NTMS : SIklus


Saya baru mikir, konsekuensi logis dari kurangnya amal dan banyaknya maksiat adalah rasa tidak pantas mendapat 'pertolongan tidak maksud akal' dari Allah. Akibatnya kita jadi mudah putus asa, sulit melihat kemungkinan baik, dan rentan stres. Padahal harusnya tidak merasa begitu.

Kita tahu kok sebenarnya, kita bisa merasakan ada kalanya iman turun dan merasa jauh dari Allah. Ketika waktu habis untuk itu-itu saja, tidak menjadi lebih baik tiap harinya, pikiran jadi jenuh. Kalau sudah begini, cenderungnya kita bergeser ke arah yang lebih jelek. Layaknya air mengalir ke tempat yang rendah. Butuh energi dari niat yang lebih kuat untuk menggerakkan diri ke arah yang lebih baik.

Akhirnya terbentuklah lingkaran itu. Dimulai dengan amalan yang kurang, maksiat nambah, hati jadi kalut dan pikiran tidak jernih. Lalu merasa diri kotor dan kurang berhak mendapat pertolongan. Masalah yang tak seberapa cukup untuk menjadikan kita stres dan putus asa. Tanpa keinginan untuk berubah, pelampiasannya bisa salah tempat. Mulai lagi siklusnya.

Butuh pemantik untuk memutar lingkaran itu ke arah berlawanan. Kalau bingung mulai darimana, mungkin dengan bangun lebih pagi esok hari.

Intinya, jangan berputus asa atas rahmat Allah.



gambar : pixabay
Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment