Belanja Online : Yes or No ?


Saya lupa baca dimana, tapi ada yang bilang kegagapan belanja online di Indonesia saat ini sudah jauh menurun dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Kabar gembira. Menurut saya e-commerce akan berkembang tahun-tahun ke depan. Kenapa ? karena motif ekonomi. Orang ingin mendapat barang sebagus mungkin dengan harga tertentu atau mendapat harga terendah untuk kualitas barang tertentu. Gampangnya, secara umum belanja online lebih murah. Itu alasan paling simpel dan masuk ke semua orang.

Tanpa promo dan program sale pun, harga-harga barang yang dijual di internet biasanya dibawah harga pasaran. Alasannya karena biaya operasional yang harus dikeluarkan penjual lebih sedikit. Penjual tidak harus punya/sewa kios, tidak perlu banyak pegawai, dan untuk skala tertentu tidak ada pajak sama sekali. Nggak tahu ya kalau nanti pemerintah mengenakan pajak untuk e-commerce...

Tapi memang belanja online punya kelemahan yaitu rentan penipuan. Tidak adanya tatap muka antara penjual dan pembeli serta terbatasnya akses pembeli untuk mengecek barang membuka peluang oknum-oknum nakal untuk bermain. Mungkin orang-orang yang masih ragu belanja online itu sebagian besar sebabnya karena pernah kena tipu.

Atas dasar pemahaman itu saya coba untuk sejujur mungkin selama 6 bulan terakhir berjualan online. Alhamdulillah belum ada keluhan karena faktor barang tidak sesuai atau semacamnya. Bahwa pernah ada barang rusak di tangan kurir ekspedisi itu iya, tapi itupun bisa diselesaikan baik-baik.

Sebagai orang yang sudah merasakan manfaat e-commerce saya mau memberikan beberapa info untuk kawan-kawan yang masih khawatir belanja online.

Pertama, ada banyak marketplace di Indonesia (lebih banyak lagi kalau memasukkan yang skala internasional seperti eBay dan Aliexpress). Kalau yang populer di Indonesia diantaranya Tokopedia, Shopee, Bukalapak, OLX, Lazada, dll. Sebaiknya memang kita tahu karakteristik masing-masing marketplace itu. Misalnya Tokopedia saat ini masih menjadi pasar paling ramai jadi kemungkinan varian barang yang dijual disana lebih lengkap. Tapi Shopee punya lebih banyak promo gratis ongkir kalau ingin lebih hemat. Lain kasus kalau ingin cari barang second misal motor bekas lebih cocok buka OLX. Info-info seperti ini bisa diketahui dari forum-forum di internet atau merasakan sendiri dengan berbelanja disana. Silakaaan..

Kedua, tentang oknum pedagang tidak jujur. Di setiap marketplace pasti ada penjual yang memanfaatkan lubang nir tatap muka tadi untuk berbuat jahat. Tapi percayalah itu hanya oknum, lebih banyak penjual yang jujur. Jangan sampai karena satu pengalaman buruk belanja di salah satu marketplace lalu membenci semua penjual di marketplace itu (saya pernah ketemu kasus begini). Saya punya beberapa tips untuk membedakan penjual yang jujur dari yang tidak. Di poin selanjutnya ya.

Ketiga, tips membedakan penjual jujur dan tidak jujur. Yang paling penting untuk dilakukan adalah melihat review/feedback/ulasan di laman penjual yang bersangkutan. Orang-orang yang pernah membeli dari toko tersebut biasanya akan meninggalkan review berupa penilaian atas layanan, kualitas barang, kesesuaian, dll. Konsepnya persis seperti rating bintang di Gojek/Grab. Coba perhatikan review dari pembeli sebelumnya. Semakin banyak review positifnya maka InsyaAllah penjual tersebut bisa dipercaya. Bahkan sama-sama jujur pun dengan review ini bisa dilihat mana penjual yang responnya cepat mana yang lambat, mana yang packingnya rapi mana yang tidak, dan masih banyak lagi.

Keempat, membayar belanjaan online itu tidak susah, banyak caranya. Kalau kamu sudah punya saldo di marketplace yang digunakan misal Saldo Tokopedia atau Buka Dompet, maka kamu bisa langsung mengambil dana dari sana. Kalaupun tidak, pembayaran bisa dilakukan melakui transfer ATM, Indomaret, kartu kredit, dll. Dan yang paling penting soal bayar membayar, uang yang kamu transfer nggak akan masuk ke saldo penjual kalau barang belum kamu konfirmasi diterima dalam keadaan baik, jadi santai aja. Worst case-nya, kalau barang nggak diterima uang itu akan dikembalikan 100% tanpa potongan.

Kelima, berjualan online itu gampang. Kamu nggak perlu mengeluarkan banyak modal karena membuka toko di marketplace sepenuhnya gratis. Yang perlu disiapkan hanya barang yang akan dijual. Ketika sudah jalan, nggak perlu takut waktumu tersita untuk mengurus toko online. Saya selama ini menjalankan toko online sambil bekerja full-time dan oke oke saja. Saya menunggu orderan masuk lalu mengirim barang pagi hari sekalian berangkat dan malam hari sepulang kantor. Sebagai bonusnya, alhamdulillah hasil berjualan online itu cukup bahkan lebih untuk menutup daily expenses.

Kalau ditanya belanja online yes or no tentu saya jawab yes karena sudah merasakan sendiri manfaatnya. Saya ingin mengajak yang masih ragu, yok cobain belanja di internet. E-Commerce adalah efek tak terpisahkan dari berkembangnya dunia digital. Belanja online adalah aktivitas ekonominya netizen.

Kita ini kan hidup di dua dunia, nyata dan maya. Kita belajar di sekolah tapi juga suka cari video DIY (Do It Yourself) di YouTube. Kita ngobrol di warung kopi tapi juga rame di twitter. Kita jalan-jalan ke berbagai tempat tapi nyimpen kenangannya di Instagram. Jadi belanja online pun simply hanya belanja di supermarket yang di-maya-kan.

Semua riset mengatakan bahwa dari tahun ke tahun nilai transaksi e-commerce meningkat. Ayok yang ngaku netizen milenial yang melek internet jangan sampai ketinggalan arus ini. Belanja online itu mudah, murah, dan aman :)


Regards,
Chandra


gambar : www.e-spincorp.com







Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment