Nama aslinya Ridwan Hanif Rahmadi, tapi terkenal dengan nickname Sultan. Aku juga nggak tahu sejarahnya. Maklum baru ngikutin updatenya beberapa bulan terkahir. Sore tadi barusan aku update story instagram bilang bahwa dia adalah reviewer mobil favorit untuk saat ini. Ternyata ada beberapa reply, beberapa teman juga tahu dia dan suka reviewnya juga.

Awal tahu dia adalah dari channel YouTube Autonetmagz. Dia mereview banyak mobil. Mulai dari mobil LCGC sampai Tesla Model S yang harganya 44 M, weww. Kebanyakan mobil yang direview adalah mobil yang baru masuk pasaran Indonesia. Either dapat pinjaman mobil baru dari pemilik, komunitas, atau ATPM.

Dia bukan satu-satunya reviewer di AutonetMagz, tapi menurutku dia salah satu yang paling informatif sekaligus entertaining. Dia punya knowledge soal otomotif dalem, penyampaian bagus, jokesnya nggak garing, dan jujur.

Maksudnya jujur, walaupun beberapa mobil yang direview adalah endorsement, kalau memang ada kekurangan akan dia sampaikan. Tidak ada yang ditutup-tutupi dan intervensi. Kalau bagus ya dibilang bagus, kalau jelek ya siap aja dicaci hahaha. Beberapa korban misalnya desain Karimun kotak, AC Grand Livina, transmisi AGS Ignis, suspensi Mobilio keras, build quality Xpander belum bagus, dll.

Sebenarnya dia bukan cuma mereview mobil, tapi juga motor, bis, bahkan gadget. Di channel YouTube pribadinya, Ridwan Hanif Rahmadi, dia upload video-video yang lebih beragam. Ada porsi review mobil, tapi lebih ke owning experience, dia sering mereview mobil-mobil yang disewakan di Autonet Rent Car. Sisanya adalah video tips n trick, review gadget, video perjalanan di pameran, dan dokumentasi sosial misalnya ketika dia mendalami kehidupan keras para sopir truk.

Kalau ditanya video favorit, banyak euy yang bagus. Cuma nemu satu dua yang kayak kurang niat misalnya ngereview sambil pegang hp buat ngrekam suara (mungkin mic di kamera rusak), atau review malem-malem jadi pencahayaan jelek. Tapi yang terbaik diantara yang baik dari segi konten dan presentasi menurutku adalah waktu dia menunjukkan cara beli kendaraan lelang di JBA Indonesia.



Mobil Impian

Salah satu efek keseringan nonton video Sultan adalah jadi pengen cepet-cepet punya mobil haha. Dari puluhan video yang sudah kutonton, mobil yang paling bikin kepincut adalah Ford Ecosport. Ini link reviewnya (link aja ya biar page ini gak jadi berat dan makan banyak kuota :

link 1 : Ford Ecosport review by AutonetMagz
link2 : Ford Ecosport test drive by AutonetMagz

Konsep mobilnya Mini SUV yang tampak keren dari luarnya, sangat sporty menurutku. Bagian dalamnya juga luas, lebih luas dari mobil hatchback. Dan karena ini mobil dari pabrikan Amerika, fiturnya komplit karena mengikuti regulasi di Amerika atau Eropa. Ditambah lagi dia punya sunroof yang bisa dibuka. Keren euy!

Kelemahannya saat ini Ford nggak punya ATPM di dalam negeri, tapi mungkin gara-gara ini juga harga bekasnya jadi menarik.


Mobil Pertama

Dalam salah satu videonya, dia pernah memberikan tips-tips untuk anak muda yang pengen beli mobil pertamanya. Saya lupa video yang mana, silakan cari sendiri di channelnya hehe. Dalam video itu Sultan ngasih beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih mobil. Mulai pengaturan budget, pengecekan (kalau beli mobil bekas), dan beberapa aspek teknis yang penting.

Tapi ada poin yang menarik. Dia (sangat) menyarankan untuk lebih baik membeli mobil bekas secara cash daripada mobil baru tapi kredit. Mobil bekas asal perawatannya baik banyak yang masih bagus. Memang ada beberapa komponen yang bisa aus dan harus diganti rutin, tapi itu biayanya tak seberapa. Dia juga menyarankan untuk menyisakan budget maintenance dan upgrade, jadi gak semua duitnya habis untuk beli unit mobilnya.

Alasannya kenapa harus cash, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Anak muda yang baru nabung belum punya cukup aset backup kalau andaikata ada kebutuhan mendadak. Kalau ambil mobil kredit, kita rawan bermasalah. Mobilnya nggak bisa dijual, mau over kredit juga susah cari yang mau, masih harus bayar cicilan tiap bulan, kan repot. Mending beli cash, yang orientasinya kebutuhan bukan gaya-gayaan, sambil tetap nabung untuk nanti upgrade jadi mobil yang kelasnya lebih tinggi.

Satu lagi, beli mobil cash menghindari riba.




Selain Sultan mungkin masih banyak reviewer mobil yang bagus, tapi selama ini karena udah terlanjur subscribe AutonetMagz dan Ridwan Hanif Rahmadi jadi yang sering muncul ya video dari dua channel itu.

Buat teman-teman yang lagi punya waktu luang, daripada melakukan yang enggak-enggak mending nambah ilmu tentang dunia otomotif. Pasti suatu saat berguna. Apalagi laki-laki selayaknya bisa lah maintenance minor macem ganti oli, nyuci mobil yang bener, bersihin filter AC, dll.

Pernah kepikiran kayaknya di masa depan buka bengkel motor mobil sangat prospektif. Selain jumlah pemakainya yang terus naik, kendaraan jaman sekarang semakin 'well-designed' yang artinya semakin bagus tapi susah diotak-atik, apalagi sepertinya generasi milenial banyak yang males kotor-kotoran nyervis kendaraan, ada masalah bawa aja ke abang bengkel. Heuheu...


Sekian semoga bermanfaat,
Chandra


Pernah ketemu orang yang seolah-olah tahu segalanya ? Mulai berita infotainment sampai politik, segala jenis musik sampai penyair-penyair Melayu jaman dulu, up to date berbagai macam isu sosial, lingkungan, teknologi, kesehatan, dll.

Aku selalu senang kalau dapat kesempatan untuk mengenal dan ngobrol dengan orang yang berwawasan luas seperti itu. Ini bukan maksudnya pilih-pilih teman. Tapi menurutku ada 3 cara menghabiskan waktu luang : me time (sendiri atau bersama keluarga dekat), chilling out (santai, nganggur, ngelamun, apapun untuk mengistirahatkan fisik dan pikiran), exploring (belajar, mencari sesuatu). Kalau mau menghabiskan waktu luang untuk hal yang bermanfaat dengan exploring something, cara termudahnya adalah bertemu dengan orang-orang macam ini. Dua jam talktime dan kita akan pulang dengan membawa ilmu baru dan inspirasi.

Maksudnya berwawasan luas adalah orang yang tahu banyak hal di luar bidang atau aktivitas primernya. Misalnya kalau aku bisa membedakan mana Boeing 737 dan mana Airbus 320 hanya dengan melihat tampilan luarnya, itu bukan termasuk 'berwawasan luas' karena memang itu bidang yang aku tekuni. Kalau ada orang yang belajar dan bekerja di bidang kesehatan lalu bisa bicara soal pentingnya vaksin itu juga bukan berwawasan luas. Tapi kalau dia bisa diajak diskusi soal hal random misal Vietnam War, Piala Dunia, dan seri Star Wars itu baru berwawasan luas.

Pandai dan berwawasan luas adalah dua hal yang berbeda

Ada dua hal yang membuat orang seperti tahu segalanya. Pertama adalah dia punya ketertarikan yang besar pada banyak hal. Dia nggak butuh motivasi besar untuk mencari tahu soal sesuatu. Just spontaneous, terlintas apa di pikiran dan dia akan cari tahu soal itu. Bahasa kekiniannya knowing every particular object alias kepo. Kalau di depan komputer dia akan langsung buka browser dan googling. Kalau ngobrol di jalan dia sering tiba-tiba nyeletuk tentang sesuatu, misalnya liat stiker TRD Sportivo dia bilang, "TRD apa ya ?". Terus kawannya ada yang jawab, "Toyota Rakitan Daihatsu". wkwkwk garing ya..

Fyi aja nih, saham Daihatsu sepenuhnya dimiliki Toyota, makanya bisa ada mobil kembar Avanza-Xenia dan Rush-Terios. Tapi karena posisi Toyota adalah saudara tua, mobil Toyota diberi spek lebih tinggi/lebih spesial. Fyi lagi, Toyota Avanza sekarang produksinya dilakukan di pabrik Daihatsu..

Oke kembali ke topik. Faktor kedua yang membuat seseorang berwawasan luas adalah daya tangkapnya pada sesuatu. Dia mungkin hanya mendengar orang ngobrol di warung makan, tapi secara otomatis dia memproses suara yang ia dengar dan menyaring info yang penting lalu menyimpannya. Lain waktu ketika dia bicara dengan orang lain, dia punya perbendaharaan informasi yang lebih banyak. Karena pada akhirnya dia juga mengucapkan itu, dia semakin paham dengan apa yang dibicarakan. Padahal awalnya hanya tidak sengaja nguping orang di warung bakso misalnya.

Dua hal itu, kepo dan peka, sebenarnya dimiliki semua orang, tapi kadarnya berbeda-beda. Menurutku itu perlu diasah juga sebagai bentuk syukur atas hardware dan software yang sudah Allah berikan pada diri kita.

Faktor lingkungan, pendidikan, kesehatan, dll juga memengaruhi seberapa luas wawasan seseorang. Kita tidak perlu mengeluh dan merendah kalau merasa pengetahuan masih cetek. Justru kita harus banyak belajar dari buku, orang, dan media lain. Diantara itu, yang paling menyenangkan adalah belajar dari orang lain karena selain nambah pengetahuan, yang namanya sosialisasi dan bermasyarakat pasti banyak faedahnya.

Ada dua cara untuk memastikan waktu tidak terbuang sia-sia, membaca buku dan talktime dengan orang yang tepat.

Terima kasih


Salam,
Chandra


image by (boleh baca) : http://www.indianfolk.com/worlds-valuable-commodity-knowledge-edited/


Elemen terbesar pada diri kita adalah ketidaktahuan. Kalau kita menyingkirkan ketidaktahuan, kita akan jadi merasa tahu segalanya.

Kita bisa membuat terang menjadi lebih terang, dengan menambahkan cahaya. Tapi kita tidak bisa membuat gelap menjadi lebih gelap. Yang membedakan gelap dan terang hanyalah ada tidaknya cahaya.

Kita bisa membuat panas menjadi lebih panas, dengan memasukkan kalor. Tapi kita tidak bisa mendinginkan 'dingin'. Yang kita lakukan adalah semata-mata memasukkan atau mengeluarkan kalor.

***

Skills & Endorsement LinkedIn, tempatnya seseorang mencantumkan hal-hal yang telah dia kuasai atau telah dididikkan padanya sambil berharap banyak orang mengakuinya (mengendorse). Lebih tepatnya, itu adalah hal-hal yang dia 'rasa' telah ia kuasai.

Terlalu lama dimanjakan dengan sistem sekolah, aku sempat merasa tahu segalanya. Mendapatkan pelajaran C++ sangat dasar di semester satu dan langsung aku masukkan sebagai skill yang aku kuasai. Hanya sedikit menggunakan Unity3D untuk tugas akhir dan merasa sudah bisa membuat apapun dengan itu. Baru mengenal Vortex Editor dan sudah memasukkannya di sana.

Setelah lepas dari dunia sekolah dan belajar di 'alam liar' engineering, aku sadar bahwa aku bukan siapa-siapa. Masih banyak hal yang aku belum tahu apalagi bisa. Aku masukkan kembali elemen ketidaktahuan dalam cara berpikirku sehingga aku lebih ikhlas untuk belajar hal-hal baru.

Kalau kamu juga begitu, jangan khawatir, kamu tidak sendiri, dan yang kau harus tahu adalah itu tidak salah. Hampir semua orang mengalami bias itu, dalam banyak bidang. Bias yang disebut Dunning-Kruger Effect


Sekarang aku justru bersyukur telah menyadari kealpaan ini. Karena walaupun berada pada titik yang rendah, barangkali itu adalah jalan menuju penguasaan yang sejati, bukan ketidaktahuan yang ditutupi.

Skills, kuputuskan untuk menghapus sebagian besarnya, menyisakan yang memang sudah mendapat apresiasi. Sisanya nanti kutambahkan kalau sudah cukup umur, mau belajar dulu.


Salam,
Chandra

Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home