Bahasa Gaul Jogja, Dab!


Halooo, kali ini ingin nulis yang ringan-ringan...

Teman-teman yang pernah tinggal di Jogja mungkin pernah dengar istilah ini : DAGADU, DAB, DALADH, PABU, POYA, MOTHIG. Sebenarnya apa sih itu ?

Itu kata-kata dalam bahasa gaul Jogja. Mungkin memang belum familiar bagi banyak orang. Saya juga cuma tahu beberapa kata. Kalau disuruh membuat kalimat saya juga butuh mikir agak lama, mungkin perlu dibantu dengan menulis. Tapi sebenarnya kalau paham rumusnya itu nggak begitu susah.

Bahasa gaul Jogja dasarnya adalah aksara Jawa yang urutannya :

HA   NA   CA   RA  KA
DA   TA    SA   WA  LA
PA   DHA  JA   YA  NYA
MA  GA   BA  THA NGA


Untuk membentuk bahasa gaul itu kumpulkan baris 1 dengan baris 3 dan baris 2 dengan baris 4

HA   NA   CA   RA  KA
PA   DHA  JA   YA  NYA

DA   TA    SA   WA  LA
MA  GA   BA  THA NGA

Nah aturannya, kalau mau translate dari bahasa Jawa/Indonesia ke bahasa Jogja maka tukarkan suku kata dengan aksara yang bersesuaian. Lalu huruf vokal A, I, U, E, O mengikuti. Contoh nih :


Jawa/Indonesia : MATAMU

Pisahkan suku kata : MA - TA - MU

Cari aksara yang bersesuaian :
MA --> DA
TA --> GA

Jadi bahasa Jogjanya : DA - GA - DU

Jogja : DAGADU


Kalau muncul hurut mati, maka dalam bahasa Jogja juga jadi huruf mati. Misalnya MAS (MA menjadi DA, S menjadi B) dalam bahasa Jogja menjadi DAB.

Cukup jelas ? Silakan dicoba untuk kata-kata yang lain hehehe. Translate ke bahasa gaul Jogja biasanya dilakukan dari Bahasa Jawa. Tapi tidak menutup kemungkinan dari bahasa Indonesia karena banyak kosakata yang sama antara Indonesia dan Jawa.

Dalam prakteknya, kadang ada beberapa kata yang dimodifikasi penulisan dan pengucapannya. Jadi tidak sama persis dengan hasil yang didapat jika mengikuti kaidah itu.

Ini beberapa contoh translation dari Bahasa Indonesia ke Bahasa gaul Jogja :

daladh : mangan (makan)
lodse : ngombe (minum)
panyu : aku
nyothe : kowe (kamu)
pabu : asu (anjing)
dogoy menjadi dogos : motor
muthig menjadi mothig : duit
dosing : mobil
saciladh menjadi sacilat : bajingan
poya : ora (tidak)
poya hooh : ora popo (tidak apa-apa)
japemethe : cahe dewe (teman sendiri)
pisu : ibu
sahany menjadi sahan : bapak
pahini menjadi pahing : apik (bagus)
themony menjadi themon : wedok (cewek)
sangi : bali (pulang)
satub manjadi satup : bagus (tampan)
dagadu : matamu

Namanya juga bahasa gaul, kata-kata yang banyak dipakai ya yang sering dipakai di pergaulan anak muda. Beberapa kosakatanya juga terdengar agak 'kotor'. Gunakan dengan bijak ya, gunakan untuk keakraban bukan permusuhan heuheu :)


SALAM JOGJA ISTIMEWA!!!


Chandra






Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment