Memuliakan Tamu




Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”. [Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]

Itu di atas adalah foto-foto yang berhasil dikumpulkan setelah saya cari di beberapa gadget, sosmed, dan minta ke teman. Alhamdulillah setelah berdomisili di Bandung sekitar 3,5 tahun ini (wah tak terasa yaa..), lumayan sering saya kedatangan tamu. 

Mereka adalah keluarga, teman SMP/SMA, atau saudara yang lainnya. Keperluannya beragam, ada yang karena ada acara di Bandung atau di ITB, ada yang sekedar piknik, ada yang karena tidak jauh dari Bandung jadi menyempatkan main. Saya barusan hitung, yang saya ingat sudah lebih dari 20 kali saya kedatangan tamu. Alhamdulillah. 

Kegiatannya macem-macem juga, ada yang cuma meet up di kampus, ada yang ngobrol sambil makan, ada yang ngajak ke tempat wisata, sering pula ada yang nginep di kosan. Di kos kami ada kasur untuk bersama, bisa dipakai siapapun yang kedatangan tamu. Kadang saya ketemu sendiri, kadang juga ajak teman yang sama-sama kenal.

Saya sangat berharap kalau ada kenalan yang ke Bandung silakan mengabari saya. Kalau saya di Bandung dan pas sehat InsyaAllah saya sempatkan ketemu. Tak usah takut merepotkan. Justru saya senang kalau ada tamu. Saat ada kalian-lah saya ikhlas meninggalkan kesibukan kampus untuk jalan-jalan hehehe. 

Ijin "lagi ada tamu" berterima di ITB untuk skip sebagian besar kegiatan. Kegiatan non-akademik sih, kalau akademik ya lihat jatah absen daripada bermasalah. Saya pernah main ke Tangkuban Perahu, Floating Market, Kawah Putih, Rancaupas, Situ Patenggang, dll karena ada tamu, bukan bareng-bareng kawan di sini. Saat itu lah saya meluangkan waktu berwisata hehehe

Sekarang ada yang ke Bandung mondok tahfidz. Programnya ketat jadi nggak bisa komunikasi. Mungkin memang belum diijinkan ketemu. Dia sampai di Bandung 24 Desember, hari itu juga saya pulang ke Jogja, anggap saja papasan. Tidak biasanya saya mudik akhir tahun selambat itu, biasanya libur cepat masuk cepat. Kabarnya programnya selesai 24 Januari, hari itu juga pagi-pagi saya menuju Jakarta karena ada acara di sebelah. Atas request ortu, rute pulang saya agak aneh : Don Mueang - KL, KL - Jogja. InsyaAllah tanggal 31 Januari saya di Jogja.


Maaf lupa ngasih tahu
Salam,
Chandra
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment