Perlukah Mengkhawatirkan Ini ?


Dari 12 pasangan yang terjaring tersebut, tiga pasangan berstatus sebagai pelajar SMA. Mereka adalah Na (18) berpasangan dengan Ang (21) keduanya warga Bantul. Ri (18) dan Yu (18) keduanya warga Kecamatan Pundong, Bantul. Pasangan lainnya ialah Ar (22) warga Pundong berpasangan dengan Me (18) seorang pelajar warga Jetis, Bantul. - Kedaulatan Rakyat, Senin 12 Juni 2017, halaman 23 
Hmmm..beberes koran di ruang tamu dan malah menemukan bacaan ini. Bukan saya merasa heran. Tapi jadi bertanya-tanya, seberapa 'gelap' kah masa dan kehidupan remaja sebenarnya ?

Di satu sisi mungkin saya perlu bersyukur selama ini berada di lingkungan yang lemayan baik. Memang ada yang begitu-begitu tapi tidak terlalu parah. Masih lebih dekat ke cahaya daripada ke kegelapan. Tapi di sisi lain, jangan-jangan itu karena dolanku kurang adoh ? (mainku kurang jauh)

Ini menjadikan saya sedikit khawatir. Seperti mau pergi ke suatu tempat yang saya belum pernah kesana dan berpikir itu daerah maju maka pasti akses jalannya bagus. Tapi orang-orang di sekitar bilang bahwa sering terjadi longsor dan banjir, berkelok dan licin sehingga sering terjadi insiden, dan lain sebagainya. Jadi harus bagaimana ? Optimis dengan pemikiran sendiri yang berdasarkan asumsi atau percaya kata orang yang mungkin lebih tahu.

Saya pernah menemukan sebuah infografis, tapi lupa filenya dimana. Intinya secara statistik remaja Indonesia kehilangan virginitasnya rata-rata pada usia 19,1 tahun (2005). Benarkah ? Saya juga ragu karena agak tidak jelas siapa yang meneliti, apa standarnya, bagaimana metodenya, siapa respondennya, dll.

Lalu kalau browsing juga banyak artikel dan berita yang membahas tentang ini. Misal "90% mahasiswa di kota A bla bla bla". Semakin banyak membaca itu makin menjadikan saya curious dan khawatir. Beberapa kali saya mengajak diskusi teman-teman tentang masalah ini, tentang pertanyaan "seberapa parah sih ?".

Ternyata pendapat mereka juga beda-beda. Ada yang bilang angka segitu terlalu tinggi, ada yang bilang terlalu rendah. Ada yang mengatakan mahasiswa lebih parah daripada remaja umum, ada yang bilang sebaliknya. Ada yang menanggap menjaga kehormatan adalah keharusan, ada yang mengatakan jaman sekarang itu nggak penting-penting amat.

Oke, jadi memang susah untuk menyimpulkan tentang seberapa parah. Faktor yang paling membuat perbedaan pendapat adalah dimana dan bagaimana remaja yang bersangkutan bergaul. Kalau diperdebatkan akan jadi sangat panjang karena standar baik-buruk yang berbeda.

Tidak usah munafik, di masa remaja saya juga pernah dekat dengan lawan jenis, sebut saja pacaran. Tapi bagi saya 19 tahun adalah 3 tahun yang lalu dan gambaran seperti itu belum terbayang dengan jelas bahkan sampai sekarang. Alhamdulillah ya, malah semakin banyak nasehat untuk menjaga diri.

Ada salah satu teman yang mengatakan "tantangan terbesar remaja itu adalah keinginan untuk jima' ". Makanya segerakan mendapat pasangan yang halal jika sudah siap. Kalau belum siap ya jaga diri, salat, puasa. Begitu katanya. Memang nggak bisa benar-benar suci, tapi kan kudu diminimalkan.

Huaa, apa mungkin kekhawatiran ini bagian dari quarter life crisis ? Jujur saya mengharapkan feedback dari kawan-kawan pembaca soal ini, bagaimana menurut Anda ? Comment bisa anonim kok.

Harusnya kekhawatiran ini tidak perlu kalau meyakini penuh bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan sebaliknya. Harusnya . . .

Jadi apa ya inti dan moral value tulisan ini ? -_-

Ini adalah soal kekhawatiran saya dengan kondisi remaja-remaja kita. Mungkin ada yang menilai kekhawatiran saya ini berlebihan. Saya sebenarnya juga egois karena sedikit banyak berpikir "kalau memang ada keburukan saya tidak tahu bagaimana memperbaikinya, tapi sebagai individu saya ingin menghindari keburukan itu".

Fakta di lapangan menunjukkan sesuatu yang memprihatinkan. Ini kondisi sekarang, lalu bagaimana dengan generasi selanjutnya ?

Kembali lagi kekhawatiran ini tidak perlu kalau meyakini penuh bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan sebaliknya. Maka mungkin cara terjelas yang bisa dilakukan adalah memperbaiki dan menjaga diri masing-masing. Tidak ada manusia yang sempurna. Semua punya masa lalu yang bisa saja baik dan bisa saja buruk.

Berubahlah agar Dia tersenyum - Ebiet G Ade
Astaghrifullahaladzim..


Chandra
150617


sumber gambar : www.thesun.co.uk
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment