5 Alasan AADC 2 Menjadi Film Laris 2016

Kancah perfilman Indonesia kembali memunculkan sebuah karya fenomenal melalui film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC 2). Kelanjutan dari film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) yang dirilis tahun 2002 ini menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Belum selesai pemutaran filmnya di bioskop, AADC 2 sudah ditonton oleh  lebih dari 3.5 juta penonton, angka ini hanya kalah dari Laskar Pelangi (4.6 juta), Habibie & Ainun (4.5 juta), dan Ayat-Ayat Cinta (3.6 juta). Namun dengan masih diputarnya film ini di bioskop maka masih terbuka kemungkinan AADC 2 melewati raihan film-film tersebut.

Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan film AADC 2 menjadi film yang laris.


1. Kesuksesan AADC (1)
Kesuksesan AADC 2 tidak bisa dilepaskan dari bagian pendahulunya yang dirilis tahun 2002. Secara independen AADC 1 sudah merupakan film yang berkualitas. Menurut data filmindonesia.or.id, AADC 1 ditonton oleh sekitar 2.7 juta penonton. Perlu diingat bahwa jumlah penduduk dan bioskop di Indonesia saat itu belum sebanyak sekarang. 

Terlebih lagi, benang merah antara AADC 1 dan AADC 2 yaitu 'bertemu setelah 14 tahun berpisah' menjadi komoditi yang sangat menarik minat masyarakat dan membuat bertanya-tanya seperti apa jadinya ketika pasangan yang sudah lama terpisah akhirnya bertemu. Jawaban dari teka-teki itu mendorong orang-orang untuk datang menonton. 


2. Penonton Lintas Generasi
AADC 2 ditonton oleh 2 'generasi'. Misal dianggap mayoritas penonton aktif bioskop adalah penduduk berusia 16 sampai 35 tahun. Maka pada tahun 2002 dan 2016, populasi yang terbentuk sudah sangat berbeda. Dengan trik beda 14 tahun itu, AADC 2 menjadi menarik bagi populasi gabungan antara generasi penonton 2002 dengan generasi penonton 2016. 

Sekuel film yang terpisah 14 tahun ? Ide yang brilian.


3. Promosi yang efektif
Sejak jauh-jauh hari, film AADC 2 sudah terdengar gaungnya melalui media sosial, media elektronik, dan media cetak. Official trailer, meet and greet cast, iklan, dan sebagainya yang juga mengedepankan konsep 'bertemu setelah 14 tahun berpisah' semakin menarik minat masyarakat untuk menemukan jawabannya. Budaya gethok tular yang kental di Indonesia apalagi di era media sosial juga mendukung popularitas film garapan Riri Riza ini.


4. Pemilihan lokasi syuting
Ada hal menarik di samping teka teki hubungan Rangga-Cinta yang terkandung dalam film AADC 2, yaitu lokasi pembuatan film. Di berbagai media, forum, dan website, topik tentang lokasi syuting film  AADC 2 menjadi hal yang menarik untuk di bahas. Salah satu laman yang cukup baik membahas hal ini adalah sebagai berikut :


5. Kelekatan dengan Jogja
Film AADC 2 sangat berkaitan dengan Jogja. Mayoritas latar kejadian berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (daftar dapat dilihat di link di atas). Saya sendiri menonton di Jogja dan sampai hampir sebulan pemutaran filmnya, studio bioskop masih penuh. Konsep kelekatan (stickiness) juga menjadi senjata lain yang sangat mengena khususnya bagi masyarakat DIY. Betapa bangganya ketika film ini menampilkan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi sendiri seperti Candi Ratu Boko, Jalan Prawirotaman, Pantai Parangkusumo, dll.


Saat ini film AADC 2 masih diputar di bioskop, bagi Anda yang belum menyaksikannya sangat saya sarakan untuk segera menonton. 


Salam,
Chandra
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment