Tahun Baru



Buat saya, tahun baru belum pernah benar-benar Wow!. Kecuali beberapa tahun yang lalu waktu alhamdulillah berkesempatan melewati 00:00 malam tahun baru sambil berdiam di Masjidil Haram. Selebihnya lebih banyak berisi perayaan dengan teman-teman di sekitar rumah. Itupun sebenarnya lebih dalam rangka srawung bersosialisasi, bukan karena tahun barunya.

Bicara soal refleksi, evaluasi, resolusi, target, perubahan menjadi lebih baik, dll sepertinya lebih mudah dilakukan kalau ada interval waktu yang jelas. Intervalnya boleh berupa hari, tapi sepertinya terlalu pendek untuk bisa melakukan sesuatu yang cukup bermakna. Boleh juga bulanan, tapi setiap bulan punya ciri khasnya masing-masing sehingga susah dibandingkan hasilnya. Misalnya ada bulan yang isinya hanya libur tok, ada yang mengandung Ramadhan di dalamnya, dll

Menurut saya evaluasi diri yang paling baik ordenya tahunan. Dalam setahun kita merasakan semua musim, melewati semua cycle mingguan dan bulanan, sudah sinkron antara Masehi dan Hijriyah (walaupun ada beda beberapa hari sih), dan waktu setahun rasanya cukup untuk melihat hasil yang telah diupayakan.

Hitungan tahunan nggak harus dimulai dari 1 Januari dan berakhir 31 Desember memang. Tapi jangan lupa, 1 Januari adalah satu-satunya tanggal dalam kalender Masehi dimana Tahun Baru, Bulan Baru, dan Hari Baru sama-sama terjadi. Kalau dianggap sebuah pekan diawali dengan hari Senin, maka 1 Januari 2017 juga adalah Minggu Baru.

Selain itu, kita hidup dalam society yang banyak sistemnya menggunakan hitungan tahunan 1 Januari-31 Desember, bukan 25 Maret-24 Maret, 1 September - 31 Agustus atau 1 Muharram - 29 Dzulhijah. Akibatnya untuk para pelajar libur semester adalah Juni dan Desember, untuk orang yang bekerja Desember adalah bulan kejar target, dan perhitungan kuartal tahun adalah 1 Jan-31 Mar, 1 Apr-30 Jun, 1 Jul-30 Sept, dan 1 Okt-31 Des.

Dengan kondisi seperti itu maka 1 Januari adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi, merefresh, dan menyiapkan rencana-rencana untuk 1 tahun berikutnya. 1 Januari tidak harus dirayakan, tapi alangkah baiknya jika kita memeriksa diri sendiri atau saling sharing dengan orang lain tentang apa saja yang sudah dicapai setahun terakhir dan siapkah kita untuk menjadi atau melakukan something big tahun depan.

Jadi, apa resolusimu di 2018 ?


*rasanya post ini kurang panjang, jadi ini sekilas soal Millennium Bug buat yang belum tahu

1 Januari 2017 kita 'cuma' memulai tahun, bulan, minggu, dan hari yang baru. Kita tidak memulai abad atau millennium baru seperti tahun 2000 lalu. Sayangnya waktu itu saya masih terlalu kecil untuk memahami millenium bug yang terjadi. Padahal ini fenomena menarik.

Pada abad ke-20 (19xx) program-program komputer menuliskan 4 digit angka tahun hanya dengan 2 digit terakhirnya. Misalnya 1955 ditulis sebagai 55, 1978 menjadi 78, 1999 menjadi 99, oleh komputer. Apa yang akan terjadi ketika tanggal berubah menjadi 1 Januari 2000 ? 010100 akan dianggap sebagai 1 Januari 1900 instead of 1 Januari 2000.

Kesalahan penanggalan adalah masalah besar bagi masyarakat yang mulai beralih ke era digital. Data-data perbankan, pembangkit listrik, kependudukan, dan sektor strategis lain terancam waktu itu. Tempat-tempat dengan sistem yang rawan dipantau secara serius bahkan sampai bersiap untuk resiko terburuk misalnya kebakaran.

Itu sekilas soal Y2K atau Millennium Bug. Kalau penasaran sudah banyak kok sumber yang menjelaskan peristiwa ini. Kalau tahun 2000 belum sadar dengan ini, tahun 2038 masih ada kemungkinan bug lain kok, tapi sepertinya dengan perkembangan teknologi komputasi seperti saat ini dunia sudah akan lebih siap untuk menghadapi yang satu itu.


Salam,
Chandra

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment