang sudah dites di jalanan, ada yang sampai pada taraf dipamerkan, dan ada yang masih belum pasti varian mesin apa yang masuk. Kalaupun masuk bisa jadi ada fitur yang berbeda antara yang dijual di Indonesia dengan yang dijual di Jepang atau Eropa. Biasanya ini karena peraturan keselamatan kita belum seketat mereka dan juga untuk menghemat biaya produksi.

Atas nama awareness akan kelestarian lingkungan dan pengendalian polusi, saya sih berharap 10 atau 15 tahun lagi hybrid adalah trademark yang bergengsi, bukan lagi alternatif pilihan biasa untuk orang yang peduli lingkungan. Semoga mobil hybrid menjadi simbol kemapanan dan gaya hidup di Indonesia sehingga banyak orang bergeser dari mobil mesin konvensional ke mobil hybrid.


Chandra, 20-03-2018

*diolah dari berbagai sumber



Selasa kemarin saya mendapat kesempatan mengambil libur satu hari setelah hari sabtu dan minggunya lembur untuk menyiapkan acara kunjungan Kepala Staf Angkatan Darat. Saya nggak punya agenda khusus atau jani, tapi hari itu sudah saya niatkan untuk main ke kampus dan say hi pada sebanyak mungkin orang. Sejak bekerja saya jadi skip beberapa agenda seperti sidang teman, acara kumpul-kumpul, dll.

Tapi salah satu yang sangat ingin saya temui adalah dosen pembimbing TA kemarin. Beliau termasuk dosen yang gampang ditemui asal tidak sedang di luar kota. Jadi tanpa bikin janji pun bisa ditemui, cukup memastikan beliau ada di kampus saja. Padahal siapa saya, mahasiswa bukan, udah nggak bayar SPP, beberapa bulan ngilang, dan nggak janjian dulu hahaha.

Saya nggak sendiri kemarin, melainkan bersama seorang teman yang belum lama sidang dan akan wisuda April nanti InsyaAllah. Jadi obrolannya nggak jauh soal "mau apa setelah ini ?".

Ada sebuah pesan dari beliau yang sangat masuk untuk saya. Menurut beliau sebagai fresh graduate kita harus tahu apa yang kita kejar dalam karir. Bekerja 8 jam sehari bukanlah hal yang kecil, itu adalah sepertiga hidup kita, sepertiga men, it's a big deal. Jangan sampai kita tidak mendapat sesuatu yang signifikan dalam kesempatan itu. Delapan jam di tempat yang tidak tepat adalah sebuah kerugian.

Beliau mencontohkan, jangan sampai dalam ikatan selama 8 jam itu secara finansial kita tidak dibayar dengan baik, tidak menjadi lebih ahli dalam bidang yang dikerjakan, atau secara sosial tidak berkembang karena tidak sesuai dengan lingkungannya. Kalau kita memutuskan untuk bekerja, pastikan kita mendapat setidaknya salah satu dari itu. Kalau tidak, sia-sia lah waktumu.

Beliau cukup senang ketika tahu bahwa walaupun saya bekerja 8 jam sehari tapi punya fleksibilitas untuk mengatur waktu masuk dan pulang. Sebagai anak muda yang masih semangat mencoba banyak hal baru kondisi itu sangat mendukung.

Kalau di-zoom out, bekerja hanyalah salah satu dari beberapa pilihan selepas kuliah. Boleh saja kamu mau langsung sekolah lagi, membuka bisnis, atau menikah. Banyak pertimbangan di dalamnya dan sebenarnya kita tidak perlu meniru orang lain karena setiap orang punya alasannya masing-masing yang belum tentu dibuka. Kamu dan saya juga punya itu.

Ada satu teman saya yang begitu lulus ingin sesegera mungkin bekerja. Tidak soal kerja dimana. Itu karena dia menjadi tulang punggung keluarga membiayai ibu dan adiknya. Ketika belum tahu kondisinya saya termasuk yang menyayangkan keputusannya, tapi setelah tahu pandangan saya berubah.

Katanya rata-rata orang baru benar-benar matang di sekitar usia 40 tahun. Artinya kalau sekarang kita berada di angka 20-an masih banyak persimpangan yang harus dilewati, namun di sisi lain masih banyak pula kesempatan untuk belajar, dimanapun.

Jadi, dimanapun kita berada belajarlah, tapi tetap buka mata pada peluang-peluang baru di depan. Pilih pintumu.



gambar : pixabay










Saya baru mikir, konsekuensi logis dari kurangnya amal dan banyaknya maksiat adalah rasa tidak pantas mendapat 'pertolongan tidak maksud akal' dari Allah. Akibatnya kita jadi mudah putus asa, sulit melihat kemungkinan baik, dan rentan stres. Padahal harusnya tidak merasa begitu.

Kita tahu kok sebenarnya, kita bisa merasakan ada kalanya iman turun dan merasa jauh dari Allah. Ketika waktu habis untuk itu-itu saja, tidak menjadi lebih baik tiap harinya, pikiran jadi jenuh. Kalau sudah begini, cenderungnya kita bergeser ke arah yang lebih jelek. Layaknya air mengalir ke tempat yang rendah. Butuh energi dari niat yang lebih kuat untuk menggerakkan diri ke arah yang lebih baik.

Akhirnya terbentuklah lingkaran itu. Dimulai dengan amalan yang kurang, maksiat nambah, hati jadi kalut dan pikiran tidak jernih. Lalu merasa diri kotor dan kurang berhak mendapat pertolongan. Masalah yang tak seberapa cukup untuk menjadikan kita stres dan putus asa. Tanpa keinginan untuk berubah, pelampiasannya bisa salah tempat. Mulai lagi siklusnya.

Butuh pemantik untuk memutar lingkaran itu ke arah berlawanan. Kalau bingung mulai darimana, mungkin dengan bangun lebih pagi esok hari.

Intinya, jangan berputus asa atas rahmat Allah.



gambar : pixabay


Judul Film : Cool Runnings
Tahun : 1993
Sutradare : Jon Turteltaub
Aktor : Leon Robinson, John Candy, Doug E. Doug, Malik Yoda, Rawle D. Lewis, etc

Enough people say they know they can't believe. Jamaica we have a bobsled team. Jamaica we have a bobsled team.
Ada beberapa hal yang membuat saya suka menonton tayangan olimpiade. Pertama, ini adalah event yang mempertandingkan banyak cabang olahraga dalam satu tempat dan waktu. Dua, pesertanya datang dari seluruh penjuru dunia. Ketiga, Olimpiade memiliki sejarah penjang dan banyak cerita di balik penyelenggaraannya. Tidak terkecuali pada Olimpiade Calgary 1988 saat empat orang Jamaica yang sama sekali belum pernah melihat salju mengajukan diri sebagai peserta cabang olahraga Bobsleigh (Bobsled) di Winter Olympics.

Bicara soal Olimpiade, di Indonesia Olimpiade Musim Panas jauh lebih populer dibandingkan Olimpiade Musim Dingin. Bahkan sebutan "Olimpiade" disini otomatis diasosiasikan dengan Olimpiade Musim Panas. Maklum, Indonesia sejauh ini hanya mengikuti Summer Olympics saja, Winter tidak. Summer dan Winter Olympics sama-sama diadakan 4 tahun sekali, berganti-gantian tiap dua tahun.

Lalu, Bobsled adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Winter Olympics. Mau tahu seperti apa bobsled ? silakan YouTube aja ya hehehe

Film Cool Runnings adalah film yang berdasarkan kisah nyata pemuda-pemuda Jamaica ini dalam perjalanannya menuju Olimpiade Calgary 1988. Sebagai satu-satunya peserta dari negara Tropis, jelas mereka menjadi underdog. Tapi justru spirit perjuangan mereka yang menjadi nyawa di film ini. Yah, walaupun mereka tidak dapat medali sih.

Cool Runnings diambil dari nama kereta yang mereka gunakan pada kejuaraan itu. Kereta yang walaupun tidak mengantarkan mereka ke atas podium tetapi telah menjadikan mereka disambut sebagai pahlawan ketika kembali ke negaranya. Jamaica punya reputasi dalam cabang olahraga atletik Olimpiade Musim Panas bahkan sampai saat ini, siapa tidak kenal Usain Bolt, manusia tercepat di dunia ? Tapi ketika Jamaica mengirimkan tim Bobslednya, tidak ada lain orang-orang ini benar-benar pantas disebut pendobrak.

Film ini sangat layak tonton sebagai penumbuh inspirasi yang sarat humor. Serius, ini film bersemangat tapi lucu. Tapi karena ini buatan tahun 1993 (25 tahun yang lalu bro), tidak perlu mengharapkan kualitas visual yang sebagus film-film sekarang, apalagi cuma nonton di LK21 wkwkw...

Olimpiade dan event olahraga di seluruh dunia punya banyak cerita menarik, misalnya Denmark Euro 1992, andai lebih banyak yang difilmkan pasti akan jadi pelajaran bagi atlet-atlet masa depan khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya.

Review film kurang lengkap tanpa quote :

Feel the rhythm! Feel the rhyme! Get on up, it's bobsled time! Cool Runnings - Sanka

Jamaica bukan negara pertama yang mengirimkan atletnya ke winter olympic (yang pertama adalah Filipina di Sapporo 1972). Tim Bobsleigh mereka juga belum pernah meraih medali walaupun cukup rutin mengikuti event ini. Tapi kisah Cool Runnings telah membangkitkan spirit negara-negara 'hangat' untuk mengikuti Olimpiade Musim Dingin. Sampai sekarang tercatat sudah 37 negara tropis yang mengikuti ajang ini. Yang terbaru, di Pyeongchang 2018 Singapura dan Malaysia ikut serta. Indonesia bagaimana ?


Chandra - Maret 2018


gambar : YouTube 

Kali ini saya mau berbagi pengalaman soal mengurus perpanjangan SIM di luar daerah. Kalau domisili sama dengan KTP dan SIM sebelumnya sih simpel, tinggal datang ke Polres, SIM Outlet, atau SIM keliling pasti dilayani. Tapi bagaimana kalau tinggal di luar daerah ? Seperti saya yang KTP Bantul, D.I. Yogyakarta tapi tinggal di Bandung. Lebih lagi sekarang perpanjang SIM nggak boleh telat barang sehari. Telat sehari saja artinya harus pengajuan SIM baru.

Saya jelaskan dulu ya bahwa kondisinya saya pemegang KTP luar kota (Bantul) dan ingin memperpanjang SIM A di Bandung. Jadi mungkin bisa ada perbedaan minor dengan di daerah lain, misal biaya cek kesehatan atau mekanisme antrian. Kalau syarat umum sih sama harusnya se-Indonesia.

Oke, kita mulai dengan syarat-syarat yang diperlukan untuk memperpanjang SIM A dan C (SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan C) :
1. Fotokopi KTP (KTP asli dibawa saja)
2. SIM asli yang akan diperpanjang, A dan/atau C
3. Surat keterangan dokter (di Polres, SIM Outlet, atau SIM keliling ada tempat pemeriksaannya).
4. Uang

Berapa biaya/uang yang harus disiapkan ? Kalau saya di Bandung, perpanjangan SIM A : 130.000, perpanjangan SIM C : 125.000, cek kesehatan : 40.000. Karena saya memperpanjang SIM A saja maka biayanya 170.000.

Masuk ke cerita proses perpanjangan SIM-nya ya. Hari Sabtu pagi saya pergi ke SIM Corner BTC Pasteur. Letaknya di dekat parkiran motor dan mobil. Saya langsung menuju ke bagian pemeriksaan kesehatan. Disitu saya baru tahu kalau SIM Corner hanya menerima perpanjangan untuk yang ber-KTP Kota Bandung, sementara yang dari luar tidak bisa diproses. Saya (lebih tepatnya kami, karena saya mengurus berdua dengan teman) diminta untuk ke SIM keliling di CFD Dago Minggu paginya. Okelah, tapi karena terlanjur kesana saya tetap cek kesehatan, biar nanti gak perlu cek lagi.

Karena belum puas, kami coba ke Polrestabes Bandung di Jalan Merdeka, tapi ternyata di sana juga tidak melayani KTP luar daerah. Kami diminta ke SIM keliling CFD Dago (sama seperti yang tadi) atau kalau mau hari itu juga bisa coba ke SIM keliling yang hari itu ada di daerah Burangrang. Karena tidak terlalu jauh dari Polrestabes kami memutuskan kesana, sayangnya waktu kami sampai formulir sudah habis. Akhirnya kami memutuskan pulang.

Minggu paginya kami ke CFD Dago, mendatangi SIM keliling. Mobil SIM keliling mangkal di sekitar moneychanger Dolarindo, Kartika Sari ke bawah dikit. Kami datang jam 6 pagi agak tidak kehabisan formulir. Tapi waktu itu bahkan pendaftaran belum buka. Kami siapkan syarat-syaratnya dulu. 

Karena hari sebelumnya sudah cek kesehatan, kami tidak perlu antri pemeriksaan lagi. Ternyata ini sangat menguntungkan karena begitu loket dibuka kami bisa langsung memasukkan berkas, sementara kebanyakan masih antri cek kesehatan. Saya mungkin urutan 6 atau 7. Sebagai catatan, tadi jam 7.30 formulir sudah habis, jadi memang harus datang pagi-pagi.

Setelah memasukkan berkas-berkas saya menunggu dipanggil. Ini agak lama karena datanya harus diinput dulu, mungkin menunggu sekitar 30 menit. Setelah dipanggil saya merapat ke loket dan membayar biaya perpanjangan SIM A, 130.000. Setelah itu menunggu sebentar, mungkin sekitar 10 menit untuk kemudian foto. Selesai foto, kami menunggu lagi cukup lama, 45 menit mungkin, untuk mengambil SIM yang sudah jadi. 

Secara keseluruhan saya datang jam 6 pagi dan pulang jam 8.30. Yaa 2.5 jam untuk keperluan 5 tahunan oke lah. Apalagi di CFD juga banyak tontonan. Kondisi di SIM keliling juga kondusif, tidak ada antrian yang chaos atau saling serobot. Kurangnya hanya kursi yang disediakan untuk antrian kurang, sehingga harus mencari tempat sendiri.

Begitulah cerita pengalaman saya memperpanjang SIM A di luar kota asal. Agak sedikit rumit karena harus bolak-balik, Semoga informasi ini bermanfaat, silakan dishare kalau ada yang membutuhkan, dan kalau ada pertanyaan silakan taruh di comment. Terima kasih :)

Salam,


Seterpuruk-terpuruknya BB beberapa tahun terakhir, Blackberry tetap saja menjadi salah satu brand yang reputable. Setelah beberapa tahun tenggelam, tahun 2017 Blackberry mencoba comeback. Strategi yang diambil tentu dengan mengadopsi sistem operasi Android, langkah yang telat diambil karena dulu terkesan terlalu gengsi untuk berpindah dari OS BB ke Android.

Salah satu varian middle class Blackberry Android sekaligus yang pertama masuk Indonesia adalah Blackberry Aurora. Ponsel yang dirilis pada Maret 2017 ini dibekali RAM 4 GB dan memori internal 32 GB plus microSD slot sampai 256 GB serta OS Android 7.0 Nougat dari sananya. Sayangnya prosesor yang dibawa masih Snapdragon 425 yang notabene sebuah prosesor entry level.

karena masih langka, belum banyak tempered glass yang proper, tapi saya pasang aja biar gak kotor layarnya
warna depan hitam semua, tapi warna belakang ada pilihan : hitam, putih, gold

Pada awal kemunculannya, BB Aurora menerima banyak kritik karena dianggap terlalu mahal. Setahun yang lalu ponsel ini dibanderol sekitar 3,4 atau 3,5 juta. Banyak yang bilang BB terlalu ambisius, ingin kembali merebut pasar Indonesia dengan menciptakan citra 'mahal', strategi yang salah katanya.

Mungkin petinggi Blackberry mendengar keluhan itu dan mengevaluasi lagi harga BB Aurora. Harga ponsel ini turun drastis menjadi 2,6-2,7jt bahkan kini di kisaran 2,3-2,4. Saya sendiri ambil HP ini di harga 2,499k, sepaket dengan smart flipcase original Blackberry. Flipcase-nya bagus, bahannya soft touch halus, pembuatannya rapi, dan karena ini bawaan jadi cocok dengan settingan screensaver. Setiap ditutup, ponsel langsung masuk screensaver dengan tampilan jam dan badge notifikasi. Grip-nya sangat enak baik dengan atau tanpa case. Walaupun bahan casingnya masih plastik, tapi sama sekali nggak tampak murahan.

Harga awal dilepas 3.5, sekarang tinggal 2.4 brooo, gimana gak worth it gitu!!

Walaupun kelasnya middle-end, tapi tampilan ponsel ini sangat appealing. Thanks to layarnya yang 5,5inch punya warna hitam pekat sewarna bezel ketika dalam posisi terkunci, kesannya jadi seperti full view display. Layarnya juga sudah curved 2.5D dan dilapisi Gorilla Glass, tampak lebih mewah. Sayangnya karena masih anti mainstream, susah untuk cari aksesoris macam case atau tempered glass. Kalaupun ada masih belum proper karena meninggalkan bubble di sepanjang tepi layar. Tapi ya biar nggak kotor dan lebih terlindungi ya sementara dipakai dulu.

Hal yang keren dari ponsel ini adalah tetap dipertahankannya beberapa ciri khas Blackberry mulai dari LED Notification, Hub, swipe shortcut, dan DTEK. Kalau masih ingat, Hub adalah aplikasi yang menyatukan berbagai jenis pesan mulai SMS, email, telepon masuk, dll. Swipe shortcut juga sangat identik dengan BB, yaitu fitur untuk membuka aplikasi tertentu dengan cepat cukup dengan men-swipe home-button di layar. Oh ya, home dan back button ditaruh di layar ya karena tidak ada apa-apa di bawah layar kecuali logo dan tulisan Blackberry. Terakhir, DTEK berkaitan dengan keamanan. Nostalgic ni hape..

Fitur-fitur lain di ponsel ini diantaranya kamera 13MP/8MP, USB OTG, Bluetooth 4.0, layar IPS LCD, Dual Sim (BB dual sim pertama nih), baterai Li-ion 3000 mAh, dan fitur-fitur standar smartphone lain.

Sayangnya kamera BB Aurora bisa dibilang sangat pas-pasan, apalagi kamera depannya. Banyak HP lebih murah yang kameranya lebih bagus. Speaker ponsel ini juga cukup saja, nggak jelek tapi juga nggak bagus-bagus amat. Yaa memang jati diri Blackberry bukan hp untuk selfie atau youtube-an, ini ponsel bisnis. Terasa banget fitur-fiturnya banyak yang mengarah ke penggunaan bisnis.

hasil kamera outdoor
hasil kamera indoor


Kalau lihat review Aurora yang dibuat setahun yang lalu ketika ponsel ini keluar pasti kebanyakan mengeluhkan harganya yang kemahalan. Tapi setelah turun di kisaran 2,5 jt ke bawah rasanya ponsel ini jadi sangat menggiurkan.

Buat kamu kamu yang lagi cari hp baru dengan budget di bawah 3 jt, ini adalah salah satu pilihan yang tepat. Dibandingkan kompetitor di kisaran harga itu fiturnya cukup lengkap dan yang pasti anti mainstream.

Serius lebih cantik kalau dilihat langsung daripada di foto

Sekian dan terima kasih sudah membaca. Btw, ada yang masih pakai BBM gak ya ?

Chandra


sumber gambar :
pinterest.com (foto 1)
beritateknologi.com (foto 4)
sisanya dokumentasi pribadi...
Previous PostOlder Posts Home