Book Review : Meneladani Mahapatih Gajah Mada


Saya awalnya kurang tertarik dengan novel sejarah sampai akhirnya saya membaca novel milik teman saya berjudul Gajah Mada 1 : Makar Dharmaputra karangan Langit Kresna Hariadi. Novel itu adalah bagian pertama dari 5 seri Gajah Mada.

Gajah Mada #1 : Makar Dharmaputra
Sesuai judul bukunya, Gajah Mada adalah tokoh utama dalam cerita ini. Pada buku pertama, Gajah Mada baru berpangkat bekel sekaligus pimpinan pasukan khusus Bhayangkara. Bhayangkara adalah pasukan kecil yang memiliki kemampuan khusus dalam intelejen dan strategi. Pada saat itu, di Majapahit terjadi kekacauan karena upaya makar yang dilakukan oleh Rakrian Kuti dan teman-temannya. Dengan kemampuannya menghasut, Kuti berhasil memengaruhi banyak orang untuk memuluskan upayanya hingga akhirnya ia berhasil memaksa Jayanegara (Raja Majapahit) untuk mengungsi. Gajah Mada dan Bhayangkara dengan segala kerja keras dan kecerdikannya berhasil menyelamatkan Jayanegara bahkan membalas dendam kepada Ra Kuti. Buku ini dipenuhi gemilangnya sepak terjang Gajah Mada dalam menjalankan aksinya yang sekaligus melambungkan namanya di Majapahit.

Gajah Mada #2 : Takhta dan Angkara
Meskipun upaya penyelamatan yang dilakukan Gajah Mada berhasil, Jayanegara akhirnya tewas akibat racun yang diracik oleh Ra Tanca. Akibat meninggalnya Jayanegara, Majapahit mengalami kekosongan kekuasaan yang perlu segera diisi. Dua adik kandung Jayanegara menjadi calon kuat yaitu Sri Gitarja dan Dyah Wiyat. Keduanya sama-sama baik dan bersih. Sayangnya, di belakang kedua orang tersebut ada calon suami dan pendukungnya yang mempunyai niat buruk dan ingin berkuasa di Majapahit. Gejolak bahkan pertumpahan darah kembali muncul di istana. Gajah Mada yang jabatannya sudah naik manjadi Patih Daha berhasil meredakan persoalan-persoalan yang muncul sekaligus memberikan usulan siapa raja Majapahit berikutnya.

Gajah Mada #3 : Sumpah di Manguntur
Sri Gitarja dan Dyah Wiyat menjadi raja bersama di Majapahit. Majapahit diserang musim kemarau berkepanjangan yang membuat masyarakat sengsara. Kekuatan magis yang dimiliki oleh Rajapatni Biksuni Gayatri dan orang-orang hebat pada generasinya mewarnai lika-liku perjalanan Majapahit hingga akhirnya kemakmuran masyarakat terpenuhi kembali. Di sisi lain, Mahapatih Arya Tadah yang sudah tua sakit-sakitan dan meminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Orang yang diusulkan Arya Tadah adalah Gajah Mada yang saat itu masih bisa dibilang muda. Hal ini memunculkan kedengkian di benak beberapa pihak. Rawe rawe rantas malang-malang putung, Gajah Mada diangkat menjadi Mahapatih Majapahit dan ditandai dengan Sumpah Palapa di Balai Manguntur.

Gajah Mada #4 : Sanga Turangga Paksowani
Gajah Mada mampu menepati sumpahnya yang luar biasa berat untuk menyatukan nusantara. Negara dan kerajaan di nusantara berhasil dijadikan negara bawahan Majapahit baik secara damai maupun paksaan. Semua wilayah nusantara (lebih luas dari Indonesia sekarang) telah bergabung kecuali satu : Sunda Galuh. Sikap Sunda Galuh yang ngeyel membuat Gajah Mada marah. Di sisi lain, Raja Majapahit Hayam Wuruk jatuh cinta pada sekar kedaton (putri raja) Sunda Galuh yaitu Dyah Pitaloka Citraresmi dan ingin menikahinya. Gajah Mada yang pengaruhnya sangat besar bahkan lebih kuat dari raja tetap pada pendiriannya bahwa Sunda Galuh harus menyerahkan diri. Akibatnya, terjadilah Perang Bubat yang sampai sekarang terkadang masih terasa pengaruhnya pada hubungan Jawa-Sunda.

Gajah Mada #5 :  Hamukti Moksa
Pembantaian terhadap raja, permaisuri, dan sekar kedaton Sunda Galuh adalah perbuatan tak termaafkan apalagi bagi Sunda Galuh. Tidak mengherankan bila akhirnya Sunda Galuh mengirimkan orang untuk membunuh Gajah Mada. Gajah Mada sendiri, yang telah dicopot dari jabatannya sebagai Mahapatih memilih mengasingkan diri. 


Novel Gajah Mada karangan Langit Kresna Hariadi ini sangat sesuai untuk dibaca oleh semua kalangan. Walaupun sekilas bacaannya berat namun dengan pemilihan kata-kata dan konstruksi cerita oleh LKH novel ini menjadi sangat menyenangkan untuk dibaca. Pengetahuan mengenai sejarah Gajah Mada dan Majapahit dapat diperoleh dari novel ini dan dapat diteladani. 



Salam,
Chandra
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment