Tanggapan Terhadap Polemik Pendirian Mall di Bantul

mal4 n gedung atau kelompok gedung yang berisi macam-macam toko dengan dihubungkan oleh lorong (jalan penghubung) - KBBI


Sekarang saya berdomisili di Bandung tetapi saya berasal dari Bantul, D.I. Yogyakarta. Saat ini di Bantul sedang terjadi perdebatan tentang perlu tidaknya pantas tidaknya didirikan mall di kabupaten ini. Kebanyakan orang menolak dengan beberapa alasan antara lain akan mematikan perekonomian akar rumput, menyebabkan masyarakat menjadi konsumtif, dan tidak sesuai dengan budaya Bantul. Honestly, saya belum menemukan orang awam yang mendukung rencana ini.
Saya sendiri tidak menolak dan tidak mendukung rencana ini karena sama-sama mempunyai alasan untuk menolak dan menerima kehadiran mall di Bantul

Alasan menolak :

1. Membahayakan ekonomi masyarakat, karena akan menjadi pesaing bagi para pemodal dan pengusaha lokal kecil dan menengah.

2. Adanya mall bisa menyebabkan kesenjangan di masyarakat.

3. Pembangunan mall bisa mengurangi kualitas lingkungan, meliputi air, tanah, dan polusi visual.

4. Mall memungkinkan pemodal besar bahkan internasional masuk ke Bantul.


Alasan menerima (bukan mendukung yaa..) :

1. Segmen mall berbeda dengan pasar tradisional dan usaha menengah. Selama ini sudah ada 'golongan mall' di Bantul yang jika ingin nge-mall pergi ke Amplaz, JCM, Mall Malioboro, dll. Artinya mall di Bantul akan merebut pasar mall-mall yang sudah ada sedangkan konsumen pasar tradisional akan setia karena pertimbangan harga dan kedekatan lokasi. Saya pikir yang lebih mengganggu pasar tradisional malah Ind*maret dan Al*amart yang banyak tersebar dan memiliki segmen konsumen dari kalangan masyarakat awam.

2. Sebagai perbandingan, link berikut menunjukkan daftar mall di Indonesia, tampak bahwa banyak kabupaten (abaikan kota besar) sudah memiliki mall. Saya ambil data dari wikipedia karena bukan untuk keperluan akademis. https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_pusat_perbelanjaan_di_Indonesia
orang Bantul pasti tahu Mulia dan Purnama itu sebesar apa, tidak masuk kategori mall jika melihat definisi KBBI.

So, jika ada refendum mengenai pembangunan mall, saya abstain. Saya tidak menolak dan tidak mendukung, jika dibangun dan sudah jadi saya juga ingin kesana, jika pun tidak bukan masalah. 

Kepada pemerintahan yang baru saja dilantik, tolong lebih memerhatikan suara masyarakat. Saya sudah 3 tahun di Bandung jadi mungkin sudah terpengaruh bau metropolitan. Bahkan saya tidak mencoblos ketika pilkada kemarin. Jangan kecewakan pemilih Anda. Jika boleh memberi saran, saya sarankan untuk membangun pusat perbelanjaan seperti Balubur Town Square (Baltos) di Bandung. Baltos menyatukan brand 'kota' semacam Ace Hardware, Dunkin Donuts, Hokben, bahkan kadang ada pameran mobil, dengan kios UMKM dan pasar tradisional. Seperti ini Baltos Bandung







Bandung bisa kenapa Bantul tidak ?

Saya berharap yang terbaik untuk Bantul. Kemarin salah satu teman mengirim pesan :

"Chan, Bantul butuh kita"

Entah apa maksudnya, tidak saya tanggapi. Tapi yang saya tahu teman saya ini frustasi karena tidak bisa mengakses internet dari rumahnya di daerah Bantul selatan. Bantul perlu dimajukan.

Bantul Projo Taman Sari


Salam,
Chandra







Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment