Indo Defence dan European Higher Edu Fair


Saya pulang dengan kondisi badan lelah, kaki kram, dan cita-cita yang mengangkasa.

Hari Sabtu kemarin saya merasa beruntung berkesempatan mengunjungi 2 buah event besar sekaligus di Jakarta. Yang pertama pemeran IndoDefence 2016 di JIE Kemayoran dan yang kedua adalah pameran pendidikan European Higher Education Fair (EHEF) 2016 di Balai Kartini.

EHEF 2016 adalah pameran pendidikan tinggi Eropa yang tahun ini diselenggarakan di 3 kota yaitu Yogyakarta, Jakarta, dan Surabaya. Informasi mengenai acara ini saya dapat dari media sosial. Saya sudah berniat, jika pada penyelenggaraan di Jogja ada yang bilang acara ini bagus maka akan saya sempatkan ke Jakarta.

Sementara itu, Indo Defence Expo and Forum adalah sebuah event 2 tahunan dimana perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan, dirgantara, maritim, dan IT dari seluruh dunia berkumpul di Jakarta. Tahun 2014 fakultas saya memfasilitasi keberangkatan mahasiswa untuk datang ke acara ini. Namun saat itu saya berhalangan ikut karena ada keperluan lain. Oleh karena itu saya putuskan untuk datang di tahun ini. 

Guide Indo Defence, event kelas dunia memang

Seminggu sebelum acara fakultas saya, FTMD mengkonfirmasi bahwa akan memberikan fasilitas keberangkatan. Fakultas menyediakan bis dan biaya tiket masuk ke arena Indo Defence. Salah satu dosen Teknik Penerbangan adalah ketua Pustekhan (Pusat Teknologi Pertahanan) ITB sehingga mendorong mahasiswanya untuk datang ke acara ini.

Sejak lama saya berniat datang ke acara-acara tersebut. Tak disangka ternyata saya bisa mengunjunginya di hari yang sama, Sabtu 5 November 2016. Saya jadi hemat waktu dan biaya karena akomodasi disponsori oleh fakultas.

Singkat cerita, Sabtu pagi kami berkumpul di gerbang depan ITB. Total mahasiswa yang berangkat adalah 27 orang. Seharusnya lebih dari ini namun menjelang keberangkatan beberapa orang membatalkan karena kabar-kabar demo 4 November di Jakarta. Nyatanya sepanjang perjalanan aman-aman saja. 

Alhamdulillah perjalanan lancar dan kami sampai di JIE jam 9 pagi, 1 jam lebih awal dari jam buka pameran, terpaksa kami menunggu di bis panas-panasan. Jam 10 tepat kami masuk arena pameran. Di dalam tidak begitu ramai. Sepertinya acara seperti ini tidak begitu diminati masyarakat umum.

Di dalam rombongan dibebaskan untuk menikmati pameran. Kami sepakat untuk kembali ke bis jam 14.00. Saya bersama 2 orang teman menyisir dari Hall B, Hall F, arena outdoor, Hall D, lalu Hall A.

Hall B diisi oleh beberapa institusi pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi. Institusi pemerintah yang turut serta antara lain Kemhub, KKP, Basarnas, Kemenristek, Kemendikbud, dll. Perusahaan swasta di Hall B antara lain Xirca, Kanwa, dll. Selain itu, ada pula Ukraine Pavilion, China Pavilion, dan Czech Pavilion.

Mas Budi Setiawan, kakak kelas SMA, kuliah di Teknik Mesin UGM tapi passionnya di dunia penerbangan

Berlanjut ke Hall F, disana ada AirNav, Pelindo, Kadomas, NTP, MII, dll. Tidak lama di Hall F kami melanjutkan langkah ke area outdoor. Di bagian outdoor ada display alutsista dari TNI AD, AL, dan AU. Selain itu, kami sempat mampir di stand tim Kontes Robot Terbang Indonesia. Kasihan kawan-kawan yang jaga stand panas-panasan.

Hall D dan A adalah yang paling luar biasa tontonannya. Di sana ada perusahaan-perusahaan kelas dunia seperti Boeing, Airbus Group, Sukhoi, Honeywell, Korean Aerospace Industry, Lockheed Martin, dll. Perusahaan-perusahaan itu memamerkan produk-produk unggulannya. Hebatnya, mereka masih melayani dengan sangat baik walaupun kami hanya mahasiswa - yang belum punya kapasitas untuk membeli produknya.

Stand Airbus Group
Foto bersama pilot Eurofighter (Airbus Group)
Stand Boeing

Berniat keluar dari arena pameran, kami malah bertemu Bang Adin, salah satu senior kami. Dia adalah alumni Teknik Penerbangan 2007. Berkat link-nya, kami sempat mengobrol dengan dirut PTDI, bahkan berfoto. 
Direksi PTDI

Lewat tengah hari, saya pamit untuk memisahkan diri dari rombongan. Saya ada janji dengan kawan untuk bertemu di EHEF sekitar jam 1. Setelah ishoma saya cari angkutan umum yang bisa mengantar ke Balai Kartini. Awalnya saya ingin mencoba naik bajaj, belum pernah sebelumnya. Tapi karena terlalu mahal saya putuskan pakai GoJek.

Berbeda dengan Indo Defence, EHEF sangat ramai oleh mahasiswa dan alumni yang ingin mencari informasi studi lanjut di Eropa. Beberapa kampus bahkan hampir tidak pernah kosong stand-nya seperti Manchester Univ, KTH (Swedia), Polytechnic Milan, Amsterdam, stand LPDP, dan banyak lagi.

Dalam EHEF, negara-negara Eropa berkumpul memamerkan perguruan tingginya. Ada UK, Jerman, Belanda, Swedia, Hungaria, Perancis, Italia, Spanyol, Indonesia, Belgia, dan EU (Erasmus+). Kampus-kampus yang tampil di sana adalah kampus papan atas di negaranya masing-masing. Nama-nama kampus itu juga sudah familiar di telinga banyak mahasiswa Indonesia.

Tidak lupa foto lah yaa

Setiap stand rata-rata dijaga 2 orang, 1 orang native dan 1 orang pribumi. Lumayan saya mendapat pengalaman ngobrol English dengan orang-orang dari berbagai negara. Terasa beda English-nya orang UK, Jerman, dan Perancis. 
Area United Kingdom
stand ISAE SUPAERO

Saya sudah punya list kampus yang ingin saya explore. Kriterianya tentu saja yang berhubungan dengan aerospace engineering. Saya sempatkan bertanya-tanya di stand RWTH Aachen, Cranfield University, ISAE SupAero, KTH Royal, dan Polytechnico de Milano. Sayangnya saya tidak menemukan stand TU Delft dan TU Munich.

Stand Cranfield University

Saya sudah punya list kampus yang ingin saya explore. Kriterianya tentu saja yang berhubungan dengan aerospace engineering. Saya sempatkan bertanya-tanya di stand RWTH Aachen, Cranfield University, ISAE SupAero, KTH Royal, dan Polytechnico de Milano. Sayangnya saya tidak menemukan stand TU Delft dan TU Munich.

Karena ada titipan teman, saya juga mengambil brosur beberapa kampus seperti Wageningen, Utrech, Bristol, dll. Tidak lupa saya berkunjung ke stand beasiswa LPDP, Erasmus+, dan beasiswa pemerintah Swedia. 

Sebagian brosur titipan

Saya baru keluar dari hall EHEF jam 18.00, jam tutupnya acara hari itu. Saya dan teman menuju masjid dinas pendidikan yang letaknya di sebelah Balai Kartini. Setelah salat kami makan di pinggir jalan lalu pesan Gojek untuk menuju Stasiun Gambir. Tepat 20.00 Argo Parahyangan meluncur menuju Bandung.

Setengah 12 malam saya sampai di stasiun Bandung. Saking capeknya saya tidak terpikir lagi bahwa di Bandung sedang musim begal. Enjoy saja saya pakai Gojek. Alhamdulillah tiba di kos hampir tengah malam dengan selamat.

Alhamdulillah...saya bersyukur sekali dengan hari yang padat Sabtu kemarin. Saya sudah mengambil banyak footage video untuk diedit dan InsyaAllah nanti akan saya upload di channel youtube saya : Chandra Nurohman

Sekian. Ini cerita saya, mana ceritamu ?


Salam,
Chandra





Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

6 comments:

  1. sejak kapan kamu pengen tudelft chan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prioritas pertama bukan itu sih, tapi dosenku banyak yg lulusan delft jadi selama ini sering dengar cerita tentang kampus itu
      Jadi kayak ada hubungan antara penerbangan itb sama delft, sering diceritain jadi banyak tau juga

      Delete
    2. Perasaan aku dlu pernah crita k km ttg tudelft km gatau makanya kaget kok jd pgn tudelft hahah
      Emg prioritas pertama univ mana?

      Delete
    3. Iya gitu? Udah lupa..

      MIT hahahaha atau yg di UK

      Delete
  2. wah keren mit yg uk icl ya? good luck chan semoga mendapat yg terbaik aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha masih utopis sih mit, hasil us election juga jadi pertimbangan

      aamiin aamiin, sukses juga num

      Delete