Accelerate


Obyek yang diam akan tetap diam dan obyek yang bergerak akan bergerak dengan kecepatan konstan sampai ada gaya yang mengenainya
Flowing nicely dari hari ke hari bagus untuk jangka pendek tapi tidak untuk jangka panjang. Kita perlu tetap sehat, ceria, dan kalau bisa awet muda dengan hari-hari yang minim tekanan serta malam yang damai. Tapi kalau begitu terus, kapan akselerasinya ? Karena percepatan bisa lebih penting dari kecepatan.

Saya menemukan manfaat baru dari punya blog pribadi dan rutin mengisinya seperti ini. Membuka-buka tulisan lama memang kadang bikin malu sendiri. "Wew dulu kok bisa nulis begini yak, so alay". Tapi di sisi lain blog ini mencatat fluktuasi kecepatan dan percepatanku. Kalau kamu punya banyak waktu luang (dan kepo), jelajahilah blog ini dan kamu akan menemukan naik turunnya excitement saya layaknya lingkaran tahun pada batang pohon.

Blog ini di-istiqomah-i sejak 2 tahun yang lalu. Belum lama-lama amat memang, tapi itulah masa dimana saya menemukan inspirasi untuk menseriusi ini. Itu peak yang pertama tercatat. Seperti hal-hal lainnya, seiring berjalannya waktu interest berkurang dan melandai sampai muncul inspirasi berikutnya.

Naik, turun, naik, turun lagi. Flashback membuatku sadar bahwa ada beberapa momen yang sangat pantas disyukuri karena itulah momen-momen booster yang membuatku belajar. Jadi ingin berterima kasih pada orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Tapi kini kok kayaknya udah lama kering inspirasi. Mungkin aku kurang bergaul atau terjebak rutinitas. Let's accelerate

The more forces, the more accelerations


gambar : SBS
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment