Pegiat Kreativitas



p.s. baca urut dari atas yaa!

Ada seorang public figure yang beberapa waktu yang lalu menerima penghargaan di bidang social entrepreneur dari salah satu institusi perbankan di Indonesia. Dia menjadi salah satu dari finalis yang tampil menyampaikan pengabdiannya. Di antara finalis-finalis itu, dia lah yang keluar sebagai pemenang utama. Uang puluhan juta yang menjadi hadiah digunakan untuk memperbesar sekolah bakat yang digawanginya.

Dia menjadi 'kepala sekolah' sebuah sekolah bakat yang mewadahi anak muda yang memiliki minat dan potensi di bidang animasi, web developer, dan programming. Sekolahnya ini sudah memiliki puluhan murid dan saat terus bertambah. Anak-anak yang bernaung di dalamnya menjadi produktif melalui proyek-proyek yang dikerjakannya.

Dia juga saat ini sedang aktif mengusahakan pelaku industri kreatif mendapatkan hak-haknya secara adil. Dia merasa tidak puas dengan sistem royalti yang ada di Indonesia saat ini. Masih banyak penggunaan karya, musik misalnya, untuk keperluan komersil yang tidak memberikan jatah royalti yang layak untuk seniman.

Sebagai frontman sebuah grup band yang berbasis di Yogyakarta, dia memimpin manajemennya untuk terus menelurkan karya. Tujuan utamanya bukan untuk meraup keuntungan, tapi untuk mengembangkan komunitas. Grup band-nya menjadi mandiri, mampu merilis album secara indie dan sukses. Di tengah gempuran musik digital portable, musiknya dalam bentuk CD fisik tetap berjaya, tentu karena ada sentuhan kreativitas.

Dia juga memiliki skill di bidang cinematografi dan cinematografi underwater. Skill-nya ini menjadikan dia juga mendapat job sebagai produser rekaman musik. Dia juga berbagi kisah melalui video blogging (vlog) terkait aktivitasnya sebagai musisi, produser, sutradara, penyelam profesional, penghobi motor trail, dll.

Dia juga aktif dalam mempopulerkan lagu anak-anak dan lagu perjuangan. Lagu-lagu itu diaransemen ulang dan dinyanyikan dengan nuansa yang lebih berterima di era sekarang. Bersama timnya dia juga membuat serial animasi untuk anak-anak. Prinsip yang dipegang teguh adalah pengembangan komunitas. Dia tidak ingin posisinya sebagai public figure hanya mengeruk duit masyarakat, dia ingin mengembalikan manfaat kepada banyak orang.


Membaca deskripsi di atas, bisakah Anda menebak siapa dia ? :)

Mungkin ada yang sudah tahu, tapi saya pikir banyak yang belum. Banyak yang belum tahu karena barangkali ketika melihat orangnya akan banyak yang anti. Tatto di hampir sekujur tubuh, piercing, gigi logam, rambut dicat, kata-kata 'kotor', dll memang membuat citranya tidak baik-baik amat.

Dia adalah : Eric Kristianto a.k.a. Erix Soekamti



Tapi tahukah Anda ?

Dia adalah vokalis-bassist grup band Endank Soekamti. Band yang berdiri sejak 2001. Dia juga memimpin manajemen Euforia.id, yaitu tim di belakang Endank Soekamti yang tidak hanya bergelut di bidang musik tapi juga komik, buku, video edukasi, dll. Program-program seperti #SaveLaguAnak juga lahir di sini. Video-video edukasi diupload secara gratis di YouTube, silakan cari.

Dia rutin membuat video kerehariannya berjudul DOES (Diary Of Erix Soekamti). Seiring naiknya nama DOES, dia mendirikan sekolah bakat yang diberi nama DOES University yang berlokasi di Ungaran. Sekolah ini mengantarkannya mendapat beberapa penghargaan di bidang social entrepreneur dan sering diwawancara oleh media mengenai sepak terjangnya.

Untuk menghidupi DOES University, timnya membuka usaha seperti catering dan angkringan, penjualan merchandise, hotel, serta proyek-proyek animasi dan web. Peserta di sekolah ini gratis bahkan mendapat fasilitas tempat tinggal bahkan kesempatan liburan gratis.

Kegiatan Mas Erix sangat padat, mobilitasnya tinggi, tapi dia masih sempat mengedit video yang menggambarkan kesehariannya. Teman-teman bisa cari videonya di YouTube berjudul DOES. Video dan editingnya sangat bagus, karena memang dia punya skill di bidang itu. Rapi, berbobot, tidak alay, dan apa adanya tidak ada yang ditutup-tutupi. Saat ini DOES sudah sampai episode 420an. Hampir tiap hari di upload video baru.

Mendapat award di bidang social entrepreneur


Don't judge the book by its cover.

Beberapa orang mempertanyakan mengapa saya yang seperti ini bisa cocok dengan Endank Soekamti. Sepertinya ada image 'anak baik-baik' yang menempel pada saya hehehe

Saya juga dulu awalnya nggak suka. Apasih ini band urakan banget. Orangnya tampak 'kotor', beberapa lagunya kasar, dll.

Tapi setelah saya lebih tahu tentang siapa Erix, apa itu DOES University, apa itu Euforia Music Ecosystem, dan cerita di balik layar Endank Soekamti ternyata banyak yang bisa dipelajari dari mereka. Banyak sekali. Disiplin, komitmen, kerja keras, kesantunan, dan kerja sama adalah beberapa point penting yang bisa digali dari mereka.

Memang tidak semua baik untuk dicontoh. Tapi ada pepatah "emas keluar dari mulut anjing tetaplah emas". Terlalu sering kita merasa sudah cukup 'bersih' sehingga tidak mau berdekatan dengan yang tampak 'kotor'.

At the end, semua kembali pada keputusan masing-masing. Dalam dunia akademik modern segala hal selalu diharuskan menyertakan alasan dan sumber. Menurut A dalam buku aaa, menurut B dalam jurnal bbb. Tapi, dalam hidup yang sebenarnya kita harus berani mengatakan : menurutku!

Untuk bahasan tentang Soekamti, coba deh buka di YouTube video Kamtis Babies The Series, Kamtis Babies School, VlogFest 360 degree film, video musik Soekamti berbahasa isyarat, #SaveLaguAnak, dan video-video lain. Saya rasa ada manfaat yang bisa diambil dari sana :)

#SaveLaguAnak
Kamtis Babies The Series
Video klip Rayuan Pulau Kelapa

Video musik bahasa isyarat untuk kaum tunarungu


Salam,
Chandra
160317



Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

2 comments:

  1. Terharu aku, km nulis ginian hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa num ? haha
      Regardless kontroversinya, Erix itu orang yang dikenal karena karya bukan karena sensasi.

      Delete