Argentavis E-Glider




Baru saja saya pulang dari Bakso Boedjangan Dipati Ukur, Bandung. Ini pertama kalinya saya makan disana. Bukan sekedar makan, ini adalah dalam rangka syukuran tim Argentavis E-Glider.

Dari kuliah Manajemen Industri saya mendapat pengertian bedanya kelompok dan tim. Kelompok adalah sekumpulan orang yang kebetulan disatukan dan ditugasi untuk melakukan sesuatu. Sedangkan tim adalah sekumpulan orang yang memiliki spesialisasi tertentu dan berkumpul untuk mencapai suatu tujuan. Dulu saya menyebut ini sebagai kelompok perancangan, tapi bagi saya sekarang ini adalah sebuah tim.

Kami disatukan dalam kuliah AE4160 Desain Pesawat Udara, biasa disapa kuliah Perancangan. Sebuah kuliah berkredit 3 sks yang menjadi momok bagi mahasiswa teknik penerbangan sejak generasi 80an hingga sekarang. Sampai sekarang pun dosen masih ada yang suka curcol tentang kisah perancangannya dulu. 

Kuliah ini memang hanya 3 sks tapi bebannya lebih dari itu. Jika sekedar mengerjakan mungkin masih masuk akal. Tapi sebagai kuliah yang open problem maka selalu diminta hitung lagi, optimasi, cari alternatif, variasikan, dll. Itu yang membuat prosesnya jadi lebih rumit. Ditambah lagi, di akhir semester ada pameran dan seminar yang harus dilewati. Pameran diselenggarakan tanggal 5 Desember kemarin di Aula Barat ITB, terbuka untuk umum. Seminar (banyak yang menganggapnya hari pembantaian) baru kemarin tanggal 21 Desember.

Kami mengemban misi mendesain sebuah pesawat layang (glider) bermesin berkapasitas 2 orang. Untuk tahu apa itu glider, silakan baca di sini. Nama Argentavis sendiri diambil dari nama salah satu burung purba raksasa. Lebar bentang sayapnya mencapai 7 meter. Burung ini juga tidak bisa terbang langsung dari darat, harus lari dulu seperti pesawat lepas landas. Banyak kemiripan antara burung Argentavis dan konsep glider modern. 

Perjalanan perancangan tidak mudah. Sejak awal semester kami melaporkan progress tiap minggu kepada dosen pemimbing. Pembimbing kami adalah Bapak Dr. Taufiq Mulyanto, sangat berpengalaman dalam desain pesawat, alumni ISAE Supaero Perancis, sekaligus orang yang berperan dalam program glider nasional yang saat ini sedang berjalan.

Oh ya, tim kami beranggotakan 5 orang, saya diamanahi menjadi ketua sekaligus analis bagian kestabilan pesawat dan initial sizing, Agastya sebagai perancang roda pendarat, interior, dan drafter (pembuat gambar teknik), Rowi sebagai analis prestasi terbang dan biaya, Randhy sebagai analis aerodinamika dan biaya, serta Fatuh sebagai perancang struktur. 

Alhamdulillah semua anggota mempunyai kapabilitas yang cukup di bidangnya masing-masing dan yang lebih penting mampu bekerja sama. Hampir tidak ada clash antar anggota sepanjang perjalanan tim ini. Itulah yang akhirnya membawa kami lolos dari seminar tanpa dibantai dan alhamdulillah berhasil memenangkan penghargaan 1st best poster pameran. Hadiahnya kami pakai untuk makan-makan tadi. Nilai belum keluar, tapi semoga berbuah A. Aamiin...

Pembagian tugas menjadi kunci di tim ini. Saya bahkan tidak paham airfoil apa yang dipakai pada sayap karena saya tahu sudah diurus Randhy. Di sisi lain saya mengatur distribusi berat untuk mendapatkan pesawat yang stabil yang tidak dipahami oleh yang lain. Begitu pula analisis-analisis yang lain. Meminjam istilah Malcolm Gladwell, kami memiliki transactional memory yang besar dan berkualitas. Setiap orang bertugas menyelesaikan bagiannya dengan baik sambil mempercayakan bagian lainnya kepada yang lain.

Saya sungguh menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada teman-teman ini. 

Sekarang kuliah Perancangan sudah mendekati akhir, tinggal mengumpulkan laporan akhir yang deadlinenya kamis depan. Rasanya saya sebagai pribadi dan Argentavis sebagai tim perlu mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Taufiq Mulyanto sebagai dosen pembimbing yang banyak sekali memberikan ilmu tentang desain pesawat dan pesawat layang.

2. Bapak Rais Zain sebagai koordinator mata kuliah AE4160 yang telah memperluas wawasan kami mengenai pesawat terbang.

3. Bapak Sigit P Santosa sebagai dosen penguji dalam seminar, terima kasih atas masukan-masukannya yang sangat berguna.

4. Bapak Luthfi Imam Nurhakim yang membantu Pak Rais mengkoordinir kuliah ini, yang telah mengurus pameran dan seminar.

5. Mbak penjaga perpus yang mengampuni keterlambatan saya dalam mengembalikan buku referensi perancangan.

6. Bapak Imin sebagai pegawai TU AE yang telah sangat membantu dalam hal pengumpulan laporan progres.

7. Tim Avion PPW17 (Fikri, Anto, Rachmat, Inggi), sebagai partner pendesain pesawat glider. Semoga start-up kalian di dunia glider lancar dan sukses aamiin. Juga semoga segera mendapat pendamping wisuda (PPW17 : Pencari Pendamping Wisuda 2017, silakan yang minat).

8. Teman-teman Aeronotika dan Astronotika (AE) angkatan 2013 yang senasib sepenanggungan.

Ini adalah beberapa potret kami dalam masa masa perancangan

Semoga nggak lama-lama memboedjang...minus Rowi yang kedatangan ortunya hari ini
Alhamdulillaaah

2 tim perancang glider, akur kan hahaha

"Coba fotonya dari agak bawah", Pak Taufiq
Stand Argentavis E-Glider

Alhamdulillah best poster euy, poster by Agas
Glider is sooo romantic...
Salam,
Chandra - Argentavis E-Glider




Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment