Tanpa Visi, Raksasa pun Bisa Mati

Dunia semakin kejam dan perkembangan jaman semakin cepat. Teknologi-teknologi baru terus ditemukan dan menggeser versi pendahulunya. Pihak-pihak yang tidak dapat menyesuaikan diri dan tidak punya visi yang baik akan tersisih, "raja" sekalipun.

Nokia, perusahaan alat komunikasi asal Finlandia adalah salah satu contoh paling nyata. Nokia adalah raja di bidang telepon seluler pada tahun 2000an. Produknya menyebar ke seluruh dunia dan teknologinya terdepan dibandingkan pesaing-pesaingnya waktu itu. Di Indonesia setidaknya, kala itu merk Nokia adalah jaminan kualitas. Kini Nokia tersisih, memang masih ada produknya di pasaran namun pangsa pasarnya sudah sangat menyusut direbut oleh pabrikan lain seperti Samsung dan Apple. Lahir dan berkembangnya sistem operasi Android dan 'penolakan' Nokia untuk memakainya menjadi kesalahan fatal yang membuat sang raja jatuh.

Nasib hampir sama dialami oleh Blackberry. Perusahaan yang memproduksi hardware ponsel sekaligus softwarenya ini sempat populer di akhir dekade 2000an. Namun belum begitu lama pasarnya direbut oleh ponsel-ponsel Android dan iOs. Bahkan pada akhirnya Blackberry 'memberikan' aplikasi andalannya yaitu Blackberry Messenger (BBM) ke platform pesaingnya.

Selanjutnya Yahoo, sebelum jaringan Google sebesar sekarang, Yahoo adalah salah satu portal yang sangat populer. Namun kurangnya inovasi benar-benar menenggelamkan namanya. Kini Yahoo telah diakuisisi oleh Verizon.

Sony, Toshiba, Sharp, dan beberapa perusahaan Jepang yang lain juga sedang mengalami masa-masa sulit. Statistik menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan ini dipimpin oleh jajaran direksi yang sudah berumur. Kondisi ini mengakibatkan kurangnya inovasi dan lambatnya perusahaan dalam merespon perubahan kondisi ekonomi dan pasar.

Kesimpulannya, roda memang terus berputar. Ada kalanya kita ada di atas namun ada kalanya pula di bawah. Jika di atas jangan terlalu jumawa dan jika sedang di bawah jangan rendah diri. Sama halnya jangan terlalu berani ketika benar dan terlalu takut ketika salah. Dan teruslah berinovasi serta berkreativitas.



Salam,
Chandra
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment