Ujian Nasional : Gak Ngerti Lagi deh

Ketidakteraturan - akibat pembiaran - akan memicu masalah yang lebih besar. Contoh, rumah yang jendelanya pecah dan dibiarkan, jika dilihat orang akan dianggap rumah yang tak diurus, akibatnya orang tidak ragu lagi untuk mencoret temboknya, membuang sampah di depannya, dll. Pemikiran yang saya baca dari buku karangan Malcolm Gladwell.

Ujian Nasional (UN), awalnya saya tidak tertarik menulis tentang yang satu ini karena toh sudah lewat bagi saya. Tapi setelah membaca berita di okezone tentang bocoran UN yang menyangkut SMA saya, emosi saya terpancing. Ini beritanya  http://news.okezone.com/read/2016/04/07/65/1356975/siswa-di-bantul-temukan-kebocoran-un-biologi

Saya kenal si B ini dan ketika membaca berita ini kok saya pikir dia terlalu polos, atau mungkin pemberitaannya yang membuat tampak begitu karena orang ini sama sekali tidak polos menurut saya -_-. "Menemukan kebocoran UN Biologi", dibuat bombastis seolah tidak ada bocor-bocor yang lain. Bagus jika ini memang satu-satunya kasus, tapi jika ada lagi.. gak ngerti lagi deh!

Sebagai siswa yang cukup sering berurusan dengan Dikmenof Bantul semasa sekolah, saya juga menyayangkan jika tanggapan dinas hanya seperti yang diberitakan media. Karena kasus terjadi di Bantul, pasti ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk membuat perubahan. Minimal melakukan investigasi dan memberikan laporan untuk bahan evaluasi oleh jajaran yang lebih tinggi. UTS dan UAS di SMA dulu sepertinya lebih angker daripada UN jika bocoran tersebar kemana-mana. Kecurangan dalam UTS dan UAS mungkin hanya kerjasama orang per orang, yang jika pengawasnya tahu bisa ditegur.

Berita tentang kebocoran UN terdengar setiap tahun. Mengindikasikan lemahnya sistem pengawasan dalam sebuah proyek skala nasional. Perbaikan seperti penambahan jumlah paket tetap saja bisa diakali. Karena masalahnya mungkin bukan pada teknis pelaksanaannya, tetapi adanya persepsi di masyarakat bahwa ada celah terbuka untuk melakukan kecurangan. Sistem ini berjalan tidak sesuai dengan yang dikehendaki, dan jika dibiarkan semakin lama akan semakin jauh dari desired track. Sistem ini memiliki ketidakteraturan akut.

UN adalah, kesempatan bagi para pendidik untuk BENAR-BENAR MENDIDIK. Bagi adik-adik yang menjalankan UN, jalani saja apa adanya dulu. Karena walaupun rusak, jika itu satu-satunya jalan yang harus dilewati ya lewati saja. Belajarlah lebih tinggi dan mari buat perubahan. 

Kelulusan UN ditentukan sekolah, right ? Berarti tidak perlu khawatir :)

Bonus gambar dari dedidwitagama.files.wordpress.com



Chandra
Alhamdulillah sudah lulus UN

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment