Tips : Cek Fisik Lima Tahunan di Luar Kota Asal



Tulisan ini adalah tips dan sharing soal mengurus cek fisik kendaraan lima tahunan di luar kota asal. Saya mengurus motor AB di Samsat Bandung Timur. Semoga bermanfaat

Salah satu kewajiban kita sebagai warga negara Indonesia yang baik adalah taat bayar pajak. Tidak terkecuali pajak kendaraan bermotor yang sehari-hari kita pakai. Setahun sekali kita bayar pajak dan setelah lima tahun harus cek fisik dan ganti plat nomor. Sejujurnya kesan samsat yang penuh, antri panjang, dan ribet bikin saya agak malas ngurus beginian. Tapi yaa mau gimana lagi, kita pakai fasilitas jalan dan lalu lintas selayaknya sadar kalau infrastruktur dibangun pakai duit.

Saya punya dua motor di Bandung, lebih tepatnya yang satu punya adik yang kuliah di sini. Bulan Juli ini motor yang biasa dipakai adik habis masa berlaku plat nomornya, 07-18. Kalau sudah begitu harus cek fisik dan urus pajak lima tahunan, nanti dapat plat nomor baru yang 07-23.

Masalahnya adalah plat nomor motor itu AB, plat Jogja. KTP yang digunakan sebagai pemilik juga KTP Bantul. Awalnya khawatir apa bisa diurus di sini (di Bandung) perkara lima tahunan ini ?

Ternyata bisa, khusus untuk Cek Fisiknya. Cek fisik bisa dilakukan di luar daerah untuk nanti dokumen cek fisiknya dibawa atau dikirim ke kota asal untuk diurus lebih lanjut masalah pajak dan lain sebagainya. Intinya cek fisik bisa dilakukan di luar daerah apapun keperluan Anda.

Di sini saya mau cerita pengalaman mengurus cek fisik kendaraan di luar daerah, check it out!

Saya tinggal di Bandung, tepatnya daerah Dago. Untuk keperluan cek fisik kemarin saya datang ke Samsat Bandung Timur di daerah Soekarno Hatta. Agak jauh memang, hampir satu jam perjalanan. Lokasinya tepat di samping perempatan Jalan Soetta dan Jalan Kiaracondong. Begini penampakan kantornya :



Begitu masuk gerbang, kita akan disambut gerai Samsat Drive-Thru. Mantap sih ini untuk beberapa urusan bisa dilakukan secara drivethru. Tapi untuk cek fisik tidak bisa, kita harus menuju ke bagian cek fisik, ada jalurnya untuk roda 4 dan roda 2 dengan petunjuk yang cukup jelas. Di sana ada juga petugas yang mengarahkan, jadi kalau bingung tinggal tanya.



Begitu sampai di area cek fisik, kita harus ambil formulir dulu di meja petugas yang masih di area cek fisik. Kita perlu menunjukkan STNK asli, KTP asli, dan BPKB asli, tapi cukup ditunjukkan aja. Namanya formulir yaa harus segera diisi. Kemarin karena datang berdua jadi kami bagi tugas, saya isi formulir dan adik standby antri, hemat waktu. Formulirnya seperti ini :





Setelah isi formulir, kita tinggal nunggu antrian kendaraan digesek. Nah ini masalahnya, antriannya panjang (banget) sedangkan petugasnya cuma 3. Kondisi diperparah kalau ada motor yang nomor rangka dan nomor mesinnya susah dijangkau, jadi lebih lama. Saya kemarin antri hampir sejam -_-



Kira-kira begini cara gesek nomor rangka dan nomor mesin :



Setelah stiker gesek jadi dan ditempel ke formulir, proses cek fisik selesai. Formulir yang sudah diisi dan ditempeli stiket cek fisik siap dibawa ke loket validasi untuk dicap dan ditandatangani. Lokasi loket ini masih di dekat tempat cek fisik. Seperti ini tempatnya :



Untuk menyerahkan formulir ke loket validasi kita harus antri lagi, tapi nggak terlalu lama kok. Yang perlu diserahkan di tempat ini adalah formulir, STNK asli, dan BPKB asli. Setelah menyerahkan dokumen kita akan diberi nomor antrian dan menunggu dipanggil lagi untuk mengambil dokumen yang sudah divalidasi. Total proses di loket ini memakan waktu sekitar 30 menit.

Sampai titik ini, nggak ada biaya yang dikeluarkan sepeser pun, mantaaap

Setelah dokumen cek fisik dicap dan ditandatangani, dokumen siap diproses ke tahap selanjutnya. Untuk kasus saya, dokumen ini akan dibawa ke Bantul, urusan selanjutnya disana, di Bandung cuma cek fisik tok.

Setelah sekitar dua jam berurusan di Samsat Bandung Timur, urusan cek fisik beres. Ada beberapa tips yang bisa membantu teman-teman yang kendaraannya butuh di-cak fisik:

  1. Siapkan fotokopian semua dokumen yang mungkin diperlukan, fotokopian di samsat rame parah. Bawa juga pulpen sendiri biar nggak usah beli di samsat.
  2. Dokumen yang perlu dibawa : STNK asli dan fotokopi, BPKB asli dan fotokopi, KTP asli dan fotokopi.
  3. Ajak teman atau kakak/adik supaya bisa bagi tugas, satu isi formulir satu antri misalnya.
  4. Datang pagi banget atau agak siang sekalian, jangan datang di jam nanggung karena pasti rame dan antri panjang. Perhatikan jam buka samsat di daerah masing-masing. 
  5. Tertib antri dan hargai petugas dan sistem layanan samsat. Kalau bingung jangan malu untuk tanya.
  6. Jangan pakai calo, just don't.
Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman ngurus cek fisik motor di Samsat Bandung Timur pada Rabu, 18 Juli 2018. Kondisi bisa berbeda di tempat atau waktu yang lain. Semoga bermanfaat 


Chandra



Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

0 comments:

Post a Comment