Tech : Energy Recovery System in Formula 1

Formula 1 bisa dikatakan merupakan mobil dengan teknologi tercanggih saat ini. Faktanya, mobil balap F1 dapat melaju hingga kecepatan lebih dari 300 km/jam di lintasan dan akselerasinya mampu menambah kecepatan mobil dari 0 hingga 160 km/jam hanya dalam waktu 4 detik. Belum lagi teknologi aerodinamikanya yang memberikan downforce besar untuk mencegah slip dan perangkat elektroniknya yang mampu memantau dan mengendalikan komponen-komponen mobil.

Salah satu komponen menarik lain dari jet darat ini adalah rem. Bayangkan saja, mobil harus diperlambat dari kecepatan 300 km/jam menjadi cukup rendah untuk masuk ke tikungan. Suhu yang terbentuk di piringan rem bisa mencapai 10000 derajat celcius. Mobil melaju dengan kecepatan sangat tinggi sehingga memiliki energi kinetik yang juga tinggi. Wajar jika panas yang dihasilkan pada proses pengereman sangat tinggi karena energi kinetik yang dikonversi juga besar. 


KERS
Kesadaran dunia terhadap perlunya konservasi energi juga memengaruhi dunia balap F1. Tahun 2009 dikembangkan teknologi bernama KERS (Kinetic Energy Recovery System). KERS yang diterapkan optimal pada 2011 ini adalah sebuah teknologi yang dapat mengonversi energi kinetik yang (seharusnya) hilang dalam pengereman menjadi energi listrik yang bisa digunakan kembali. 

KERS worked by harnessing waste energy created under braking and transforming it into electrical energy, providing an additional 60kW (approximately 80bhp) of power for up to 6.67 seconds per lap" (formula1.com). 

source : ffden-2.phys.uaf.edu

ERS
Seiring berkembangnya teknologi, KERS pun berubah menjadi ERS (Energy Recovery System). Sistem yang melakukan proses ini adalah Motor Generator Unit (MGU) melalui dua metode yaitu kinetik (MGU-K) dan heat atau panas (MGU-H)

MGU-K adalah pengembangan dari KERS dimana energi yang dikonversi bersumber dari pengereman dan yang dihasilkan adalah energi listrik. Namun, MGU-K dapat menghasilkan energy return yang lebih besar yaitu mencapai 2 kali lebih besar daripada KERS.

Sementara itu, MGU-H adalah sistem yang menghasilkan energi listrik dengan memanfaatkan exhaust. MGU-H tidak memiliki batasan energi seperti MGU-K yang terbatas pada angka 2 MJ.


ERS in ITB
Seorang dosen di ITB melakukan penelitian dan mencoba untuk membuat perangkat semacam ERS. Beliau memanfaatkan panas mesin motor untuk memanaskan pizza. Obyeknya adalah motor yang digunakan oleh Pizza Hut Delivery (PHD). Ide menarik, bukan ?


Salam,
Chandra
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment