Senjata Kimia


Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik menulis sesuatu tentang konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah dan Afrika. Saya mengikuti perkembangan berita dari berbagai sumber. Saya juga kadang berdiskusi dengan orang-orang di sekitar. Tapi justru itu yang membuat saya ragu untuk berpendapat secara terbuka. Semakin banyak informasi semakin simpang siur jadinya, dan semakin sulit disimpulkan.

Masalahnya adalah saya belum mempunyai sumber informasi terpercaya atas apa yang terjadi di sana. Kalau kita sering mengeluhkan media massa Indonesia terlalu banyak ditunggangi kepentingan, sebenarnya media asing/internasional juga banyak yang begitu.

Jadi makin susah percaya ketika peristiwa terjadi di benua lain. Tempat yang menggunakan bahasa yang berbeda. Persoalan penerjemahan juga sering menjadikan berita meleset dari maksud aslinya. Sedih ya..jadi tidak jelas mana hitam mana putih. Mana yang benar mana yang salah. Tidak jelas koalisinya, ini ikut kelompok A atau B, dan sebagainya.

Tapi kemarin benar-benar terjadi peristiwa yang menurut saya sudah di luar batas. Yaitu penggunaan senjata kimia di Suriah. Tidak peduli siapa yang melakukan, apa alasannya, seberapa besar korbannya, senjata kimia adalah perlakuan yang tidak manusiawi.

The types of weapons are banned by international law because they represent an intolerable barbarism. - Dr. Peter Salama, WHO

Senjata kimia sudah ada puluhan tahun yang lalu. Penggunaannya juga relatif mudah tetapi sangat mematikan. Sungguh hanya iman dan nurani yang bisa mencegah seseorang melepaskan senjata kimianya.  

Hak hidup adalah salah satu hak paling dasar yang dimiliki oleh manusia. Bahkan dalam perang yang di dalamnya sangat mungkin ada pertumpahan darah, aturan dibuat untuk memastikan orang-orang di dalamnya tetap beradab. Bukan hanya dilarang membunuh anak-anak, wanita, lansia, dan orang lemah. Bahkan di militer dinyatakan lebih detil, seperti tidak boleh menembak orang yang sedang terjun menggunakan parasut, tidak boleh menembak lawan yang sudah tidak berdaya, dll.

Senjata kimia bekerja sebaliknya, dia membunuh tanpa peduli apapun. Bahkan orang-orang lemah cenderung lebih rentan menjadi korban. Ada juga senjata kimia yang tidak punya efek apapun pada orang sehat namun sangat berbahaya bagi yang memiliki kekebalan tubuh lemah. Apapun bentuknya, senjata yang memiliki 'intolerable barbarism' sangat tidak pantas untuk digunakan.

Informasi mengenai penggunaan senjata kimia di Suriah menyebar dengan begitu cepat ke seluruh dunia. Semoga ini meningkatkan awareness lebih banyak orang. Btw, ada fakta menarik dari dunia sepakbola. Suriah berpeluang cukup besar lolos ke Piala Dunia 2018. Walaupun mereka harus menjalani pertandingan kandang (home) di Malaysia karena alasan keamanan negaranya. Bayangkan jika mereka benar-benar bisa tembus World Cup 2018 di Rusia :)

Mari berdoa untuk saudara-saudara kita di Suriah dan daerah-daerah konflik lainnya. Semoga mereka diberi kekuatan dan kebenaran sejati segera terungkap. Aamiin...



Salam,
Chandra





Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment