Queen of the sky julukannya. Keluarga Boeing 747. Jumbo jet yang mampu menempuh jarak lebih dari 15000 kilometer sekali terbang dengan 400 penumpang di dalamnya. Salah satu pesawat terbang paling populer dan fenomenal yang pernah dibuat.

Airbus dari Eropa berusaha mengganggu hegemoni B747 melalui A380-nya, pesawat jet yang bahkan lebih besar lagi, full double decker dengan kapasitas lebih dari 500 penumpang. Tapi pertimbangan efisiensi dan kesesuaian fleet menguntungkan pabrikan asal Amerika. A380 mulai melambat, sebaliknya keluarga B747 melahirkan generasi termudanya yang dilengkapi teknologi lebih segar, B747-8 (dibaca Boeing 747 dash eight).

B747 dan A380 melayani ratusan penerbangan tiap harinya. Status dan spesifikasinya sebagai pesawat terbang long range membuatnya hilir mudik antar negara bahkan benua. Dari Asia ke Amerika, Amerika ke Eropa, setiap hari, singgah di bandara-bandara besar di seluruh dunia.

Tapi saya ingin menunjukkan sesuatu. Pernahkah berpikir bagaimana mesin pesawat dinyalakan ? Kita selalu naik ke pesawat dalam kondisi mesin sudah menyala, jadi tidak begitu memerhatikan bagaimana mesin diaktifkan. Sebenarnyalah, baik B747 maupun A380, jumbo jet dengan maximum take-off weight mencapai sekitar 500 ton tidak bisa beroperasi tanpa sebuah perangkat yang hanya seberat Toyota Innova. [1]

Pesawat terbang komersial menggunakan sebuah perangkat yang disebut Ground Power Unit (GPU) untuk proses starting engine. Seharusnya tidak berlebihan kalau saya samakan GPU dengan Innova karena dari segi berat dan bentuk hampir sama. GPU ini lah yang memberikan power untuk mengaktifkan salah satu engine pesawat untuk selanjutnya satu engine itu memberikan power pada engine yang lain. Thrust (gaya dorong) ini menyebabkan pesawat bergerak ke depan. Kecepatan dan bentuk sayap yang unik membangkitkan gaya angkat yang cukup untuk mengangkat beban seluruh pesawat. Jadilah pesawat udara bisa terbang.

Itu tadi sekilas info soal bagaimana pesawat terbang di-starter.

Saya cuma mau bilang bahwa kadang-kadang ada hal kecil yang bisa memantik sebuah perubahan besar. Dalam pelajaran kimia SMA dulu kita diajari bahwa reaksi-reaksi kimia membutuhkan energi aktivasi untuk bisa terjadi. Kita sendiri juga menjadi saksi atas diri masing-masing bahwa yang sulit hampir dalam segala hal adalah bagian permulaannya.

Status quo adalah kondisi paling nyaman. Kalau bisa nggak usah ada perubahan. Karena perubahan sering membutuhkan energi.

Dalam beberapa kesempatan saya mengalami 'pemantik kecil' ini. Pemantik itu bisa sesederhana bertemu orang baru atau teman lama, ikut dalam sebuah seminar atau komunitas, mambaca buku atau tulisan orang di internet, atau hal-hal kecil lain. Dalam kondisi biasa itu akan memunculkan motivasi untuk beberapa hari ke depan kemudian hilang. Tapi jika kondisinya pas motivasi itu bisa memicu perubahan berkepanjangan yang efeknya mengagumkan. Banyak cerita 'hijrah' dipicu sesuatu yang sederhana bukan?

Sebagai anak muda yang punya cita-cita dan mengejar banyak hal, belum saatnya untuk mencari tempat aman. Sekarang adalah masanya mencari sebanyak mungkin pemantik-pemantik kecil yang karenanya kita bisa jadi lebih menyala. Tidak semua pemantik itu bersahabat, ada juga yang tajam, sadis, dan panas. Seorang pimpinan perusahaan penghasil traktor di Italia punya masalah dengan Enzo Ferrari lalu memutuskan masuk bersaing di industri mobil sport. Dialah Ferruccio Lamborghini, pendiri Lamborghini.

Walau begitu, perasaan saya lebih banyak pemantik itu menyenangkan. Langkah yang dimulai dengan senyum optimisme mungkin memang lebih bisa sustain.


Aku sedang berpetualang menantang jiwa yang tenang
Menikmati anugrah indahnya alam
Sungguh senang berpetualang membakar semangat juang
Mewarnai hidup yang takkan terulang
Endank Soekamti - Berpetualan


Yok menyala bareng-bareng!!


Chandra


[1] Normalnya pesawat distarter menggunakan GPU, namun jika tidak tersedia (atau perlu menyalakan pesawat di udara) starter bisa dilakukan menggunakan APU (Auxiliary Power Unit) yang tertanam pada pesawat.


Barusan dapat broadcast ini di LINE terus jadi pengen komentar. Kebetulan udah lama nggak nyentuh blog juga (relative to my usual rate). Judulnya Tips PDKT usia 20 tahun ke atas a la iBas dari akun Baskoro Aris Sansoko. Cekidot

*****

[Tips PDKT usia 20 tahun ke atas a la iBas]

Entah ya, aku merasa usia 20 tahun ke atas itu sudah mulai mertimbangkan buat pernikahan. Ya walaupun rencana nikah umur 25 atau bahkan belum ada rencana, tetapi setidaknya mulai ada kecenderungan untuk berpikir ke arah sana.

Ditambah dengan mulai sibuknya hidup cari tambahan penghasilan, kuliah, atau apapun. Mulai berpikir gimana caranya biar enggak banyak minta sangu. Belum ketambahan sering begadang dan sebagainya. Apalagi kalau ikut kepanitiaan, organisasi, gerakan, macam-macam.

Intinya waktu jadi tambah sempit.

Dulu jaman SMP atau SMA yang masih longgar, rasanya "mengejar" sosok yang kita sukai itu perlu pelan-pelan, slow, dan penuh langkah hati-hati.

Yang entahlah untuk itu kalau hari ini ngerasa kelamaan. Terlalu sayang sama waktu. Belum ditambah dengan drama-drama yang rentan terjadi.

Got no time for that kind of shit lah intinya.

Jadi kira-kira gini tips PDKT dariku.

1. Pastikan ada targetnya. Obvious. Duh.

2. Jangan pupuk harapan dan eskpektasi berlebih. Biasa aja gitu. Dia bukan the one, satu-satunya, atau siapapun yang pasti berhasil membahagiakanmu. Tanamkan pada dirimu kalau kebahagiaanmu ya tanggung jawabmu. Orang lain itu penambah saja.

Plus kamu enggak tahu dia the one atau enggak kalau belum interaksi banyak. Jangan kemakan romantisasi cinta pandangan pertama di film, literatur, atau cerita pengalaman.

3. Langsung aja samperin atau hubungi dia dan bilang, "Halo. Aku jujur ada interest sama kamu. Well, kalau kamu enggak keberatan, bisa enggak kita buat lebih saling kenal?"

4. Respon dia positif? Bagus. Lanjutkan. Kenali dia dulu. Enggak usah buru-buru nawarin komitmen. Sayang pun enggak harus nawarin komitmen. Sans dulu. Tarik napas.

Ketemuan sekali dua kali. Ngobrol. Nonton. Makan. Apapun buat cek kalian obrolannya nyambung enggak, jalan hidup kalian compatible enggak. Kamu consider develop hubungan buat have fun aja atau emang serius. Itu harus cukup terlihat jelas dari awal.

Jadi biar enggak nawarin komitmen padahal cuma mau have fun. Biasanya banyak yang gini biar dapet fun-nya ntar kalau udah bosen dibuang.

5. Responnya negatif? Yaudah. Move. Orang lain masih banyak hadeuh. No time for lingering to that one.

6. Kalau udah beberapa kali ketemu, cocok, senang, dan ada clue-clue mau ke hubungan yang berkomitmen. Mulai dengan bicarakan deal breaker masing-masing. Apa yang tidak bisa ditoleransi dan apa yang masih bisa dibicarakan.

Sometimes ada orang yang butuh bisa have sex di luar relationship yang ada. Nah itu perlu dibicarakan di awal, bukan waktu sedang dalam hubungan.

Biar nanti masuk hubungan itu enggak ribet "kok kamu begini?" ya salah kalian berdua karena enggak dibicarakan di awal.

7. Kalau ternyata kalian berdua bisa deal with it, ngerasa enggak keberatan dengan kondisi satu sama lain. Ya mulai saja hubungannya. Jaga keterbukaan. Dan berusahalah untuk menjadi lebih pengertian pada pasangan. Make sure bukan cuma kamu yang berusaha menjalankan hubungan yang baik; itu bukan relationship tapi relationself.

Yasudah. Gitu aja. Enggak kebanyakan ruwet. Enggak pake waktu banyak. Enggak pake drama ribet follow prestigeholic nangis-nangis ke temenmu.

Life is already hard.

Ditambah relationship atau pre-relationship kebanyakan drama, passive aggresive, gatel-gatel tembel*k kucing, dan semacamnya itu kayak ngapain banget.

Usaha setia? Ujian cinta? Ogah.

Ada cinta yang woles dan happy. Ngapain pilih yang kebanyakan cing cong.

#hubungansehat

*****

#hubungansehat

Bagus sih saya bilang. I mean, belum bicara kontennya, tulisan ini menjadi legitimasi bagi pemuda pemudi yang sedang mencari bahwa kamu nggak sendirian berpikir ke arah pernikahan di umur 20an ke atas. Galau itu normal. Jatuh cinta itu wajar. Yang dipesankan oleh Mas Ibas itu adalah untuk menjaga dinamika masa-masa itu tetap sehat. 

Legitimasi itu, setidaknya bagi saya, menambah kepercayaan diri karena yakin bahwa bukan hanya saya yang mencari. Sesungguhnya kita saling mencari. Ada yang cepat ada yang lambat. Ada yang lancar ada yang terjal. Lebih dari itu ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul. Nyarinya dimana ? Nyari yang seperti apa ? Tapi buat saya yang paling membingungkan adalah Bagaimana memulainya ?

Dari tulisan di atas, nomor 1 sampai 3 adalah penegasan bahwa "normal kok melakukan bidding untuk urusan mengenal orang lain (lawan jenis)", dengan nomor 2 adalah rambu-rambu untuk tidak terlalu jauh melangkah dalam proses itu. Memang datangnya jodoh nggak bisa dikira-kira. Ada yang awalnya sama sekali nggak kenal tiba-tiba dipertemukan-Nya. Tapi akui saja bahwa di usia 20an ini kecenderungan tarik menarik itu pasti ada. 

Tentang bagaimana biddingnya, nah itu banyak caranya. Anak muda harus banyak akal. Melihat kondisi, latar belakang, kesamaan, dan informasi awal harus dipilih cara yang paling mungkin berhasil. Buat apa bidding kalau tujuannya bukan untuk berhasil ?

Dalam kondisi apapun yang namanya bidding belum tentu berhasil. Malah kadang kemungkinan gagal lebih besar karena bisa jadi banyak 'saingan' yang menginginkan hal yang sama. Makanya nomor 4 dan 5 kondisional, kalau respon positif lanjutkan, kalau negatif ya sabar wkwk, move on, move up. Lanjutkan-nya tetap pada batasan nomor 2 tadi, jangan over, tapi percayalah bahwa nambah kenalan itu baik. Kalaupun gagal, teman yang baik itu investasi.

Nomor 6, sejujurnya saya baru dengar istilah deal breaker. Tapi bener juga, nggak usah dipaksakan kalau memang ada yang tidak bisa disatukan. Sama-sama salah langkah mendingan diketahui lebih awal biar ada lebih banyak waktu untuk memperbaiki keadaan. Plus tentu saja sebelum kesalahan itu merusak nama baik. Katanya nama naik itu lebih berharga daripada uang.

Terakhir pendapat saya soal nomor 7, prosesnya lebih cepat lebih baik dan harus jadi lah kalau sudah sampai tahap ini...

Layaknya minum obat, kita tidak tahu bagaimana prosesnya obat itu bekerja tapi tetap meminumnya. Kita percaya bahwa obat itu bisa membuat kondisi kita membaik. Mungkin mekanisme jodoh juga begitu. Harus percaya bahwa sudah disiapkan-Nya orang yang tepat, di tempat yang tepat, dan pada waktu yang tepat. Mungkin jauh atau bisa juga dekat. Mungkin bukan hari-hari ini tapi semoga nggak lama-lama hahahaha. Modal iman, manusia lebih banyak nggak tahunya daripada tahunya.

Tentu setiap orang punya preferensinya masing-masing soal ini. Seperti broadcast-broadcast pada umumnya, tulisan ini pun menuai pro kontra, terlihat dari kolom komentarnya. Tapi saya salut pada mas Baskoro Aris yang menuliskan hal ini. Good Job!



Chandra





Judul Film : Thor - Ragnarok
Rilis : 3 November 2017 (USA)
Produser : Kevin Feige
Sutradara : Taika Waititi
Genre : Action, Sci-fi, Adventure
Cast : Chris Hemsworth, Tom Hiddleston, Cate Blanchett, Idris Elba, Jeff Goldblum, Mark Rufalo, etc

Udah nonton Thor-Ragnarok ? Kalau belum segera nonton gih, bagus. Unsur petualangannya, canggihnya, dan lucunya dapet semua. Koneksi dengan film yang sebelum-sebelumnya sukses bikin film ini jadi nostalgis. Yang paling jelas tentu si hijau besar Hulk yang ikut hadir di cerita ini, bahkan mungkin orang yang belum tahu siapa Hulk sebelumnya akan paham tentang sosok ini, walaupun film ini tentang Thor bukan tentang dia.

To conclude, ini film berkelas dan bergizi yang layak tonton.

Lah udah kesimpulan aja ? Iya, soal kritik dan review film ini teman-teman liat aja di Rottentomatoes dan IMDb, jauh lebih kredibel daripada kata-kata saya.

Saya cuma mau berbagi cerita soal obrolan beberapa hari yang lalu dalam perjalanan menuju Pusdikkav Padalarang. Analisis tentang palu Thor dan bagaimana dia bisa menggunakannya hahaha. Ini adalah hasil diskusi, bukan pikiran saya semata, bahkan honestly saya lebih banyak diam dan mendengarkan.

Thor : Ragnarok adalah film sci-fi, bukan film sihir. Pembuatnya pasti punya hitung-hitungan soal hal-hal 'ajaib' yang terjadi di film ini (dan film-film sci-fi yang lain juga). Yang perlu diingat adalah barangkali hal-hal yang saat ini masih kita anggap mustahil dan misterius hanyalah sesuatu yang belum kita pahami.

Film ini, seperti film-film Marvel yang lainnya, tidak dapat dipisahkan dari rangkaian film-film sebelumnya. Jadi semakin kesini semakin banyak bahan terakumulasi bagi penikmat film untuk berdiskusi mengenai hal-hal magis yang terjadi. Sedikit demi sedikit clue diberikan sehingga unsur fiksi-nya semakin terjelaskan. Lebih dari itu, and this is the kicker, clue yang muncul dalam film ini adalah : cara kerja Palu Thor, Mjolnir.

Dalam Thor : Ragnarok dijelaskan secara eksplisit bahwa palu itu terbuat dari inti bintang yang sudah mati, jelas. Apa artinya ? Inti bintang mati memiliki massa yang sangat-sangat besar, bisa mencapai jutaan ton yang terkumpul pada volume yang sangat kecil. Akibatnya palu itu menjadi sangat berat untuk ukuran sebuah senjata tangan, sangat berat. Karena beratnya, ketika palu itu diletakkan,dia seperti terkunci pada posisinya dan tidak bisa diangkat.

Tapi jangan dibayangkan Mjolnir itu sebuah entitas yang sangat berat. Karena kalau sesederhana itu dia tidak akan bisa diletakkan di atas meja (Avengers : Age of Ultron). Benda dengan berat setara milyaran gajah tidak mungkin tidak menghancurkan meja tempat dia berada, walaupun itu mejanya Tony Stark. Di sisi lain, ketika Tony Stark mencoba mengangkat palu itu menggunakan Iron Man Gloves pada gaya yang lebih besar dari berat teoretis Mjolnir dia gagal. Maka Mjolnir bukan sekedar soal berat, there must be something beyond that.

Btw, masih ingat rumus gravitasi ? F_grav = G x m1 x m2 / r^2

Paling mudah memang membayangkan gravitasi sebagai 'gaya tarik bumi'. Tapi sebenarnya gaya tarik menarik terjadi di mana saja. Kamu dan orang di sampingmu (semoga kamu nggak lagi sendirian waktu baca ini ya) juga saling tarik menarik, hanya saja faktor konstanta gravitasi (G) yang ordenya 10^-11 itu membuatnya terlalu kecil untuk mendekatkan kalian. ciee...

Benda-benda yang ada di semesta memancarkan yang namanya graviton. Menurut wikipedia, graviton is a hypothetical elementary particle that mediates force of gravitation in the framework of quantum field theoryWhy the f*** sekolah cuma mengajarkan rumus tanpa menjelaskan teori-teori di baliknya, kupikir anak SMA sudah cukup dewasa untuk memahami ini.

Pancaran graviton ini yang membuat benda-benda di bumi punya efek 'jatuh ke bawah'. Dan seperti yang dijelaskan wikipedia, graviton berhubungan dengan bahasan mengenai kuantum mekanik. Lalu apa hubungannya dengan Thor dan palunya ?

Sekali lagi ini film sci-fi, bukan film sihir. Bangsa Asgard, bangsanya Thor, adalah bangsa yang memiliki penguasaan yang sangat tinggi atas teknologi. Tapi expertise itu mereka tutupi dengan menjadikan seolah-olah itu sihir.

Thor, sebagai bagian dari bangsa Asgard, memiliki kemampuan yang unik (walaupun canggih, jenis keahlian tiap orang Asgard beda-beda). Somehow dia dapat memprogram palunya pada level kuantum dan menjadikannya seolah ringan. Dia mampu memodifikasi pancaran graviton sedemikian sehingga palunya seperti tidak terasa berat di tangannya. Thor bisa seenak hatinya mengatur perilaku 'berat' palu kesayangannya.

Itu menjawab mengapa nyaris tidak ada yang dapat mengangkat palu itu kecuali Thor, di luar genggaman Thor palu itu seperti terkunci. Tapi bukan hanya itu, premis tentang dia mampu mengatur berat melalui modifikasi kuantum juga menjawab mengapa dia bisa terbang menggunakan palu itu. Kalau diperhatikan, sebelum terbang dia memutar-mutar benda itu, saat itu yang dilakukannya adalah men-generate momentum sebesar-besarnya. Kita tahu bahwa momentum adalah perkalian dari kecepatan dan massa. Dengan kemampuannya tadi, dua variabel ini sepenuhnya berada dalam kendalinya, baik magnitude maupun arahnya. Hasilnya dengan momentum yang besar itu dia cukup berpegangan saja pada palu dan otomatis akan melesat bersamanya.

Lebih dari itu, ini juga menjawab mengapa Tony Stark gagal mengangkat Mjolnir tadi, barangkali ketika dikenai gaya dalam jumlah besar ada stimulus yang membuat palu itu memancarkan graviton lebih banyak. Well, Tony Stark yang 'juragan' di Avengers aja nggak bisa ngangkat palu itu.

Pada satu scene Odin berkata bahwa kekuatan yang sebenarnya sudah ada pada diri Thor sendiri, palu itu hanya membantu memfokuskannya. Memang begitu, Thor 'memprogram' palu itu sehingga dapat dia gunakan untuk bertarung. Tapi dalam pertarungan, bagaimana dia menggunakannya menjadi lebih penting. Bukan soal alatnya, tapi soal orangnya.

Ini cuma satu dari sekian banyak teori yang terserak tentang Thor, pasti tidak sepenuhnya benar, bahkan mungkin lebih dekat ke salah daripada ke benar, krearor Thor bisa lebih menilai. Memang diskusinya masih agak dangkal, belum jauh menilik film-film terdahulu yang melibatkan Thor. Tapi setidaknya setelah saya cek argumen graviton ini tidak bertentangan dengan magic-magic Thor yang pernah ditampilkan sebelumnya. Diskusi pagi itu memang nggak panjang-panjang amat, Bandung-Padalarang terasa cuma sak plinthengan kalau lewat tol.

Tapi sungguh salah satu tanda kesuksesan sebuah film fiksi ilmiah adalah ketika film itu mampu memancing banyak diskusi dari masyarakat dunia. Mengapa dunia ? karena mudah kalau mau menjadi menarik untuk masyarakat satu negara atau budaya atau bahasa saja. Tapi untuk membuat seluruh dunia berdiskusi dibutuhkan argumen-argumen yang universal. Dalam film Thor : Ragnarok, ini berhasil dilakukan.

Selamat menonton



Chandra
Btw, orang yang nonton film, baca buku, streaming youtube untuk belajar dan menambah wawasan emang beda ya. Berada di antara mereka sangat saya syukuri. Baru 2 minggu masuk tim proyek Pusdikkav langsung bertambah wawasan soal manusia purba, teori evolusi, bedanya marvel dan dc comic, strategi perang sun tzu, ps 4, baterai samsung galaxy seri A, dll. Really enjoyable!! 

Pesan seorang senior di kantor, "Kamu sekarang cari sambilan, buat backup, mumpung masih banyak waktu luang, nanti bisa sekalian buat mengkader istri..". Obrolan sambil makan nasi goreng kambing, bukan acara pengenalan perusahaan atau apapun seperti kawan-kawan yang juga mulai bekerja, karena memang gak ada, sudah dianggap langsung siap mroyek karena sejak dulu sudah sering main kesana, dianggap sudah kenal. 

Fleksibilitas sistem kerja memungkinkan saya untuk secara paralel mengerjakan sesuatu yang lain. Dengan mempertimbangkan keinginan untuk belajar, passion, dan prediksi pasar, saya putuskan kegiatan yang menguntungkan untuk dilakukan saat ini adalah : jualan alat-alat dan aksesoris panahan secara online.

Ini adalah pengalaman pertama saya berjualan secara profesional. Tentu masih sangat noob dibandingkan olshop-olshop yang sudah jauh lebih senior. Tapi saya suka sistem tokopedia yang memungkinkan toko baru untuk bersaing dengan yang sudah lebih dulu masuk. Akhirnya saya pilih Tokopedia sebagai marketplace toko pertama saya ini. Awalnya saya mau buka juga di Bukalapak, tapi ternyata mengurus satu saja udah cukup repot.

Pada Sea Games 2017 kemarin cabor panahan cukup sukses dan menyumbangkan beberapa medali. Pasca itu sepertinya olahraga panahan semakin populer di Indonesia. Info yang saya dengar dari sesama penghobi, di beberapa daerah lahir komunitas-komunitas panahan baru. Komunitas baru = pasar meluas. Apalagi ini termasuk aktivitas hobi dan rekreasi, pegiatnya biasanya siap mengeluarkan budget lebih.

Marketplace siap, pasar ada, barang mulai berdatangan, akhirnya dengan mengucap bismillah saya buka toko online pertama saya : BANDOENG ARCHERY



Sebagai toko yang masih baru, saya belum punya banyak bintang dan ulasan yang biasanya jadi pertimbangan calon pembeli, yah walaupun alhamdulillah sekarang sudah hampir tiap hari ada penjualan dan hasilnya lumayan lah sebagai pengalaman pertama dan usaha sampingan. Tapi kalau teman-teman hobi panahan atau ingin mencoba olahraga ini - sunnah loh - boleh banget belanja di kami hehehe. Atau kalau teman-teman punya kenalan yang hobi, boleh direfer ke toko saya. Minimal doanya semoga usaha ini berkah :)

Btw, untuk meningkatkan penjualan, saya menggunakan fitur TopAds di tokopedia sehingga jika ada orang mencari kata kunci tertentu barang saya akan muncul di bagian atas. Melalui fitur TopAds saya bisa tahu berapa kali produk itu ditampilkan, berapa orang yang meng-klik, persentasenya, dan berapa yang terjual. Saat ini persentase klik produk saya ada di sekitar 4%. Artinya secara rata-rata dari 100 kali iklan muncul ada 4 orang yang meng-klik. Kalau dari yang saya baca di forum-forum jualan online, persentase 2-3% oke, di atas 3% bagus.

Melihat statistik ini saya jadi terpikir penjual makanan, asongan, koran, mainan, tongkat tol, atau apapun yang biasa menjajakan jualannya di jalanan itu. Betapa banyak kendaraan dan manusia yang lewat tanpa menoleh kepadanya, termasuk saya. Kalau kita tanya penjaja di pinggir jalan itu ia akan menjawab dia berjualan untuk makan. Tapi setelah saya merasakan sendiri sensasi menjual sungguh berdagang bukan cuma soal keuntungan, tapi juga kebahagiaan dan rasa syukur. Tidak ada notifikasi lebih menyenangkan akhir-akhir ini selain notifikasi order baru di akun tokopedia saya.

Berbeda dengan pekerja kantoran atau pegawai negeri yang relatif sudah tahu berapa dia akan dapat nanti ketika tanggal gajian, para pedagang itu tidak tahu. Mereka pagi-pagi berangkat dari rumah tanpa tahu petang nanti pulang akan membawa apa. Mereka sampai pada tingkat keberserahan yang lebih tinggi dari rata-rata orang. 

Dulu diajarkan oleh guru agama di sekolah bahwa berniaga adalah salah satu sumber rejeki, bahkan profesi yang recommended. Membeli dari pedagang jalanan bukan sekedar membantu mereka menyambung hidup atau menafkahi keluarganya. Di saat yang bersamaan kita memberi mereka alasan untuk berbahagia dan kemudahan untuk lebih bersyukur. Lebih dari itu, dengan membeli bahkan mungkin kita akan menyelamatkan mereka dari meragukan kasih sayang Tuhan.


Chandra 



Tepat setahun yang lalu, 1 November 2016, saya curi-curi waktu di tengah kuliah Teori Kendali untuk menyelesaikan order domain dan hosting berbayar di Qwords. Penasaran banget waktu itu untuk segera punya domain web yang keren. Karena belum pernah mengurusi hal macam ini sebelumnya jadi waktu itu agak rumit dan bingung juga menyelesaikan prosesnya. Tapi alhamdulillah  siang itu juga beres, www.nurohmanchandraaa.blogspot.com berubah jadi www.chandranurohman.com.

Saya memulai dengan langganan satu tahun dulu waktu itu. Biayanya sekitar 360 ribu. Yah kalau dirata-rata setiap harinya keluar seribu rupiah untuk mendanai website ini. Worth it untuk sebuah platform yang memberikan saya kesempatan menuliskan banyak hal - dan dibaca secara on-demand. Artinya kawan-kawan pembaca memang berniat masuk ke blog ini, bukan nggak sengaja nemu di timeline, seperti konsep sosial media lain.

Saya harus katakan bahwa pengunjung blog ini masih terbilang sedikit, sekitar 62000 terhitung sejak akhir Januari 2016. Nggak sebanding lah ya dengan blog-blog para influencer yang sudah banyak audience dan beken punya teman dimana-mana. Saya sebaliknya malah sering kali lebih nyaman menyendiri atau berkumpul dengan kawan-kawan dan sahabat dekat saja hehehe.

Saya bersyukur kalau blog ini ada banyak yang baca. Tapi buat saya angka bukanlah segalanya. Karena bagi saya punya kemampuan dan tempat untuk menulis saja sudah nikmat yang luar biasa. Karya adalah investasi, termasuk tulisan. Orang bilang "hati-hati posting di internet, tidak akan benar-benar hilang walau dihapus". Jadi kenapa nggak memposting yang bagus-bagus saja ? Makin lama beredar di dunia maya makin bagus efeknya.

Saya merasa, rutin menulis selama hampir dua tahun ini - walaupun tidak semuanya bermutu - mengasah kemampuan saya untuk menurunkan kata-kata dan merangkainya menjadi kalimat dan paragraf. Ini sering kali membantu ketika saya berada pada kondisi dimana memang diharuskan menulis. Tugas akhir saya bahkan mungkin tidak akan selesai secepat kemarin itu kalau tidak terbiasa menulis sebelumnya. Bahkan beberapa kali saya dimintai tolong teman mereview tulisannya untuk berbagai keperluan, alasannya minta tolong pada saya : "kamu kan terbiasa nulis"

Yang menarik dari blog adalah kita tidak pernah tahu siapa-siapa saja yang membaca tulisan kita. Berbeda dengan media sosial lain, misalnya instagram, orang yang mem-follow kita-lah yang akan melihat konten yang kita upload. Orang tua, anak cucu, teman, atasan, bawahan, jodoh yang kita belum tahu, bahkan orang yang berada di belahan dunia lain bisa membaca.

Sejujurnya saya suka ngepo blog orang, terutama teman-teman saya di kampus, sekolah, bahkan yang baru kenal sekilas. Alasannya karena dari blog saya bisa mendapatkan banyak informasi soal pribadi penulis : latar belakangnya, hobi, buku film musik favorit, dll. Makanya kalau punya kenalan baru saya selalu coba cari apakah dia punya blog dan masih update. Kadang ada yang punya tapi aktifnya tahun 2010-2011an, tulisannya masih sangat alay dan malah bikin ngekek sendiri :D

Karena baru langganan satu tahun, kemarin muncul notifikasi dari Qwords bahwa saya harus segera memperpanjang masa langganan agar domain ini bisa tetep dipakai. Without any doubt saya segera mengurusnya, biayanya tetap sama, sekitar 360rb/tahun. Kata beberapa teman, "lanjutkan lah, sayang kalo enggak", "keep up your post!"

Terima kasih ya untuk semua yang sudah membaca :)
Baik yang membuka blog saya secara sengaja, mengklik link yang saya share di sosmed, atau bahkan mem-bookmark blog ini, u da real MVP...
Juga terima kasih pada google yang membuat tulisan saya soal paspor kilat jadi unggulan SEO dan jadi banyak yang menghubungi saya.
Terima kasih atas semua komentar, pertanyaan, kritik, saran, dll dari kawan-kawan semua.

Enjoy blogwalking!


Chandra - masih belajar menulis



Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home