Keterbatasan waktu dan koneksi internet tidak memungkinkan saya untuk update setiap hari di HK. 

Sebelumnya saya sudah menulis catatan harian :




Alhamdulillah sejam yang lalu saya tiba di Bandung. Sambil menunggu subuh saya coba untuk menulis sesuatu.

Selepas acara AOTULE 2016, rombongan ITB merancang itinerary sendiri untuk jalan-jalan di HK. Kami booking hotel di daerah Tsim Sha Tsui (baca : Cim Sha Cui), sebuah daerah favorit wisatawan di Hong Kong karena dekat dengan obyek menarik seperti Ladies Market, CTMA Center, Victoria Harbour, Clock Tower, dll. Ternyata selain dekat dengan obyek turisme, di Tsim Sha Tsui ada Kowloon Masjid dan Islamic Center.

Jadwal salat

Kami menginap di Panda's Hotel, tepat berhadapan dengan Masjid Kowloon. Lebih tepatnya kami berada di Nathan Road 88. Alhamdulillah saya sempat salat jamaah dzuhur di masjid ini. Masjidnya megah berdiri di pusat keramaian. Masjid cukup ramai karena posisinya strategis apalagi kemarin (27/11) sedang ada pengajian dan ternyata berbahasa Indonesia.

Cukup banyak kegiatan di masjid ini. Di luar waktu salat pun banyak orang di sana. Jamaah bermacam-macam, ada orang timur tengah, Afrika, Asia Tenggara, dan wajah-wajah kulit putih.

Salah satu kegiatan di halaman belakang masjid, orang Indonesia juga

Di samping masjid, agak tertutupi proyek pembangunan trotoar Nathan Road, banyak ibu-ibu asal Indonesia menjajakan makanan halal. Entah ini sudah rutin atau hanya karena ada pembangunan. Karena jika terlihat aparat pasti diusir. Makanan yang dijual bermacam-macam dan mayoritas makanan Indonesia. Selain makanan berat ada juga gorengan, krupuk, minuman, dan paket internet. 

Saya bersyukur menemukan makanan halal, mengenyangkan, sekaligus bergizi di sana. Sayang, ibu-ibu ini kurang mengindahkan etika dalam berjualan. Berteriak-teriak, bicara kasar seperti di pasar, memanggil-manggil pejalan kaki dengan kurang sopan. Semua itu dilakukan di negara motropolitan dimana banyak orang dari berbagai negara lalu lalang. Masjid berisi umat Islam dari berbagai bangsa, tapi yang berjualan di trotoar hanya orang Indonesia.

Pedagang berjualan di trotoar, pembeli makan di tangga

Sejak sebelum berangkat saya sudah diperingatkan bahwa akan sulit menemukan makanan halal di Hong Kong. Dikatakan lebih sulit daripada di Jepang atau Korea. Hal ini terverifikasi oleh abang-abang dari Tokyo Tech asal Indonesia yang ikut AOTULE. Saya mencontoh mereka dalam pertimbangan makanan halal di negara non-muslim.

Dalam pendaftaran AOTULE sudah diberi opsi untuk request makanan halal (moslem food). Saya pikir makanan untuk muslim akan dibedakan seperti yang dilakukan China Airlines (request moslem food disajikan lebih dulu). Namun ternyata buffet makanannya di gabung. Kadang ada menu yang diberi tulisan Halal atau Veg (untuk vegetarian). Alhasil kami pilih-pilih makanan, menghindari yang kira-kira haram. Setidaknya kami masih bisa makan.

Masalah datang ketika acara resmi AOTULE selesai. Hal itu berarti tidak ada lagi akomodasi konsumsi dari panitia. Tanggal 25 malam kami (orang Indonesia ITB dan Tokyo Tech) hanya makan roti. Tanggal 26 kami cari-cari info tempat makan halal di HK. Rombongan muslim Tokyo Tech wisata kuliner Bebek Peking halal di daerah Causeway Bay, ITB ke Disneyland.

Tanggal 26 siang kami makan di Disneyland. Ternyata Disneyland HK menyediakan 1 restoran tersertifikasi halal, namanya The Explorer's Club. Menunya masakan Indonesia (most favorite), Asia, Korea, dan Jepang. Namun karena berada di dalam obyek wisata, harganya memang cukup mahal. Setidaknya, di samping restoran ini ada mushola. Alhamdulillah.

The Explorer's Club, tersertifikasi halal

Malamnya, ketika belanja di Mong Kok kami menemukan 1 restoran halal. Restoran ini menjamin seluruh menunya halal termasuk yang berdaging. Menu yang tersedia adalah masakan India. Lokasinya di jalan yang digunakan untuk Ladies Market, saya lupa nama jalannya.

Saya dan kawan-kawan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga diri tetap di jalan yang benar. Salah satu abang dari Tokyo Tech adalah pengurus masjid Tokyo or something like that jadi saya banyak tanya pada dia tentang beberapa pertimbangan, saya pikir ilmunya cukup dalam. 

Tapi, di Hong Kong saya berkesimpulan bahwa idealisme bergama di Indonesia tidak bisa selalu dipakai di negara non-muslim. Jika sudah menetap mungkin lebih mudah karena bisa masak sendiri, punya tempat salat, tahu dimana ada masjid, dll. Tapi jika hanya berkunjung akan jadi cukup sulit. Alhamdulillah Allah SWT juga memberikan keringanan misalnya untuk urusan salat.

Di perjalanan ini juga saya menemukan bahwa di luar sana sudah banyak non-practicing moslem. Mereka mengaku Islam tapi tidak salat dan enteng saja makan babi. "I'm moslem but I dont pray", ucap salah satu kawan. Tidak seperti di Indonesia, mereka bangga dengan itu. Bagaimana menurut Anda ?

Berkaitan dengan keyakinan, dalam perjalanan ini saya menyimpulkan bahwa Hong Kong sebagai wilayah metropolitan menjadi melting pot berbagai etnis dan agama, termasuk Islam. Di pusatnya cukup besar populasi muslim sehingga ada fasilitas penunjang seperti Islamic Center, masjid, dan restoran halal. Namun, di pinggiran yang agak sepi hal ini sulit dicari. Yang kedua, sebagai mayoritas di negeri sendiri, cobalah merasakan menjadi minoritas di negeri orang.


Salam,

Chandra










Hari pertama masih malu-malu, hari kedua obrolan hangat, hari ketiga sedih karena berpisah.

Tidak banyak agenda pada hari ini, hanya presentasi tugas diskusi kelompok, farewell lunch, dan city tour. Sebelumnya baca ini dulu yaa, karena mungkin akan ada istilah-istilah atau kondisi yang saya jelaskan di postingan sebelumnya dan tidak diulang di sini :



Tugas kelompok yang diberikan sebenarnya kurang enak. Topik-topiknya tentang masalah kota besar namun harus dihubungkan dengan "Big Data". Padahal, hanya sedikit dari peserta yang memahami atau punya riset yang berkaitan dengan big data.

Saya juga baru paham apa itu big data dan kenapa seperti sebuah hal yang sangat penting ? Apa bedanya dengan data biasa atau database ?

Sepemahaman saya dari diskusi dengan teman-teman di sini, big data adalah sekumpulan data abstrak yang jika dilihat tidak mencerminkan apapun. Big data perlu dianalisis terlebih dahulu supaya bisa ditarik kesimpulan. Tidak seperti data biasa yang ditampilkan dalam tabel atau grafik dimana kita cuma perlu membacanya.

Saya di Team B, dan yang menjadi pemenang presentasi terbaik adalah tim I. Memang tim ini memiliki 1 anggota yang sangat bagus dalam presentasi, namanya Perez kalau tidak salah, dari Tokyo Tech. Kelompok lain biasa-biasa saja karena banyak juga yang berpikir ini acara networking bukan lomba.

AOTULE Conference 2016 ditutup dengan farewell lunch di Chinese Restaurant, masih di HKUST. Berkaitan dengan makanan, kami muslim Indonesia pilih-pilih lagi seperti biasanya. Kami (saya dan Mbak Nida) sempat agak malu karena kami sudah terlanjur mempromosikan bahwa AOTULE 2017 diadakan di ITB. Ternyata just a moment before forum dekan memutuskan tahun depan acara diselenggarakan di Hanoi University of Science and Technology (HUST). Baru kami tahu hal ini waktu lunch.

Tak apa, lupakan itu dan nikmati HK City Tour. Acara ini opsional dari panitia, namun banyak juga yang akhirnya ikut. Selain ingin memanfaatkan fasilitas jalan-jalan gratis, banyak juga yang ikut karena ingin ke 'kota'. Maklum, HKUST jauh dari mana-mana.

Ada dua tempat yang kami kunjungi siang sampai sore tadi. Pertama adalah Museum Sejarah Hong Kong. Di tempat ini isinya adalah perjalanan Hong Kong sejak bumi terbentuk 400.000.000 tahun yang lalu hingga sekarang. Tempat ini sangat cocok untuk wisatawan yang ingin tahu Hong Kong sebelum menjadi motropolitan macam sekarang ini.

Hong Kong Museum of History

City Tour berlanjut ke Victoria Peak. Victoria Peak adalah sebuah titik di perbukitan Hong Kong yang dari sana dapat terlihat pemandangan Hong Kong yang luar biasa. Tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang suka fotografi. Sayang tadi angin sedang sangat kencang, dingin, dan agak berkabut.

Peserta AOTULE, dari India, PhD Candidate

Rencananya, Sabtu tanggal 26 November besok saya, Mbak Nida, dan Bu Dita akan ke Disneyland (InsyaAllah, jika cuaca memungkinkan). Saya ditawari ikut dulunya, saya meng-iya-kan karena kalau tidak ikut mereka berarti saya jalan-jalan sendiri. Jalan-jalan sendiri di Hong Kong bukan ide yang bagus saya pikir. Walaupun belakangan saya agak menyesal karena ternyata ada mas-mas Tokyo Tech yang berasal dari Indonesia yang besok mau wisata kuliner halal Hong Kong. Tapi saya terlanjut beli tiket Disneyland.

Tesla di jalanan Hong Kong, Indonesia ada belum ya ?

Niat awalnya, kami kembali ke HKUST, ambil koper, lalu pindah hotel ke Campus Hong Kong hotel yang lokasinya dekat Disneyland. Tapi karena sudah malam akhirnya kami numpang saja pada teman-teman Tokyo Tech. Mereka ternyata extend 1 hari di hotel HKUST jadi kami bisa numpang tidur. 

Tidak cuma numpang tidur, akhirnya barusan kami kumpul-kumpul, makan mie gelas, dan main Werewolf di kamar Mas Bagja yang luas. Baru saja selesai sebelum saya menulis ini.

InsyaAllah pesawat untuk kembali ke Indonesia terbang hari minggu sore, kami masih punya 2 hari kurang untuk menjelajahi Hong Kong. Semoga semua berjalan sesuai rencana. Aamiin


Salam,
Chandra

siiiip !!  +Victoria Peak 



Hong Kong sedang sangat berangin. Burung-burung elang laut bisa terbang bermenit-menit tanpa mengepakkan sayapnya. What a lovely sight.

Sekarang di sini jam 11:11 waktu standar HK. HK satu jam lebih cepat daripada waktu Indonesia bagian barat. Baru beberapa menit yang lalu saya masuk kamar. Saya dan team baru selesai berdiskusi untuk presentasi besok pagi. Sebenarnya belum selesai-selesai amat, tapi ruang belajar HKUST cuma bisa dipakai sampai jam 11 malam.

Tidak seperti kemarin dimana saya masih punya waktu untuk jalan-jalan menikmati pemandangan laut biru, hari ini agenda sangat padat. Ada 3 agenda inti hari ini yaitu student presentation, focus group discussion, dan BBQ.

Student Presentation
Baru saya tahu bahwa mahasiswa peserta AOTULE kebanyakan adalah mahasiswa master atau doktoral. Sangat sedikit mahasiswa S1 di sini. Tokodai a.k.a Tokyo Tech a.k.a Tokyo Institute of Technology menarik perhatian karena mengirimkan banyak sekali mahasiswa. Tokodai mengirimkan 20 mahasiswa pascasarjana dan 10 mahasiswa sarjana.

Setidaknya ada 11 mahasiswa sarjana dong ? Nggak juga, mahasiswa S1 Tokodai nggak ikut presentasi, cuma nonton. Mereka malah tanya kenapa saya yang mahasiswa bachelor ini ikut presentasi. Saya juga bingung jawabnya. Saya bilang saya didaftarkan kampus sebagai presenter. Memang AOTULE ini harus didaftarkan oleh kampus walaupun mahasiswa bisa mengisi formulir sendiri.

Saya pikir saya satu-satunya mahasiswa S1 yang presentasi. Jangan dianggap hebat, riset saya sangat remeh dibandingkan peserta-peserta lain. Peserta-peserta dari jenjang master dan doktorat mempresentasikan thesis atau disertasinya, beberapa penelitian sudah masuk jurnal internasional bahkan.



Walaupun begitu, alhamdulillah saya nggak merasa minder. Memang saya masih junior. Saya ambil hikmah bahwa saya ikut ini di usia 21 tahun instead of 27 atau 30. Saya punya deposit waktu beberapa tahun yang bisa digunakan untuk belajar lagi. hehehe...

Total presenter pada acara ini adalah 46 orang (20 orang Tokyo Tech). Banyaknya peserta dan terbatasnya waktu membuat panitia terpaksa meminimalisir waktu presentasi tiap orang. Masing-masing presenter hanya memiliki waktu 3 menit.

Overall, everything is well on this session.

Focus Group Discussion
Peserta dibagi ke 12 kelompok A sampai L. Saya masuk tim B yang anggotanya  Irwin (Tokyo Tech / Indonesia), Rami (Tokyo Tech / Tunisia), Deepthi (IIT Madras / India), Honma (Tokyo Tech / Japan), dan saya.

Team B, doakan presentasi kami besok

Kami berdiskusi tentang masalah konsumsi dan waste management di kota besar. Menurut jadwal harusnya diskusi dilakukan jam 2 siang sampai 6 sore. Tapi saking betahnya kami molor sampai malam. Kelompok lain juga begitu sepertinya. Diskusi cuma diselingi acara BBQ dari jam 6 sampai setengah 9 malam.

Acara ini jauh lebih berkesan bagi saya. Tentu saja diskusi dilakukan full English. Saya bisa berkomunikasi dengan Mas Irwin pakai bahasa Indonesia tapi di forum ini tidak. Saya belajar 2 hal sekaligus yaitu menyampaikan agrumen secara jelas dan belajar bicara English secara cool.

Tak perlu saya jelaskan lebih jauh, nanti tulisan ini jadi panjang banget.

BBQ
Nah ini, awalnya saya rada bimbang dengan acara ini. Kemarin saya ngobrol-ngobrol dengan mas-mas dari Tokyo Tech yang orang Indonesia tentang makanan. Oh ya, dari 30 mahasiswa Tokyo Tech ada 4 mahasiswa asal Indonesia, semuanya S2. Karena mereka juga muslim, jadi kami bisa berdiskusi tentang makanan.

BBQ apa yang di bakar ? Jika daging, maka kemungkinan tidak halal cukup besar. Tapi di sisi lain jika tidak makan hidangan yang disediakan kami bisa dipastikan kelaparan. Lingkungan HKUST sangat bersih, tidak ada warung makan di sekitarnya. Opsi makanan hanya di hotel kampus (sangat mahal) atau di kantin (lebih murah, tapi tidak halal dan tidak buka sampai malam). Jangan harap nemu warung tenda atau Indomaret di sekitar ini.

bbq-an kuy


Akhirnya seperti sesi makan sebelumnya, kami pilih-pilih makanan. Alhamdulillah ternyata yang dibakar bukan hanya daging babi atau sosis atau ham, tapi ada juga jagung, dan jamur. Ada pula nanas, apel, dan salad. Sekali lagi, tidak ada opsi makanan lain jadi kami singkirkan keraguan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bagaimana pun telinga dan mulut ini belum terbiasa dengan Bahasa Inggris. Sama seperti orang yang baru mulai pakai kacamata, merasa nggak nyaman dan sedikit-sedikit dicopot, saya butuh obrolan hangat khas Indonesia. Saya dan Indonesian squad of Tokodai kumpul di kamar Mas Bagja. Keluarlah bahasa Jawa dan Sunda, gunjingan tentang peserta lain, dan guyonan khas Indonesia. Segar sekali.

Banyak sekali perlajaran hari ini. Secara teknis saya belajar bagaimana membuat slide presentasi yang baik, cara mengatasi nervous, cara berbicara yang menarik dan efektif, cara berargumen dalam bahasa Inggris, metode brainstorming ala Tokyo Tech, dll. Tapi di balik itu semua, saya menemukan harapan dan optimisme yang semakin kemana-mana. Semoga senantiasa berada dalam ridho Allah. Aamiin.


Salam,
Chandra
Clear Water Bay, HK

btw what's wrong with blogger ? Kok upload gambar jadi susah.





Q : Ikut KRTI nggak Chan ?
A : Awalnya mau ikut, tapi nggak jadi, gara-gara diundur 2 bulan yang 2013 minta digantiin.
Q : Tapi tetep ikut ke Lampung ?
A : Enggak juga euy, ada acara lain yang nggak bisa ditinggal.

Semua ini berawal dari sebuah pesan WA di awal semester 7 :


Sebuah tawaran yang susah ditolak tentu saja apalagi setelah membuka link tersebut. Benar-benar rejeki saya. Saya tanya kenapa saya yang 'diajak' untuk ikut acara ini. Ternyata kebijakan FTMD adalah memberangkatkan mahasiswa sesuai hasil pemilihan mawapres tahun 2016. Kemarin yang berhasil menjadi pemenang adalah teman saya, Brian Ivander tapi saat ini sedang exchange ke Hiroshima University. Alhasil jatahnya diberikan ke runner-up, alhamdulillah itu saya.

Jadii, AOTULE adalah singkatan dari Asia - Oceania Top University League on Engineering. Forum AOTULE beranggotakan :

- Institut Teknologi Bandung, (Indonesia)
- Chulalongkorn University (Thailand)
- Hanoi University of Science and Technology (Vietnam)
- Indian Institute of Technology Madras (India)
- Korea Advanced Institute of Science and Technology (Korea)
- Nanyang Technological University (Singapore)
- National Taiwan University (Taiwan)
- Tokyo Institute of Technology (Japan)
- Tsinghua University (China)
- University if Malaya (Malaysia)
- The University of Melbourne (Australia)
- Hong Kong University of Science and Technology (Hong Kong)

AOTULE 2016 diikuti oleh universitas-universitas tersebut. Jadi AOTULE Conference tidak seperti conference lain dimana siapapun bisa mengirimkan paper sesuai tema yang dibahas kemudian menjadi publikasi. AOTULE Conference lebih menekankan pada networking untuk menyelesaikan masalah bersama. Konten penelitian mahasiswa tidak penting-penting amat, yang penting dapat berkolaborasi, berdiskusi, dan menghasilkan solusi.

Tahun ini, HKUST bertindak sebagai tuan rumah. Pelaksanaan acara dilakukan di kampusnya. Kampus HKUST lokasinya sangat strategis, di pinggir pantai!

Pemandangan dari Conference Lodge, tempat kami menginap

Sayang cuaca di Hongkong sedang kurang baik. Suhu udara memang friendly, tidak beda jauh dengan Bandung, tapi anginnya luar biasa kencang.

AOTULE Conference terbagi menjadi 3 kategori yaitu Dean Conference (untuk dekan-dekan fakultas teknik), Academic Staff Conference, dan Student Conference. ITB sendiri mengirimkan 7 orang perwakilan yang terdiri dari 3 Dean, 2 Academic Staff, dan 2 student (1 orang S2, 1 orang S1).

Sebagai peserta student conference, saya perlu menyiapkan bahan presentasi. Uniknya, setiap peserta hanya memiliki waktu presentasi selama 3 menit, sangat singkat yaa. Selain karena presenternya banyak, mungkin waktu dipersingkat untuk memberi waktu kegiatan focus group discussion (FGD). Memang yang dicari bukan solusi dari orang per orang namun kolaborasi mahasiswa dari latar belakang yang sangat beragam.

Mengenai presentasi, saya berterima kasih pada 2 kawan saya di Bandung Rachmat Darsono dan Achmad Chafid Asyari karena topik yang saya bawakan adalah pengembangan ide yang kami bertiga ikutkan dalam sebuah lomba karya tulis. Jadi mereka berdua sangat berkontribusi, sayang hanya 1 orang yang berangkat dari FTMD.

AOTULE Conference 2016 berlangsung selama 3 hari, 23 - 25 November 2016. Tapi karena mumpung di Hongkong, kami putuskan extend sampai hari minggu tanggal 27. Konsekuensinya kami harus membayar hotel tambahan dan menyiapkan uang jalan-jalan, serta tentu saja ditagih oleh-oleh.

Hari ini hari pertama kegiatan hanya kedatangan, registrasi, dan welcoming dinner. Kedatangan tidak ada masalah berarti sampai bandara. Tapi selepas dari bandara saya dan Mbak Nida (S2 Teknik Lingkungan ITB) mbolang mencari lokasi Conference Lodge HKUST. Walaupun sudah ada petunjuk tapi tetap saja sempat terhambat. Ditambah lagi, HKUST ternyata jauh dari airport.

Foto dari bus double decker

Untuk taksi, Bandung lebih bagus

Registrasi juga lancar. Kami mendapat satu set seminar kit. Salah satu isi seminar kit-nya adalah kaos seragam peserta berwarna pink. Dari hasil ngobrol-ngobrol sebenarnya peserta-peserta sudah menyiapkan pakaian formal seperti kemeja bahkan jas. Saya sendiri sengaja membawa baju batik. Tapi ternyata besok waktu presentasi diminta pakai kaos pink itu hahaha.

Welcoming dinner tentu saja mewah. Tapi ini Hongkong men, makanan halal kalau nggak diminta yaa nggak ada. Peserta muslim sebelumnya sudah request 'Moslem Meal' jadi semoga aman-aman saja makanan kami selama acara.

Besok hari kedua conference acaranya presentasi dan FGD. Mohon doanya yaa supaya lisan saya cas cis cus mengucap English. Sebelum menulis ini saya juga baru selesai memangkas PPT saya biar fit dengan durasi 3 menit. Fyi, saya adalah presenter urutan pertama besok !

Karena besok acara dari pagi sampai sore, mohon ijin saya istirahat dulu, besok saya lanjutkan InsyaAllah bagian 2-nya.

"The solution of sustainable living is not singular, all we need are ideas and ability to collaborate."

Selamat malam


Salam,
Chandra





Manusia dilahirkan ke dunia dalam kondisi suci tanpa dose. Di sisi lain, selain tidak memiliki dosa bayi yang baru lahir juga belum mengetahui apapun. Seiring berjalannya waktu manusia mendewasa dan belajar banyak hal melalui orang tua, keluarga, sekolah, dan lingkungannya. Manusia belajar dimulai dari mengenal diri dan keluarganya, cara berhubungan dengan orang lain, hingga ilmu pengetahuan dan teknologi.

Manusia ditakdirkan memiliki ilmu yang terbatas. Setinggi apapun pendidikannya, masih ada banyak hal yang tidak bisa dijangkau akal manusia. Allah SWT telah menurunkan Al-Quran sebagai kitab yang benar untuk menjadi pedoman bagi umat Islam. Al-Quran tidak hanya memberikan tuntunan agama saja namun juga berisi ilmu-ilmu praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan manusia.

Banyak hal yang diberitahukan Allah SWT secara langsung kepada manusia melalui Al-Quran sehingga manusia dapat menjalankan perannya sebagai khalifah di bumi. Firman Allah SWT dan ciptaannya di bumi menginspirasi manusia untuk memperdalam ilmu dan mengembangkannya untuk kemaslahatan umat. Belakangan sains modern telah membuktikan banyaknya kecocokan antara ayat-ayat Al-Quran dengan fenomena alam fisik. Hal ini menjadi alasan bahwa perkembangan peradaban manusia dan karakternya dapat diawali dengan informasi yang diberikan Allah SWT melalui firman dan ciptaannya.


Perintah Mempelajari Alam
AL-Quran diturunkan oleh Allah untuk menjadi panduan dan tuntunan bagi manusia. Kandungan Al-Quran dijamin kebenaran dan kesuciannya. Oleh karena itu segala hal yang bersumber dari Al-Quran dan ditafsirkan secara benar wajib untuk diterapkan dalam kehidupan.

Al-Quran diturunkan secara berangsur-angsur dan surat yang pertama kali diturunkan adalah QS AL-Alaq ayat 1-5 yang artinya :

1.     Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah mencipta.
2.     Menciptakan manusia dari segumpal darah
3.     Bacalah! Dan Tuhan Engkau adalah Yang Maha Mulia
4.     Dia yang mengajarkan dengan qalam
5.     Mengajari Manusia yang apa-apa tidak tahu

Dari ayat-ayat tersebut jelas bahwa manusia ditakdirkan untuk tidak mengetahui apa-apa. Segala ilmu bersumber dari Allah SWT yang dijelaskan-Nya melalui firman dan ciptaannya. Ketidaktahuan manusia tidak bisa dibiarkan begitu saja karena manusia digariskan untuk menjadi khalifah di bumi. Oleh karena itu, Allah SWT pada awal firmannya meminta manusia untuk membaca (Iqra).

Dalam hal ini perintah bacalah (Iqra) memiliki arti yang luas. Perintah ini bukan hanya perintah untuk membaca Al-Quran. Secara luas Allah SWT memerintahkan manusia untuk mempelajari segala hal yang ada di dunia.

Syaikh Muhammad Abduh dalam tafsirnya: “Tidak didapat kata-kata yang lebih mendalam dan alasan yang lebih sempurna daripada ayat ini di dalam menyatakan kepentingan membaca dan menulis ilmu pengetahuan dalam segala cabang dan bahagianya. Dengan itu mula dibuka segala wahyu yang akan turun di belakang.”

Dari 5 ayat pertama yang diturunkan Allah SWT kepada manusia ini, dapat diambil hikmah bahwa banyak sekali hal yang perlu dipelajari oleh manusia. Allah SWT telah menurunkan firmannya berupa Al-Quran dan menghamparkan alam semesta sebagai bahan renungan dan pelajaran bagi manusia.


Hubungan Sains Modern dan Al-Quran
Sains modern telah membuktikan kebenaran ayat-ayat Al-Quran. Al-Quran diturunkan berabad-abad yang lalu dan beberapa kandungan di dalamnya berhasil dibuktikan oleh manusia jauh setelah itu. Beberapa kesesuaian antara ayat Al-Quran adalah sebagai berikut :
1.     Garis edar tata surya
Beberapa ayat Al-Quran menjelaskan tentang system edar tata surya, diantaranya adalah

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38)

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya:33)

“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.” (QS Yaa Siin: 39)

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin: 40)

Sains modern membuktikan bahwa planet, satelit, dan benda langit lain beredar menurut garis edarnya masing-masing. Peredaran ini mengakibatkan adanya siang dan malam serta menjadi acuan penentuan durasi waktu hari, bulan, dan tahun. Saat ilmu pengetahuan belum berkembang seperti sekarang, tentu sangat sulit untuk memahami sistem edar tata surya ini. Namun Al-Quran sudah menuliskannya sehingga tidak mungkin ini merupakan karangan manusia.

2.     Fakta tentang relativitas waktu
Ilmuwan Albert Einstein mengemukaan teori relativitas dan terjadinya dilatasi waktu (pemampatan waktu). Kondisi perbedaan dalam dimensi waktu ini telah tercantum dalam Al-Quran

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS Al Hajj: 47)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (QS As Sajdah:5)

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun.” (QS Al Ma’arij:4)


3.     Sidik jari manusia
Menurut biro sensus Amerika Serikat, pada tahun 26 Februari 2006 jumlah penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa. Dari jumlah ini terdapat ciri khusus yang membedakan setiap orang yaitu sidik jari. Tidak ada 2 orang di dunia yang memiliki sidik jari yang sama. Oleh karena itu, sidik jari kerap dijadikan sarana identifikasi individu yang akurat.

Al-Quran telah memuat tentang kesempurnaan ini pada QS Al Qiyamah ayat 3-4:
“Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?”
“Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.”


4.     Penciptaan manusia
Tahapan-tahapan penciptaan manusia telah tercantum di Al-Quran pada QS Al-Mu’minun ayat 12-14.
“Dan, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian, Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan segumpal darah. Lalu, segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang. Lalu, tulang belulang itu Kami bungkus daging. Kemudian, Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain ….” (QS Almu’minun: 12-14).

Kebenaran ayat ini terbukti setelah ilmu biologi berkembang. Fakta menunjukkan bahwa tahapan perkembangan embrio hingga terlahir seorang bayi sesuai dengan yang dituliskan pada ayat tersebut. Ayat itu bahkan menjelaskan prosesnya dengan rinci dan runtut.


5.     Pesawat Terbang dan Kapal Selam
Pesawat terbang dan Kapal Selam adalah produk ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Kedua teknologi tersebut sangat membantu kehidupan manusia saat ini. Pesawat terbang memenuhi kebutuhan manusia di bidang transportasi, militer, dan pemantauan. Kapal selam juga berperan sebagai perangkat alutsista.

Pesawat terbang memiliki sejarah yang panjang dalam penemuan dan pengembangannya. Inspirasi untuk terbang didapatkan manusia dari burung. Burung memiliki massa jenis yang lebih besar dari udara namun dapat terangkat. Konsep-konsep terbang burung diambil dan diterapkan pada teknologi pesawat terbang. Kapal selam juga terinspirasi dari ciptaan Allah SWT. Konsep yang digunakan pada kapal selam menyerupai cara ikan berenang. Teknologi-teknologi tersebut merupakan karya cipta manusia yang terinspirasi dari ciptaan Allah.


Pemisahan Urusan Dunia dan Agama
Faktanya, ada pandangan di masyarakat bahwa urusan dunia dan akhirat adalah dua hal yang tidak berhubungan. Pemikiran seperti ini mengakibatkan seseorang menganggap bahwa untuk mencapai sesuatu di dunia maka yang perlu dilakukan hanya memperbaiki urusan dunianya. Padahal telah terbukti bahwa kandungan Al-Quran meliputi segala perkara dunia dan akhirat.

Segala masalah yang ada di dunia pasti ada yurisprudensinya dengan ajaran Al-Quran dan Hadits. Dalam Al-Quran juga dikisahkan kehidupan para nabi dan rasul. Kisah-kisah tersebut dapat ditarik ke masa sekarang dan dijadikan dasar dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi. Al-Quran memberikan solusi bagi segala permasalahan kehidupan.



Kesimpulan

AL-Quran adalah kitab yang dijamin kebenaran dan kesuciannya. Di dalamnya Allah memerintahkan manusia untuk mempelajari alam. Ilmu pengetahuan modern telah membuktikan kebenaran-kebenaran ayat Al-Quran. Firman dan ciptaan Allah adalah panduan yang shahih untuk menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemaslahatan umat manusia.

Kesadaran bahwa kehidupan dunia dan akhirat tidak bisa dipisahkan dan Al-Quran adalah pedoman yang kuat akan menjadikan seseorang memiliki pedoman yang kuat dalam mengembangkan dirinya. Secara kolektif hal ini akan mendorong majunya peradaban manusia yang baldatun thayyibatun warabbunghoffur.




*pernah diikutkan lomba esai agama, tapi belum berhasil
Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home