Menampung Kesibukan

Musuh terberat adalah diri sendiri. Kita semakin bijak, musuh kita juga semakin bijak. Kita semakin waskita, musuh kita semakin waskita. Terus piye ? Jika musuh kita adalah sampah sebesar lautan, jadilah lalutan yang mampu menampung sampah tersebut. Sehingga kita tidak merugikan orang lain.
Kurang lebih begitu yang disampaikan mas Sabrang a.k.a Noe Letto dalam salah satu forum Kenduri Cinta "Menegakkan Pagar Miring" yang saya tonton di Youtube.

Kata kuncinya adalah 'menampung'. Dengan menjadi sesuatu yang mampu menampung segala masalah, kesibukan, kepenatan hidup, dll artinya kita ikhlas untuk menerima itu semua sebagai dialektika yang Allah ciptakan.

Ketika harus tidur pagi setiap hari karena tugas-tugas dan pekerjaan, mungkin akan terasa lebih ringan bila kita ikhlas karena Allah SWT.

Do what you love, love what you do,
setelah semua yang kita lakukan hari ini, semoga yang kemarin tampak mustahil sekarang menjadi lebih mungkin. Aamiin

Cinta tidak butuh pengorbanan, ketika kamu merasa berkorban, saat itulah cintamu mulai pudar - Sudjiwotejo...Love what you do.

Kepada teman-teman Unit Rebana ITB dan panitia Grand Festival Rebana Nasional semoga tercapai keinginannya mendatangkan mas Sabrang, atau Letto sekalian


Seminggu sebelum 5 Maret
Masih di sekre URO ITB



Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment