Bewawasan Luas



Pernah ketemu orang yang seolah-olah tahu segalanya ? Mulai berita infotainment sampai politik, segala jenis musik sampai penyair-penyair Melayu jaman dulu, up to date berbagai macam isu sosial, lingkungan, teknologi, kesehatan, dll.

Aku selalu senang kalau dapat kesempatan untuk mengenal dan ngobrol dengan orang yang berwawasan luas seperti itu. Ini bukan maksudnya pilih-pilih teman. Tapi menurutku ada 3 cara menghabiskan waktu luang : me time (sendiri atau bersama keluarga dekat), chilling out (santai, nganggur, ngelamun, apapun untuk mengistirahatkan fisik dan pikiran), exploring (belajar, mencari sesuatu). Kalau mau menghabiskan waktu luang untuk hal yang bermanfaat dengan exploring something, cara termudahnya adalah bertemu dengan orang-orang macam ini. Dua jam talktime dan kita akan pulang dengan membawa ilmu baru dan inspirasi.

Maksudnya berwawasan luas adalah orang yang tahu banyak hal di luar bidang atau aktivitas primernya. Misalnya kalau aku bisa membedakan mana Boeing 737 dan mana Airbus 320 hanya dengan melihat tampilan luarnya, itu bukan termasuk 'berwawasan luas' karena memang itu bidang yang aku tekuni. Kalau ada orang yang belajar dan bekerja di bidang kesehatan lalu bisa bicara soal pentingnya vaksin itu juga bukan berwawasan luas. Tapi kalau dia bisa diajak diskusi soal hal random misal Vietnam War, Piala Dunia, dan seri Star Wars itu baru berwawasan luas.

Pandai dan berwawasan luas adalah dua hal yang berbeda

Ada dua hal yang membuat orang seperti tahu segalanya. Pertama adalah dia punya ketertarikan yang besar pada banyak hal. Dia nggak butuh motivasi besar untuk mencari tahu soal sesuatu. Just spontaneous, terlintas apa di pikiran dan dia akan cari tahu soal itu. Bahasa kekiniannya knowing every particular object alias kepo. Kalau di depan komputer dia akan langsung buka browser dan googling. Kalau ngobrol di jalan dia sering tiba-tiba nyeletuk tentang sesuatu, misalnya liat stiker TRD Sportivo dia bilang, "TRD apa ya ?". Terus kawannya ada yang jawab, "Toyota Rakitan Daihatsu". wkwkwk garing ya..

Fyi aja nih, saham Daihatsu sepenuhnya dimiliki Toyota, makanya bisa ada mobil kembar Avanza-Xenia dan Rush-Terios. Tapi karena posisi Toyota adalah saudara tua, mobil Toyota diberi spek lebih tinggi/lebih spesial. Fyi lagi, Toyota Avanza sekarang produksinya dilakukan di pabrik Daihatsu..

Oke kembali ke topik. Faktor kedua yang membuat seseorang berwawasan luas adalah daya tangkapnya pada sesuatu. Dia mungkin hanya mendengar orang ngobrol di warung makan, tapi secara otomatis dia memproses suara yang ia dengar dan menyaring info yang penting lalu menyimpannya. Lain waktu ketika dia bicara dengan orang lain, dia punya perbendaharaan informasi yang lebih banyak. Karena pada akhirnya dia juga mengucapkan itu, dia semakin paham dengan apa yang dibicarakan. Padahal awalnya hanya tidak sengaja nguping orang di warung bakso misalnya.

Dua hal itu, kepo dan peka, sebenarnya dimiliki semua orang, tapi kadarnya berbeda-beda. Menurutku itu perlu diasah juga sebagai bentuk syukur atas hardware dan software yang sudah Allah berikan pada diri kita.

Faktor lingkungan, pendidikan, kesehatan, dll juga memengaruhi seberapa luas wawasan seseorang. Kita tidak perlu mengeluh dan merendah kalau merasa pengetahuan masih cetek. Justru kita harus banyak belajar dari buku, orang, dan media lain. Diantara itu, yang paling menyenangkan adalah belajar dari orang lain karena selain nambah pengetahuan, yang namanya sosialisasi dan bermasyarakat pasti banyak faedahnya.

Ada dua cara untuk memastikan waktu tidak terbuang sia-sia, membaca buku dan talktime dengan orang yang tepat.

Terima kasih


Salam,
Chandra


image by (boleh baca) : http://www.indianfolk.com/worlds-valuable-commodity-knowledge-edited/
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment