Ramadhan 1-7 : Pemanasan



"Masih bahagiakah kita ?"

Ini pertanyaan yang dilontarkan khatib sewaktu tarawih 2 hari yang lalu. Masih ingat waktu tanggal 1 Ramadhan kemarin. Semua orang happy-happy, bersyukur menyambut bulan suci. Sahur pertama disiapkan dengan sebaik-baiknya. Masjid penuh waktu tarawih dan subuh, bahkan nggak cukup. Feed medsos dipenuhi ucapan selamat dan semangat Ramadhan.

Tapi beberapa hari berjalan suasana mulai menghambar. Shaf-shaf mulai berkurang. Mulai bernegosiasi dengan target-target yang sudah dibuat sejak awal puasa. Memang, segala hal yang baru pasti terasa indah. Usaha untuk istiqomah jarang mudah.

Tapi biarlah, kita manusia tidak bisa perfect, yang penting keep trying, ya tho ?
Lagipula tiap orang berada pada levelnya masing-masing. Mulainya juga beda-beda dan mungkin nanti selesainya juga beda-beda. Just remember jangan lupa untuk terus levelling up.

Bagi saya ramadhan ini spesial. Alasannya saya ingin comeback setelah tahun lalu kurang bisa maksimal karena cukup banyak distraksi. Ada tanggung jawab lumayan besar waktu itu bersamaan dengan ramadhan yang mau tidak mau menguras waktu. Tahun lalu juga sempat sakit di tengah-tengah bulan. Alhamdulillah tahun ini masih diberi kesempatan bertemu ramadhan. Walaupun 'hanya' 30 hari tapi ingin rasanya Ramadhan kali ini jadi berkualitas tinggi.

Kalau mungkin teman-teman punya target progresif dari tahun ke tahun yang terus naik, tidak begitu dengan saya. Kalau ditanya kapan ramadhan terbaik mungkin waktu kelas 3 SMP. Setelah itu sering naik turun. Jadi kali ini seperti mulai dari nol. Tahun-tahun lalu saya menjalani puasa day by day. Tapi kali ini ingin memanfaatkan bulan ini lebih terencana. Semoga selepas ramadhan menjadi individu yang lebih baik. aamiin..

Tujuh hari pertama ramadhan saya anggap sebagai fase pemasanan. Selama ini saya fokus membentuk kebiasaan. Kebiasaan yang seoptimal mungkin mendukung pencapaian target-target ramadhan dengan kualitas ibadah terbaik. Mulai dari bagaimana menyiapkan makan sahur agar proper dan bisa subuh dengan baik. Bagaimana berbuka agar tetap bisa maghrib, isya, plus tarawih berjamaah. Bagaimana mengatur kegiatan di siang dan malam hari. Dan lain sebagainya. Eksperimen-eksperimen membuahkan hasil. Alhamdulillah hari ini saya sudah punya cukup gambaran untuk menyeimbangkan semuanya.

Tentang target harian ramadhan, banyak tersebar di internet templatenya. Berisi daftar amalan yang bisa dilakukan selama ramadhan. Berupa tabel yang harus diisi tiap harinya. Tapi menurut saya itu belum cukup. Sebagai contoh, misalnya di siang hari sekitar salat Dzuhur. Datang tepat waktu ke masjid, salat jamaah, mendengarkan ceramah, dzikir, plus baca Al-Quran mungkin memakan waktu sekitar 1,5 jam. Artinya masih ada 1,5 jam lagi yang unguided sampai Ashar. Waktu yang seperti ini biasanya malah menjerumuskan kepada hal yang sia-sia.

Itu adalah salah satu hasil evaluasi saya selama 7 hari pertama. Mulai besok saya akan coba menutup lubang itu dengan membuat 1 guidance lagi. Yaitu dengan membagi waktu 24 jam sehari secara lebih jelas. Berapa jam untuk fokus beribadah, berapa jam mengurusi urusan akademik / TA, berapa jam me time produktif dan santai, berapa jam istirahat, dan berapa jam spare. Nanti dievaluasi terus dan porsinya berubah, levelling up.

Selanjutnya dihitung setiap kegiatan yang kita lakukan. Tidak perlu terlalu detail perhitungannya, yang penting proporsional. Harapannya jadi tidak bingung dalam memanfaatkan waktu yang terbatas ini dan semoga makin sedikit waktu yang terbuang sia-sia. Karena untuk bergerak ke arah yang lebih baik caranya bukan hanya menambah yang baik-baik, tapi juga mengurangi yang jelek-jelek. Zero sum game.

Alhamdulillah sepertinya ini ramadhan paling khusyuk selama di Bandung. Tidak terlalu banyak beban pikiran tapi juga tidak nganggur-nganggur amat. Tapi seriously, paling enak itu ramadhan di rumah bareng keluarga. Jadi pengen segera mudik...

Btw, salah satu hasil eksperimen saya adalah sebisa mungkin tidur sebelum jam 11 malam. Jadi karena sekarang sudah jam 10 lebih, selamat malam :)

Ramadhan mubarak


Chandra


gambar : www.bestwishesquotes.com


Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment