Why No One Can Lift Thor's Hammer : Quantum Mechanics



Judul Film : Thor - Ragnarok
Rilis : 3 November 2017 (USA)
Produser : Kevin Feige
Sutradara : Taika Waititi
Genre : Action, Sci-fi, Adventure
Cast : Chris Hemsworth, Tom Hiddleston, Cate Blanchett, Idris Elba, Jeff Goldblum, Mark Rufalo, etc

Udah nonton Thor-Ragnarok ? Kalau belum segera nonton gih, bagus. Unsur petualangannya, canggihnya, dan lucunya dapet semua. Koneksi dengan film yang sebelum-sebelumnya sukses bikin film ini jadi nostalgis. Yang paling jelas tentu si hijau besar Hulk yang ikut hadir di cerita ini, bahkan mungkin orang yang belum tahu siapa Hulk sebelumnya akan paham tentang sosok ini, walaupun film ini tentang Thor bukan tentang dia.

To conclude, ini film berkelas dan bergizi yang layak tonton.

Lah udah kesimpulan aja ? Iya, soal kritik dan review film ini teman-teman liat aja di Rottentomatoes dan IMDb, jauh lebih kredibel daripada kata-kata saya.

Saya cuma mau berbagi cerita soal obrolan beberapa hari yang lalu dalam perjalanan menuju Pusdikkav Padalarang. Analisis tentang palu Thor dan bagaimana dia bisa menggunakannya hahaha. Ini adalah hasil diskusi, bukan pikiran saya semata, bahkan honestly saya lebih banyak diam dan mendengarkan.

Thor : Ragnarok adalah film sci-fi, bukan film sihir. Pembuatnya pasti punya hitung-hitungan soal hal-hal 'ajaib' yang terjadi di film ini (dan film-film sci-fi yang lain juga). Yang perlu diingat adalah barangkali hal-hal yang saat ini masih kita anggap mustahil dan misterius hanyalah sesuatu yang belum kita pahami.

Film ini, seperti film-film Marvel yang lainnya, tidak dapat dipisahkan dari rangkaian film-film sebelumnya. Jadi semakin kesini semakin banyak bahan terakumulasi bagi penikmat film untuk berdiskusi mengenai hal-hal magis yang terjadi. Sedikit demi sedikit clue diberikan sehingga unsur fiksi-nya semakin terjelaskan. Lebih dari itu, and this is the kicker, clue yang muncul dalam film ini adalah : cara kerja Palu Thor, Mjolnir.

Dalam Thor : Ragnarok dijelaskan secara eksplisit bahwa palu itu terbuat dari inti bintang yang sudah mati, jelas. Apa artinya ? Inti bintang mati memiliki massa yang sangat-sangat besar, bisa mencapai jutaan ton yang terkumpul pada volume yang sangat kecil. Akibatnya palu itu menjadi sangat berat untuk ukuran sebuah senjata tangan, sangat berat. Karena beratnya, ketika palu itu diletakkan,dia seperti terkunci pada posisinya dan tidak bisa diangkat.

Tapi jangan dibayangkan Mjolnir itu sebuah entitas yang sangat berat. Karena kalau sesederhana itu dia tidak akan bisa diletakkan di atas meja (Avengers : Age of Ultron). Benda dengan berat setara milyaran gajah tidak mungkin tidak menghancurkan meja tempat dia berada, walaupun itu mejanya Tony Stark. Di sisi lain, ketika Tony Stark mencoba mengangkat palu itu menggunakan Iron Man Gloves pada gaya yang lebih besar dari berat teoretis Mjolnir dia gagal. Maka Mjolnir bukan sekedar soal berat, there must be something beyond that.

Btw, masih ingat rumus gravitasi ? F_grav = G x m1 x m2 / r^2

Paling mudah memang membayangkan gravitasi sebagai 'gaya tarik bumi'. Tapi sebenarnya gaya tarik menarik terjadi di mana saja. Kamu dan orang di sampingmu (semoga kamu nggak lagi sendirian waktu baca ini ya) juga saling tarik menarik, hanya saja faktor konstanta gravitasi (G) yang ordenya 10^-11 itu membuatnya terlalu kecil untuk mendekatkan kalian. ciee...

Benda-benda yang ada di semesta memancarkan yang namanya graviton. Menurut wikipedia, graviton is a hypothetical elementary particle that mediates force of gravitation in the framework of quantum field theoryWhy the f*** sekolah cuma mengajarkan rumus tanpa menjelaskan teori-teori di baliknya, kupikir anak SMA sudah cukup dewasa untuk memahami ini.

Pancaran graviton ini yang membuat benda-benda di bumi punya efek 'jatuh ke bawah'. Dan seperti yang dijelaskan wikipedia, graviton berhubungan dengan bahasan mengenai kuantum mekanik. Lalu apa hubungannya dengan Thor dan palunya ?

Sekali lagi ini film sci-fi, bukan film sihir. Bangsa Asgard, bangsanya Thor, adalah bangsa yang memiliki penguasaan yang sangat tinggi atas teknologi. Tapi expertise itu mereka tutupi dengan menjadikan seolah-olah itu sihir.

Thor, sebagai bagian dari bangsa Asgard, memiliki kemampuan yang unik (walaupun canggih, jenis keahlian tiap orang Asgard beda-beda). Somehow dia dapat memprogram palunya pada level kuantum dan menjadikannya seolah ringan. Dia mampu memodifikasi pancaran graviton sedemikian sehingga palunya seperti tidak terasa berat di tangannya. Thor bisa seenak hatinya mengatur perilaku 'berat' palu kesayangannya.

Itu menjawab mengapa nyaris tidak ada yang dapat mengangkat palu itu kecuali Thor, di luar genggaman Thor palu itu seperti terkunci. Tapi bukan hanya itu, premis tentang dia mampu mengatur berat melalui modifikasi kuantum juga menjawab mengapa dia bisa terbang menggunakan palu itu. Kalau diperhatikan, sebelum terbang dia memutar-mutar benda itu, saat itu yang dilakukannya adalah men-generate momentum sebesar-besarnya. Kita tahu bahwa momentum adalah perkalian dari kecepatan dan massa. Dengan kemampuannya tadi, dua variabel ini sepenuhnya berada dalam kendalinya, baik magnitude maupun arahnya. Hasilnya dengan momentum yang besar itu dia cukup berpegangan saja pada palu dan otomatis akan melesat bersamanya.

Lebih dari itu, ini juga menjawab mengapa Tony Stark gagal mengangkat Mjolnir tadi, barangkali ketika dikenai gaya dalam jumlah besar ada stimulus yang membuat palu itu memancarkan graviton lebih banyak. Well, Tony Stark yang 'juragan' di Avengers aja nggak bisa ngangkat palu itu.

Pada satu scene Odin berkata bahwa kekuatan yang sebenarnya sudah ada pada diri Thor sendiri, palu itu hanya membantu memfokuskannya. Memang begitu, Thor 'memprogram' palu itu sehingga dapat dia gunakan untuk bertarung. Tapi dalam pertarungan, bagaimana dia menggunakannya menjadi lebih penting. Bukan soal alatnya, tapi soal orangnya.

Ini cuma satu dari sekian banyak teori yang terserak tentang Thor, pasti tidak sepenuhnya benar, bahkan mungkin lebih dekat ke salah daripada ke benar, krearor Thor bisa lebih menilai. Memang diskusinya masih agak dangkal, belum jauh menilik film-film terdahulu yang melibatkan Thor. Tapi setidaknya setelah saya cek argumen graviton ini tidak bertentangan dengan magic-magic Thor yang pernah ditampilkan sebelumnya. Diskusi pagi itu memang nggak panjang-panjang amat, Bandung-Padalarang terasa cuma sak plinthengan kalau lewat tol.

Tapi sungguh salah satu tanda kesuksesan sebuah film fiksi ilmiah adalah ketika film itu mampu memancing banyak diskusi dari masyarakat dunia. Mengapa dunia ? karena mudah kalau mau menjadi menarik untuk masyarakat satu negara atau budaya atau bahasa saja. Tapi untuk membuat seluruh dunia berdiskusi dibutuhkan argumen-argumen yang universal. Dalam film Thor : Ragnarok, ini berhasil dilakukan.

Selamat menonton



Chandra
Btw, orang yang nonton film, baca buku, streaming youtube untuk belajar dan menambah wawasan emang beda ya. Berada di antara mereka sangat saya syukuri. Baru 2 minggu masuk tim proyek Pusdikkav langsung bertambah wawasan soal manusia purba, teori evolusi, bedanya marvel dan dc comic, strategi perang sun tzu, ps 4, baterai samsung galaxy seri A, dll. Really enjoyable!! 

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment