Masjid Gedhe Mataram Kotagede


Setelah pulang kampung Selasa kemarin alhamdulillah kesampaian safari ke Masjid Gedhe Mataram di Kotagede. Mumpung ramadhan pengen merasakan berbuka dan tarawih di sana. Berangkat dari rumah di daerah Bantul selatan sekitar jam 16.45. Saya berboncengan motor dengan seorang teman menyusuri Jalan Parangtritis yang ramai oleh orang pulang kerja. Kami melawan arus, bergerak ke utara waktu yang lain pulang ke rumahnya di selatan.

Dari Jalan Parangtritis belok kanan di ring road selatan. Ambil jalan pintas sebelum terminal Giwangan untuk langsung ke Jalan Imogiri Barat. Orang Jogja pasti tahu jalan ini. Tahu juga bahwa kalau keluar dari jalan ini maka akan ketemu Mie Ayam Tumini yang tersohor itu. Jadilah kami mampir berbuka dulu di sana hehehe.

Masjid Gedhe Mataram lokasinya di dekat Pasar Kotagede. Masuk ke arah selatan kalau dari pasar. Aksesnya agak susah terutama kalau pakai mobil. Jalannya tidak lebar plus dipakai orang jualan dan parkir kendaraan. Kalau sudah sampai kompleks masjid sih parkirnya lumayan luas.

Masjid Gedhe Mataram adalah salah satu masjid bersejarah di Yogyakarta. Nuansa kunonya masih dipertahankan sampai sekarang. Ada mimbar yang gagah sangar bercat hitam. Ada bagian dinding yang disisakan tidak dipugar, jadi nampak batu bata asli masjid ini.

Keren...

Lampu gantung di tengah ruangan utama masjid


Di kompleks masjid ada pemakaman (sareyan) raja-raja dan sendang. Agak mistis suasannya kalau malam-malam masuk ke sana. Tapi ada saja orang yang berziarah sampai nginap. Ada juga yang malam-malam mandi di sendang -_-. Kalau salat di sana sempatkan jalan-jalan melihat kompleks masjid bersejarah ini ya.

Pintu masuk kompleks makam

Peraturan masuk makam

Oh ya, salat tarawih di Masjid Gedhe Mataram 11 rakaat. Teknisnya salat Isya 4 rakaat (yaiyalaah), tidak ada ceramah, lalu salat tarawih 4 rakaat-salam sebanyak dua kali, ditutup witir 3 rakaat. Menariknya, di sana ada 2 kloter salat tarawih. Kloter pertama setelah salat Isya, kloter kedua tarawih tengah malam. Silakan bagi yang mau mencoba suasana salat tarawih tengah malam di sana.

Itu cerita perjalanan safari kemarin di Kotagede. Setelah puas beraktivitas di masjid itu perjalanan berlanjut dengan menyusuri jalanan Kota Jogja dan makan di angkringan kopi joss Lik Man di jalan Mangkubumi.

Angkringan Lik Man, tapi saya nggak doyan kopi jos


Terima kasih


Chandra

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment